Olahraga

2 Bulan Tersisa, Tunggal Putra Terus Tingkatkan Konsistensi Jelang Olimpiade Tokyo

Hal tersebut dilakukan agar para atlet mampu bermain lebih safe, konsisten dan lebih fokus menerapkan pola bermain yang tepat.


2 Bulan Tersisa, Tunggal Putra Terus Tingkatkan Konsistensi Jelang Olimpiade Tokyo
Atlet bulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting saat menjalani persiapan di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur (PBSI)

AKURAT.CO, Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 hanya menyisakan waktu dua bulan lagi sebelum bergulir pada 23 Juli sampai 8 Agustus mendatang. Tim bulutangkis Indonesia yang sudah meloloskan tuhu wakil terus bersiap menyambut pesta olehara empat tahunan yang sempat tertunda selama setahun itu.

Dengan menargetkan satu medali emas, persiapan tim terus dimaksimalkan, baik secara teknis maupun nonteknis. Tak terkecuali nomor tunggal putra yang menurunkan dua wakil, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Kepala pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra Ho, menjelaskan bahwa program persiapan ke Olimpiade sebenarnya sudah berjalan sejak dua bulan lalu. Hendry bahkan optimistis target yang dimiliki PBSI bisa terealisasi melihat persiapan yang sudah dilakukan tim.

"Kita sudah coba fokus untuk peningkatan fisik, stamina, power, strength, dan kecepatan. Semua sudah kita jalankan dan akan terus berjalan sampai kira-kira dua minggu sebelum keberangkatan nanti," ujar Hendry di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (4/6) sore.

"Sejauh ini saya lihat hasilnya cukup bagus dan harusnya on target dengan kondisi yang kita mau. Nanti ketika hari berangkat dan tiba di sana juga sudah dalam keadaan baik, karena hasil latihan juga sudah baik."

Hendry mengatakan bahwa ia tidak melihat terlalu banyak kekurangan yang ada pada anak asuhnya. Dia hanya fokus pada peningkatan teknik dan mental di program latihannya ini. Apalagi Ginting dan Jonatan sudah lama berada di level tertinggi.

"Saya tahu standar kualitasnya. Hanya ada tingkat yang tidak maksimal, mungkin dari pikiran dan mental dengan kondisi seperti ini akibat jarang bertanding," jelas pelatih berusia 57 tahun tersebut.

"Jadi kalau saya lihat bagaimana membuat tekniknya bisa lebih safe, lebih konsisten, dan lebih fokus untuk menerapkan pola main yang benar. Kita ingin tingkatkan di teknik dengan cara mainnya, strateginya, pola pikir, dan juga mentalnya."

PBSI sendiri sudah menyiapkan pertandingan simulasi sebagai ajang pemanasan para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 18-19 Juni di Pelatnas Cipayung. Sedangkan untuk format simulasinya sendiri akan segera diumumkan.[]

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co