News

24 Ribu WNA Masuk RI, PKS: Ironis, Sangat Tidak Sensitif Penderitaan Rakyat!

Pembatasan kegiatan harusnya dilakukan adil terhadap WNI dan WNA.


24 Ribu WNA Masuk RI, PKS: Ironis, Sangat Tidak Sensitif Penderitaan Rakyat!
Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati pada diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ dengan tema ‘Waspada Gelombang Kedua Covid-19’, di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/2021). (DPR RI)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meyayangkan masih adanya kebijakan mendatangkan Warga Negara Asing (WNA) di tengah bangsa Indonesia melawan tingginya kasus COVID-19.

“Kasihan rakyat Indonesia. Di tengah-tengah perjuangan melawan COVID-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat justru negara membuka pintu untuk WNA tiba di Indonesia,” kata Mufida kepada wartawan di Jakarta, Jum'at (9/7/2021).

Hal itu dia sampaikan menanggapi data Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Imigrasi mencatat sebanyak 24.594 warga negara asing atau WNA tiba di Indonesia. Mereka masuk ke Indonesia mulai 1 Juni-6 Juli 2021 melalui Bandara Soetta.

Mufida meminta agar negara lebih adil. Kebijakan PPKM Darurat diberlakukan di dalam negeri semestinya dibarengi dengan tidak membuka pintu WNA untuk masuk Indonesia.

“Mendatangkan WNA di tengah kebijakan PPKM Darurat sama saja tidak sensitif atas penderitaan rakyat. Rakyat yang berdagang dan bekerja yang tidak termasuk usaha non esensial dan non kritikal terpaksa tidak bisa berusaha untuk penghidupan makan sehari-hari. Namun ini WNA tiba di Indonesia dan ini benar-benar menghilangkan nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Mufida menilai ironis rakyat disuruh tinggal di rumah mematuhi kebijakan PPKM Darurat, namun WNA dibiarkan bebas keluar masuk Indonesia tanpa adanya aturan ketat.

Karena itu, Mufida menyarankan agar selama pemberlakuan PPKM Darurat, WNA diperlakukan sama dengan WNI yang menjalani pembatasan atau pelarangan kegiatan.

"Rakyat di Jawa dan Bali di suruh tinggal di rumah, mematuhi kebijakan PPKM Darurat. Namun ada informasi WNA tiba di Indonesia disaat masyarakat sedang berjuang dalam melawan Covid-19. Termasuk minimnya ketersediaan tabung oksigen dan juga pasokan obat-obatan,” imbuhnya.

Selain itu, Mufida mendukung penuh upaya pemerintah yang terus fokus dalam menguatkan program vaksinasi secara massif dan mendirikan rumah sakit darurat bagi pasien COVID-19.

“Kita sedang sulit-sulitnya dalam mengatasi kasus keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit. Kita sedang sulit-sulitnya mengatasi permasalahan tabung oksigen dan juga permasalahan donor plasma konvalesen yang masih sulit dicari bagi pasien Covid," pungkasnya.[]