News

2 Tersangka Korupsi Asabri Diduga Cuci Uang Lewat PT Indodax Nasional Indonesia

2 Tersangka Korupsi Asabri Diduga Cuci Uang Lewat PT Indodax Nasional Indonesia


2 Tersangka Korupsi Asabri Diduga Cuci Uang Lewat PT Indodax Nasional Indonesia
Tampak suasana Kantor Pusat PT ASABRI (Persero) di Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menduga ada sebesar Rp10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Penyidik Pidana Khusus Kejagung menemukan dugaan pencucian uang dana Asabri yang diduga rugikan negara Rp23 triliun lewat Bitcoin.

Untuk memperjelas temuan itu, pada Jumat (16/4/2021) penyidik memeriksa Direktur PT. Indodax Nasional Indonesia Oscar Darmawan (OAD).

PT Indodax Nasional Indonesia adalah sebuah perusahaan berbasis teknologi yang mempertemukan penjual dan pembeli aset digital terbesar di Indonesia atau dikenal dengan bitcoin.

"Pemeriksaan terhadap saksi OAD tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar sendiri, dia lihat sendiri dan dia alami sendiri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam rilisnya dikutip Sabtu (17/4/2021).

Selain OAD, penyidik memeriksa tiga saksi lain. Mereka adalah SH selaku Nominee, MM selaku Karyawan Swasta, dan ACA selaku Karyawan PT. Henan Putihrai Aset Manajemen.

Sampai kini baru terkumpul aset-aset hasil penyitaan ditaksir senilai Rp10,5 triliun. Sementara kerugian negara sekitar Rp23, 7 triliun. Penyidik masih terus menelisik aliran dana Asabri tersebut.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa 15 saksi yakni RA selaku Ex Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia, AAN selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia, TJ selaku Wapreskom PT. Grahamas Citrawisata, SA selaku Direktur PT. Indodax Nasional Indonesia, GI selaku Marketing pada PT. Ciptadana Sekuritas Asia.

Kemudian SWW selaku Executive Vice President Investment Banking PT. Yuanta Sekuritas Indonesia, SD selaku Direktur Investment Banking PT. Yuanta Sekuritas Indonesia, AHM selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia, DT selaku adik Tersangka BTS,.UA selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia, FP selaku Nominee, HW selaku Pegawai PT. Asabri (Persero), IS selaku Pegawai PT. Asabri (Persero),.NS selaku Direktur Operasional PT. Mega Capital Sekuritas periode tahun 2014 s/d 2018, dan PDH selaku Direktur Utama PT. Gunung Bara Utama. 

Dalam kasus ini ada sembilan yang jadi tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012 – 2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu