News

2 Juta Orang Terpapar Demam, Korea Utara Langsung Genjot Produksi Obat-obatan hingga Garam

Negara terisolasi itu, yang telah memberlakukan penguncian nasional, juga dilaporkan tengah meningkatkan produksi obat-obatan tradisional Korea.


2 Juta Orang Terpapar Demam, Korea Utara Langsung Genjot Produksi Obat-obatan hingga Garam
Anggota tentara Korea Utara memasok obat-obatan kepada penduduk di sebuah apotek di Pyongyang, Rabu (18/5) (Reuters via Straits Times)

AKURAT.CO  Korea Utara (Korut) sedang menggenjot produksi obat-obatan dan pasokan medis termasuk alat sterilisasi dan termometer. Kantor berita negara KCNA mengungkap upaya itu pada Kamis (19/5), di tengah munculnya wabah virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Negara terisolasi itu, yang telah memberlakukan penguncian nasional, juga dilaporkan tengah meningkatkan produksi obat-obatan tradisional Korea. KCNA menyebut obat rumahan itu, yang digunakan untuk mengurangi demam dan rasa sakit, terbukti efektif dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit berbahaya. 

Usaha untuk meningkatkan obat-obatan ini muncul usai pekan lalu, Korut, untuk pertama kalinya mengonfirmasi adanya wabah Covid-19. Sementara mereka baru menghadapi gelombang penularan, banyak pihak khawatir terhadap kurangnya sumber daya medis dan akses vaksin di negara itu. 

baca juga:

Badan hak asasi manusia PBB telah memperingatkan konsekuensi 'menghancurkan' yang mungkin bakal dihadapi oleh 25 juta penduduk Korut. Apalagi sejak melaporkan wabah Kamis (12/5) lalu, Korut terus melaporkan peningkatan kasus. 

Baca Juga: WHO: Ledakan Covid-19 di Korea Utara Berisiko Menciptakan Varian Baru yang Lebih Ganas

Pada Rabu (18/5) malam, negara itu melaporkan 262.270 tambahan kasus demam, dan satu kasus baru kematian.  KCNA mengonfirmasi laporan ini dengan mengutip data dari markas besar pencegahan epidemi darurat negara. 

Kantor berita negara itu tidak merinci berapa banyak kasus yang telah dites positif terkena virus.

Sejauh ini, Korut telah melaporkan 1.978.230 orang dengan gejala demam dan 63 kematian. Mereka juga mengaku telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat.

"Dengan cara yang cepat, pabrik-pabrik memproduksi lebih banyak suntikan, obat-obatan, termometer, dan pasokan medis lain untuk disalurkan ke ibu kota Pyongyang dan daerah-daerah sekitarnya. Sementara lebih banyak bangsal isolasi dibangun dan pekerjaan disinfeksi diintensifkan di seluruh negeri."

"Ribuan ton garam segera diangkut ke kota Pyongyang untuk menghasilkan larutan antiseptik," kata KCNA, dalam laporannya, seperti dikutip dari Reuters.

Laporan itu juga muncul usai pemimpin Korut Kim Jong Un mengkritik distribusi obat-obatan yang tidak efektif dan mengecam para pejabat karena tanggapan mereka yang 'tidak dewasa' terhadap epidemi Covid.

Namun, alih-alih mengampanyekan vaksinasi nasional dan pengobatan Covid, media pemerintah telah mendorong pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit, antibiotik, serta pengobatan rumahan yang belum diverifikasi. Pengobatan tradisional yang disarankan ini termasuk berkumur dengan air garam, atau minum teh lonicera japonica atau teh daun willow.

Korea Selatan dan Amerika Serikat, keduanya telah menawarkan untuk membantu negara itu untuk memerangi wabah, termasuk mengirim bantuan. Namun, belum ada tanggapan yang diberikan oleh Pyongyang, ungkap wakil penasihat keamanan nasional Seoul, pada Rabu.

Sementara itu, tiga pesawat dari maskapai Korut, Air Koryo, dilaporkan tiba di China dan kembali ke Pyongyang pada Senin. Pesawat-pesawat itu telah membawa pasokan medis, ungkap seorang sumber diplomatik yang meminta namanya dirahasiakan.[]