News

18 Orang Pegawai KPK yang Lolos TWK Jalani Diklat Bela Negara

Sebanyak 18 peserta Diklat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan hari ini, Sabtu (32/7/2021) memasuki hari ke-10.


18 Orang Pegawai KPK yang Lolos TWK Jalani Diklat Bela Negara
Peserta diklat bela negara asal KPK mengikuti rangkaian kegiatan diklat (Tangkapan layar Youtube KPK)

AKURAT.CO  Sebanyak 18 peserta Diklat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan hari ini, Sabtu (32/7/2021) memasuki hari ke-10.

Hari ini, para peserta melaksanakan aktivitas di luar kelas. Seperti praktik baris berbaris dan kebugaran jasmani.

Mereka yang mengikuti kegiatan itu merupakan rangkaian proses pengalihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ASN.

Kegiatan itu merupakan kerjasama KPK dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang digelar di Universitas Pertahanan mulai 22 Juli hingga 20 Agustus 2021.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Dian Novianti berpesan agar peserta dapat mengikuti diklat ini dengan baik. 

"Saya harap teman-teman dapat mengikuti dengan baik dan sungguh-sungguh setiap rangkaian kegiatan pembelajaran. Mengingat diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam menumbuhkembangkan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan pegawai KPK, dengan sasaran terciptanya kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban di lingkungan KPK,” kata Dian dalam keterangannya, Sabtu (31/7/2021). 

18 peserta pegawai KPK yang mengikuti diklat itu datang dari beragam posisi dan jabatan di KPK. Sehingga para pengajar dituntut bisa menerapkan metode yang tepat dalam menyampaikan materinya.

Dian merinci bahwa para peserta diklat sangat beragam tingkat jabatannya dari jenjang pegawai level bawah hingga level atas. Sehingga metode diklat diharapkan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa yang mengedepankan diskusi dan belajar mandiri oleh peserta diklat.

Sebagian besar materi diklat merupakan pemahaman baru bagi para peserta. Tak menampik, hal tersebut menjadi salah satu alasan antusiasme mereka. 

"Materi yang diberikan sebagian besar merupakan pengetahuan dan wawasan baru, ada beberapa materi pengulangan seperti sejarah perjuangan bangsa Indonesia,“ ujar salah seorang peserta.

Seluruh peserta terjadwal rutin mengikuti rangkaian diklat setiap harinya bahkan hari Sabtu dan Minggu.

Pelaksanaan diklat 80 persen sesinya dilakukan di kelas dan 20 persen lainnya di luar kelas, seperti upacara bendera setiap hari Senin, serta kegiatan praktik baris-berbaris dan kebugaran jasmani pada hari Sabtu dan Minggu. 

"Sedangkan aktifitas pasca jam belajar lebih banyak dihabiskan untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Dimana hampir setiap hari pengajar memberikan tugas untuk dipaparkan dan didiskusikan oleh peserta pada esok harinya," katanya.

Agar peserta tak jenuh, pembelajaran juga harus dinamis dengan memadukan berbagai metode, seperti pemberian materi, tugas kelompok, tugas individu, diskusi kelas, test, dan ujian. Sehingga suasana diklat berlangsung interaktif.

“Semua peserta maupun pengajar interaktif dan terbuka untuk saling diskusi,” terang peserta diklat.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi diklat, panitia juga melakukan swab antigen bagi peserta pada setiap sore setelah kegiatan.

Sejumlah 16 orang mengikutinya dengan hadir langsung di tempat diklat, sedangkan 2 orang lainnya mengikuti secara daring karena harus menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19. 

Dian berharap dengan metode pembelajaran yang beragam dan materi-materi diklat yang baru, peserta memetik wawasan baru ini secara positif.

"Kegiatan ini diharapkan tidak menjadi beban bahkan justru menjadi sarana yang positif bagi peserta untuk pengembangan diri dan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru terkait bela negara dan wawasan kebangsaan,” pungkas Dian.[]