Ekonomi

17 Negara Stop Ekspor Pangan, Pemerintah Siapkan Strategi Diversifikasi

Sebanyak 17 negara melarang ekspor komoditas pangan karena untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri negaranya masing-masing.


17 Negara Stop Ekspor Pangan, Pemerintah Siapkan Strategi Diversifikasi
Warga membeli bahan pangan di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin (27/12/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Sebanyak 17 negara melarang ekspor komoditas pangan karena untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri negaranya masing-masing. Kondisi ini pun menjadi perhatian serius pemerintah terkait ketersediaan pangan dalam negeri.

"Sudah 24 negara melarang ekspor. Namun, tujuh sudah melakukan relaksasi lagi. Sehingga, dari itu ada 17 negara, dan yang dilarang itu mulai dari gandum, ayam, dan produk hortikultura lain, termasuk pupuk. Jadi, ini kita harus betul-betul berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,Airlangga Hartarto saat meresmikan perhelatan "Panen Raya Nusantara" di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, ada tiga kunci untuk mewujudkan ketersediaan pangan, yakni mengamankan suplai, diversifikasi pangan, dan melakukan efisiensi. Terkait diversifikasi pangan mencakup protein kelautan dan budi daya sehingga ketergantungan Indonesia terhadap impor terhadap satu komoditas bisa dikurangi.

baca juga:

Di sisi lahan, pertanian Indonesia tiga kali lipat lebih besar dibandingkan Thailand sehingga yang perlu didorong adalah efisiensi dan produktivitas. Ke depan, diversifikasi pangan punya komoditas unggulan antara lain substitusi gandum, misalnya dengan sagu dan sorgum.

Dia mengatakan bahwa komoditas seperti itu akan terus didorong termasuk produk-produk perikanan tambak maupun budi daya untuk didorong menjadi substitusi daging.

"Nah, ini harus kita dorong, budi daya ini harus didorong untuk menggantikan yang tangkap, semua protein baik itu dari ikan dan udang. Badan pangan harus mempromosikan agar orang Indonesia tidak tergantung pada daging impor," kata Airlangga.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi