News

18 Tewas Akibat Serangan Rudal Rusia di Pusat Perbelanjaan Ukraina

G7 telah mengecam serangan rudal Rusia di pusat perbelanjaan Ukraina yang ramai.


18 Tewas Akibat Serangan Rudal Rusia di Pusat Perbelanjaan Ukraina
Sebuah pusat perbelanjaan terkena serangan rudal Rusia di Kremenchuk, Ukraina, Senin (27/6) (Telegram/V_Zelenskyy_official/Reuters)

AKURAT.CO  Serangan Rusia kembali mengenai bangunan sipil di Ukraina. Dalam kasus terbaru, dua rudal negara itu menghantam pusat perbelanjaan yang ramai di kota Kremenchuk, Ukraina tengah.

Jumlah korban akibat serangan itu pun terpantau terus naik, dengan Al Jazeera dalam laporan terbaru menyebut sedikitnya 18 orang tewas. Sementara yang terluka mencapai setidaknya 59 orang.

Serangan itu, terjadi pada Senin (26/6), dengan video dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menunjukkan bagunan mengalami kebakaran hebat, dengan kepulan asap besar membumbung ke udara. Terlihat pula dalam rekaman, puluhan penyelamat dan truk pemadam kebakaran berjejer di luar mal.

baca juga:

Serangan  itu, kata Zelensky adalah 'salah satu serangan teroris paling berani dalam sejarah Eropa'. Pemimpin Ukraina ini mengatakan lebih dari 1.000 orang berada di pusat perbelanjaan pada saat serangan terjadi. Beruntung, banyak di antara pembeli dan staf berhasil melarikan diri.

"Sebuah kota yang damai, pusat perbelanjaan biasa – wanita, anak-anak, warga sipil biasa berada di dalamnya."

"Bahkan tidak mungkin membayangkan jumlah korban ... Tidak ada gunanya mengharapkan kesopanan dan kemanusiaan dari Rusia," tulis Zelenskyy di aplikasi pesan Telegram.

Angka korban kemungkinan masih akan merangkak. Gubernur wilayah Poltava tengah, Dmytro Lunin, mengatakan di Telegram bahwa kemungkinan akan ada banyak mayat ditemukan ketika petugas mencari korban di antara puing-puing yang membara.

"Ini adalah tindakan terorisme terhadap warga sipil," katanya, menunjukkan tidak ada target militer di dekatnya yang bisa menjadi sasaran Rusia.

Foto udara menunjukkan struktur bangunan tereduksi menjadi logam-logam yang bengkok, dengan para pekerja berupaya menyisir tumpukan puing yang semakin membesar.