News

238.402 Warga Sumsel Terima Vaksin COVID-19 Tahap II

Sebanyak 238.402 warga Sumatera Selatan kelompok tenaga kesehatan dan petugas publik serta orang lansia sudah menerima penyuntikan Vaksin COVID-19 tahap II


238.402 Warga Sumsel Terima  Vaksin COVID-19 Tahap II
Pfizer/BioNTech menjadi vaksin COVID-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan pada remaja dan remaja yang lebih muda di AS (iStock/Phynart Studio via CBS 58)

AKURAT.CO, Sebanyak 238.402 warga Sumatera Selatan kelompok tenaga kesehatan dan petugas publik serta orang lanjut usia sudah menerima penyuntikan Vaksin COVID-19 tahap II sejak 14 Januari hingga 14 Mei 2021.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri di Palembang, Sabtu (15/05/2021) mengatakan total penerima Vaksin COVID-19 tahap I untuk ketiga kelompok tersebut berjumlah 328.035 orang, sehingga total dosis yang telah terserap seluruhnya saat ini mencapai 566.437 dosis.

"Capaian serapan vaksin saat ini 78,97 persen dari 717.300 dosis yang telah diterima daerah ini," ujarnya.

Menurut dia, total SDM kesehatan yang telah selesai divaksinasi berjumlah 42.339 orang (86,4 persen), untuk kelompok petugas publik mencapai 163.249 orang (37,1 persen) dan kelompok lansia baru 32.814 orang (4,6 persen).

Kelompok petugas publik dan SDM kesehatan diakuinya paling cepat dan banyak menerima vaksin karena mobilisasi penerima vaksinasi lebih mudah dibandingkan lansia.

Berdasarkan target sasaran, kata dia, total SDM kesehatan yang harus divaksinasi di Sumsel berjumlah 49.007 orang, untuk petugas publik 439.477 orang dan lansia mencapai 720.076 orang.

Ia menjelaskan, realisasi vaksinasi tahap II SDM kesehatan paling tinggi dicatat Kabupaten Lahat, yakni mencapai 115 persen, sedangkan realisasi terendah Kabupaten Empat Lawang dan OKI masing-masing 73,2 persen.

Sedangkan realisasi vaksinasi kelompok petugas publik paling tinggi dicapai Kota Palembang (66,5 persen) dan terendah Kabupaten Ogan Ilir (19,3 persen).

"Untuk kelompok lansia paling tinggi Kota Palembang (16,61 persen) dan terendah Banyuasin (1,41 persen)," kata dia menambahkan.

Ketiga kelompok ini terus dikebut penyuntikan vaksinnya agar bisa berkontribusi menekan kasus COVID-19 di Sumsel yang saat ini mengalami peningkatan, juga untuk mencegah paparan varian B117 dan B1617 yang telah ditemukan pada awal 2021.[]

Sumber: Antara

Erizky Bagus

https://akurat.co