Tech

16-18 Pelanggaran Konten Terjadi Setiap 10 Ribu Penayangan di YouTube

Dari setiap 10.000 penayangan di YouTube, 16-18 penayangan berasal dari konten yang melanggar


16-18 Pelanggaran Konten Terjadi Setiap 10 Ribu Penayangan di YouTube
YouTube telah menghapus setidaknya lima saluran jaringan televisi yang dikelola militer Myanmar (EIMI TIMES)

AKURAT.CO, YouTube merilis laporan yang memberikan transparansi lebih baik lagi seputar efektivitas sistem, yaitu Rasio Tontonan Melanggar (Violative View Rate / VVR).

VVR membantu perusahaan mengetahui persentase penayangan di YouTube yang berasal dari konten yang melanggar kebijakan.

"Ini adalah metrik utama yang digunakan untuk mengukur upaya pemenuhan tanggung jawab kami seiring dengan upaya kami memperluas investasi pada sumber daya manusia dan teknologi," ujar Director YouTube Trust & Safety, Jennifer Flannery O'Connor dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Pihaknya melihat turunnya angka VVR. VVR terbaru kini sebesar 0,16-0,18%, yang berarti dari setiap 10.000 penayangan di YouTube, 16-18 penayangan berasal dari konten yang melanggar. VVR turun lebih dari 70% jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2017.

"Sebagian besar berkat investasi kami dalam machine learning. Untuk selanjutnya, kami akan memperbarui VVR setiap tiga bulan di Laporan Penegakan Pedoman Komunitas," tukas Jennifer.

Data VVR memberikan informasi tentang cara Youtube melindungi komunitas. Standar industri lainnya, seperti waktu penyelesaian untuk menghapus video yang melanggar, juga menurut Jennifer penting. 

Namun, waktu tersebut tidak sepenuhnya menangkap dampak sebenarnya dari konten yang melanggar pada penonton.

"Misalnya, bandingkan video melanggar yang mendapatkan 100 penayangan tetapi bertahan di platform kami selama lebih dari 24 jam dengan konten yang mencapai ribuan penayangan dalam beberapa jam pertama sebelum penghapusan. Mana yang pada akhirnya lebih berdampak?" sebut Jennifer.

Pihaknya yakin VVR adalah cara terbaik bagi perusahaan untuk memahami pengaruh konten berbahaya pada penonton, dan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan. Jennifer menjelaskan perusahaan menghitung VVR dengan mengambil sampel video di YouTube dan mengirimkannya kepada peninjau konten yang memberi tahu video mana yang melanggar kebijakan dan mana yang tidak. 

"Dengan mengambil sampel, kami mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif tentang konten melanggar yang mungkin tidak terdeteksi oleh sistem," pungkasnya.

Azhar Ilyas

https://akurat.co