News

2 WNA Penguras Uang Nasabah Bank BUMN Ditangkap, Begini Modusnya!

Dua dari tiga orang yang tergabung dalam sindikat menguras uang nasabah salah satu bank BUMN berhasil diamankan oleh Polda Metro Jaya.


2 WNA Penguras Uang Nasabah Bank BUMN Ditangkap, Begini Modusnya!
Tiga orang yang tergabung dalam sindikat menguras uang nasabah salah satu bank BUMN berhasil diamankan oleh Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9/2021). (AKURAT.CO/Zendy Pradana)

AKURAT.CO Dua dari tiga orang yang tergabung dalam sindikat menguras uang nasabah salah satu bank BUMN berhasil diamankan oleh Polda Metro Jaya.

Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang tersangka sindikat penguras uang nasabah bank BUMN melalui mesin ATM. Dua tersangkanya merupakan dua warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia.

Tersangka yang merupakan sindikat penguras uang melalui mesin ATM adalah FK berasal dari WN Rusia, NG berasal dari WN Belanda, RW dari WN Indonesia.

"Kami telah mengungkap terkait penguras uang oleh dua WNA dan satu WNI, kejadian sekitar bulan September 2021, korban adalah salah satu nasabah Bank BUMN," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Yusri menambahkan, kejadian pengurasan uang terhadap nasabah bank BUMN terjadi sekitar awal bulan September 2021. Sindikat ini menguras uang menggunakan deep skimming.

"Berawal dari sekitar bulan September lalu terdapat beberapa nasabah dari salah bank BUMN yang menyanggah ada transaksi di rekeningnya," lanjut Yusri.

Yunus menuturkan, terdapat beberapa nasabah yang menyanggah telah malakukan transaksi. Namun, setelah melakukan pengecekan melalui CCTV ternyata orang lain yang mengambil setelah dilakukan melakukan pendalaman, pihak polisi berhasil amankan dua orang tersangka.

Modus mereka menggunakan blank card yang sudah diisi data nasabah yang didapat dari link, di mana link tersebut diperoleh melalui akun sosmed @tokyo1880.

"Modusnya mereka menggunakan blank card yang sudah diisi data nasabah yang didapat dari link di atasnya melalui link Tokyo1880. Ini kita masih DPO," lanjut Yusri.

Saat ini pemilik akun sosmed tersebut masih DPO. Polda Metro Jaya menetapkan Pasal 30 ayat 2 UU ITE, Pasal 6 ancaman 7 tahun penjara pasal 32 juncto pasal 48 ancaman 4 tahun penjara dan pasal 36 dan pasal 38 juncto pasal 51 lapis ada beberapa pasal UU ITE dan Pasal 363 KUHP dan 236 KUHP kepada tersangka penguras uang. []