Rahmah

2 Metode Penentuan Awal Puasa yang Lazim Digunakan di Indonesia


2 Metode Penentuan Awal Puasa yang Lazim Digunakan di Indonesia
Rukyatul Hilal sebagai salah satu metode penentuan kalender (flickr.com)

AKURAT.CO, Setelah bulan Syakban berakhir, kita akan memasuki bulan Ramadan untuk menjalankan kewajiban berpuasa selama satu bulan penuh.

Perintah puasa ini datang langsung dari Allah sebagaimana yang tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).

Lalu kapan kita mulai berpuasa?

Ada dua metode yang sering digunakan di Indonesia untuk menentukan awal puasa Ramadan. Yaitu metode hisab dan metode rukyatul hilal.

1. Metode hisab

Metode ini, biasanya dilakukan oleh ormas Muhammadiyah. Caranya adalah dengan memperhitungkan pergerakan bulan terhadap bumi dengan ilmu falak atau astronomi.

Oleh sebab itu, metode hisab ini bisa memprediksi posisi bulan sejak jauh-jauh hari untuk menentukan awal puasa Ramadan.

Dengan kata lain, metode hisab untuk menentukan awal bulan Ramadan tidak harus melihat bulan di langit secara langsung.

2. Metode rukyatul hilal

Rukyatul adalah aktivitas mengamati atau melihat suatu benda dengan maksud dan tujuan tertentu. Sedangkan hilal berarti bulan yang tampak di langit untuk dijadikan patokan awal atau akhir perhitungan suatu penanggalan.

Jadi rukyatul hilal adalah melihat posisi bulan di langit baik dengan mata telanjang atau menggunakan alat tertentu untuk memastikan masuknya bulan Ramadan.

Biasanya, puluhan hingga ratusan titik yang tersebar di berbagai provinsi di seluruh Indonesia disiapkan untuk mengamati pergerakan bulan tersebut.

Dalam kitab Fathul Qadir (mazhab Hanafi) dikatakan, "Apabila telah ditetapkan bahwa hilal telah terlihat di sebuah kota, maka wajib hukumnya penduduk yang tinggal di belahan bumi Timur untuk mengikuti ketetapan rukyatul yang telah diambil kaum muslimin yang berada di belahan bumi Barat."

Kendati ada perbedaan metode yang digunakan di Indonesia, pemerintah biasanya akan memutuskan awal Ramadan dengan cara sidang isbat.

Sidang ini dilakukan untuk mengumpulkan hasil perhitungan bulan dengan sejumlah metode tersebut termasuk dihadiri oleh tokoh-tokoh setiap ormas di Indonesia.

Jadi, adanya perbedaan dalam hal itu tidak perlu menjadi suatu hal yang dipersoalkan.

Semoga puasa Ramadan tahun ini dapat lebih baik daripada puasa tahun-tahun sebelumnya.

Wallahu a'lam bisahawab.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co