Lifestyle

19 Kabupaten di Papua Ikut Program Penanganan Stunting

19 Kabupaten di Papua Ikut Program Penanganan Stunting
Anak-anak di Papua masih dihantui stunting (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas kesehatan melibatkan 19 kabupaten mengikuti program penanganan penyakti stunting (kerdil).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinkes Papua, dr Aaron Rumainum, di Jayapura, Sabtu, (20/7), mengatakan, dari sisi bidang pencegahan dan pengendalian penyakit, ada 19 kabupaten di Papua yang mengalami program stunting.

19 kabupaten tersebut di antaranya Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Lany Jaya, Jayawijaya, Asmat, Mamberamo Raya, dan Kabupaten Mamberamo Tengah.

baca juga:

"Ada bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk penanganan stunting yakni untuk pengadaan bahan-bahan seperti pemberian makanan tambahan (PMT)," katanya.

Aaron tidak menyebutkan jumlah total alokasi dana khusus yang dikucurkan untuk menangani stunting.

"Anak-anak di 19 kabupaten ini, mereka dikasih obat cacing pada umur 1-12 tahun. Di usia 12 bulan sampai 23 bulan itu diberi obat cacing setengah sirup/stengah tablet obat cacing yang manis," katanya.

Selanjutnya, anak yang berusia 2-12 tahun dikasih obat cacing.

"kenapa, karena takutnya mereka cacingan sehingga menjadi kekurangan energi dan protein dan menjadi kurang darah. Karena di anak-anak sekolah, mereka akan menjadi letih, lemah, lesu, loyo, lemah otak (lemot), akhirnya menjadi anak-anak yang tidak produktif/tidak bisa menerima pelajaran dengan baik," katanya.

Jika pada ibu hamil, tambah dia, akan mengalami kurang darah, kemudian dia akan melahirkan anak/bayi yang bisa terkena resiko pendarahan dan meninggal dunia.

"Jadi programnya di kami bidang pencegahan dan pengendalian penyakit yaitu kecacingan masuk," katanya.

Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.[]

Andre Purwanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu