Ekonomi

2 Bisnis Ini Ternyata Kebal Inflasi Loh, Penasaran ? Kuy Simak

Dampak Perang Rusia dan Ukraina Belakangan ini nampaknya telah menyeret kenaikan harga pangan dan energi

2 Bisnis Ini Ternyata Kebal Inflasi Loh, Penasaran ? Kuy Simak
Ilustrasi (Pexels)

AKURAT.CO Dampak Perang Rusia dan Ukraina Belakangan ini nampaknya telah menyeret kenaikan harga pangan dan energi sehingga pada akhirnya berimbas kepada laju inflasi yang meningkat menjadi salah satu kekhawatiran global, tak terkecuali Indonesia.

Keadaan inflasi yang tinggi dapat memberi tekanan terhadap perekonomian suatu negara. Inflasi memang dianggap momok karena akan menggerus nilai uang masyarakat dari waktu ke waktu, termasuk simpanan di bank.

Selain investasi di instrumen yang tepat, membangun bisnis juga bisa menjadi jalan mereguk keuntungan maksimal karena pertumbuhan uangnya yang dapat mengalahkan inflasi. Lalu, bisnis apa saja yang tetap menguntungkan dan tahan deraan inflasi? Berikut jawabannya:

baca juga:

• Beli real estate untuk dijual atau disewakan

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), real estate adalah tanah dan semua bangunan fisik, termasuk semua benda yang melekat pada tanah, seperti rumah, gedung, kantor, pabrik, dan lainnya. Real estate juga meliputi, sarana dan prasana produktif, perkebunan dan pertanian yang hasil tanahnya bisa dijual dan menghasilkan profit.

Dengan demikian, pengertian real estate berbeda dengan properti. Properti adalah sesuatu yang dapat dimiliki, seperti tanah, barang-barang, bangunan, serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan tanah dan atau bangunan dimaksud.

Pemiliknya berhak atas keuntungan yang diperoleh dari pemilikan barang tersebut; properti dapat diwarisi dari pemiliknya (properti). Jadi, properti bukan hanya sebatas pada bangunannya saja, tetapi juga hak kepemilikan.

Bisnis real estate termasuk bisnis yang dibeli satu kali, kemudian kamu bisa menyewakan atau menjualnya dengan harga lebih tinggi atau berkali-kali lipat. Sehingga, kamu tidak perlu terus menerus menggelontorkan uang untuk menjalankan bisnis tersebut.

Sebagai contoh, kamu membeli tanah seluas 70 meter persegi seharga Rp 1,5 juta per meter perseginya. Berarti, modal yang dibutuhkan sebesar Rp 105 juta.

Sumber: Cermati