Ekonomi

2022, BPS Bakal Lanjutkan Sensus Penduduk Hingga Sensus Pertanian

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan pihaknya bakal melakukan beberapa pembaruan data pada 2022


2022, BPS Bakal Lanjutkan Sensus Penduduk Hingga Sensus Pertanian
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono (AKURAT. CO/Atikah Umiyani )

AKURAT.CO, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan pihaknya bakal melakukan beberapa pembaruan data pada 2022 diantaranya, sensus penduduk, perubahan basis data inflasi melalui survei biaya hidup hingga persiapan sensus pertanian. Adapun pembaruan data itu untuk menciptakan data BPS yang semakin mencerminkan kondisi riil.

"Tahun depan kita punya pekerjaan besar yang mungkin berdampak kepada angka rilis di tahun-tahun berikutnya," jelasnya dalam acara Workshop Wartawan yang digelar di Hotel Le Meridien, Kamis (25/11/2021). 

Ia menerangkan, tahun depan, BPS akan melakukan sensus Penduduk yang menyasar 4,3 juta rumah tangga. Sensus ini merupakan lanjutan dari SP yang digelar pada 2020 lalu.

"Tahun depan kita melakukan SP lanjutan kita sebutnya long form, kuesionar panjang, dengan variabelnya banyak dan berbeda dengan SP 2020 karena variabelnya terbatas," imbuhnya.

Ia merincikan, terdapat 6 data yang akan disurvei dalam SP lanjutan tahun depan, diantaranya, memperkirakan jumlah, distribusi, dan komposisi penduduk dalam memperoleh data untuk penghitungan parameter demografi (kelahiran, kematian, dan migrasi). Selain itu, sumber data dari indikator angka kematian Ibu, memperbarui data yang akan digunakan dalam penghitungan proyeksi penduduk, menyediakan data karakteristik penduduk dan perumahan, serta sumber data dari indikator kependudukan untuk Sustainable Development Goals (SDGs) yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain.

Sementara itu, ada 8 data yang dihasilkan dari SP lanjutan tahun depan yaitu Karakteristik penduduk, Migrasi, Pendidikan dan komunikasi, Disabilitas Ketenagakerjaan, Fertilitas, Mortalitas, dan Perumahan

Margo mengungkapkan, SP lanjutan ini akan menghasilkan parameter demografi untuk proyeksi penduduk yang lebih valid.

"Jadi angka ini akan digunakan datanya untuk update proyeksi penduduk yang sudah ada komposisinya, dan akan bergerak dari SP long form," lanjutnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono mengatakan SP lanjutan ini akan digelar pada Mei-Juni 2022 mendatang.