News

2 Minggu Menjelang Lebaran, Presiden Turki Terapkan Lockdown Total

Langkah itu tampaknya sengaja dirancang untuk mengantisipasi lonjakan selama perayaan Idul Fitri.


2 Minggu Menjelang Lebaran, Presiden Turki Terapkan Lockdown Total
Jalanan dan pasar ramai menjelang penguncian yang dimulai pada Kamis (29/4) malam waktu setempat; dengan warga berbelanja memenuhi pasokan kebutuhan (Reuters via BBC)

AKURAT.CO, Demi meredam lonjakan infeksi dan kematian karena corona, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memutuskan untuk menerapkan penguncian nasional. Lockdown 'penuh' itu dilaporkan berlangsung mulai 2 minggu sebelum hingga beberapa hari sesudah Hari Raya Idul Fitri, yaitu dari Kamis (29/4) hingga 17 Mei mendatang. 

AlJazeera menulis, langkah itu tampaknya sengaja dirancang untuk mengantisipasi lonjakan selama perayaan Idul Fitri. Mengingat pada Senin (26/4), Turki mencatat jumlah infeksi harian baru dengan angka mencapai 37.312 kasus. Sementara, jumlah kematian harian dikatakan menyentuh angka 353 kasus. 

Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam dibanding pertengahan April lalu. Namun, menurut AlJazeera, saat itu, Turki masih menempati urutan keempat kedua dengan penambahan kasus tertinggi keempat di dunia. 

Menanggapi itu, Erdogan pun menegaskan bahwa Turki masih harus menanamkan langkah-langkah ketat untuk menghindari 'dampak besar' dalam waktu dekat.

"Pada saat Eropa memasuki fase pembukaan kembali, kita perlu segera memangkas jumlah kasus hingga di bawah 5 ribu, agar tidak ketinggalan. Jika tidak, kita pasti akan membayar 'biaya besar' di setiap area, mulai dari pariwisata, perdagangan hingga pendidikan," kata Erdogan saat mengumumkan langkah-langkah baru penguncian setelah rapat kabinet Senin lalu.

Erdogan mengatakan, dalam lockdown ini, ada beberapa aturan yang perlu ditaaati. Di antaranya termasuk bahwa semua perjalanan antarkota akan membutuhkan persetujuan resmi; semua sekolah ditutup dan dialihkan ke kelas online; pembatasan ketat akan diberlakukan bagi pengguna transportasi umum; bisnis hingga penjualan alkohol dibatasi; hingga warga wajib tinggal di rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Sejauh ini, Turki mencatatkan kasus total infeksi sebanyak 4,7 juta lebih, sedangkan jumlah kematian mencapai 39.398, menurut pantauan Worldometer terkini.

Dari total 82 juta penduduk, 22 juta di antaranya telah divaksin. Turki menggunakan vaksin Sinovac China dan Pfizer-Biontech.

Kini, Turki juga disebutkan telah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk mulai memproduksi Sputnik V secara lokal, menurut pemberitaan dari BBC. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu