News

1.500 Pasukan TNI AD Ikuti Latihan Tempur Dalam Kota Yogyakarta

1.500 Pasukan TNI AD Ikuti Latihan Tempur Dalam Kota Yogyakarta
Latpurkota digelar sejak subuh hingga pagi hari di Kota Yogyakarta, Sabtu (5/4/2022). (Dok. Korem 072 Pamungkas)

AKURAT.CO Sebanyak 1.500 personel TNI AD yang berada di bawah komando Kodam IV/Diponegoro mengikuti latihan tempur di area dalam Kota Yogyakarta, Sabtu (5/3/2022).

Latihan tempur kota (latpurkota) diikuti anggota satuan Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 403/WP dari Korem 072 Pamungkas, dibantu Kompi Kavaleri 2/JRTR, regu Jihandak Batalyon Zipur-4/TK, Armed 3/105 T, Arhanud 15/DBY, dan beberapa satuan lainnya.

Alutsista yang digunakan dalam simulasi ini, antara lain beberapa kendaraan taktis seperti Panhard, Anoa, Tarantula, meriam, senapan serbu (SS2V4), penembak runduk (SPR), senapan mesin (SM2-V2), dan persenjataan lainnya.

baca juga:

1.500 Pasukan TNI AD Ikuti Latihan Tempur Dalam Kota Yogyakarta - Foto 1
 AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Latpurkota ini dimulai pukul 03.00 WIB. Pasukan bergerak dari Makorem 072 Pamungkas menuju titik kumpul di Stadion Mandala Krida sebelum dibagi ke tiga sektor.

Pembagian tiga sektor meliputi, pertama pasukan dari sektor kiri yang berangkat dari Brimob menuju di Jalan Timoho untuk membebaskan tawanan di gedung DPRD Kota Yogyakarta.

Kemudian, sektor tengah dari Stadion Mandala Krida menuju Balai Kota Yogyakarta dengan simulasi adu tembak dengan para penembak jitu.

Lalu sektor kanan, dari Jalan Kusumanegara atau Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) bergerak menuju Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul yang menjadi titik akhir dari latpurkota ini.

Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Afianto mengatakan, latpurkota digelar salah satunya untuk mengecek kesiapan pasukan guna mengantisipasi ancaman radikalisme yang mungkin timbul di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

"Perkembangan situasi di Provinsi Jateng dan DIY menjadi barometer stabilitas nasional. Sehingga kita perlu mengantisipasi setiap potensi ancaman yang ada, termasuk kemungkinan kelompok-kelompok radikal yang mengarah pada terjadinya aksi-aksi terorisme," kata Afianto dalam sambutannya.

1.500 Pasukan TNI AD Ikuti Latihan Tempur Dalam Kota Yogyakarta - Foto 2
AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Afianto menuturkan, radikalisme adalah paham yang menghendaki adanya perubahan atau pembaharuan sosial politik secara drastis dengan paksaan atau kekerasan. Disinyalir, belakangan ini.

"Akhir-akhir ini disinyalir banyak bermunculan pengikut paham radikalisme yang memiliki paham keagamaan yang fanatik atau ekstrim dan dalam mengaktualisasikannya tidak jarang menggunakan kekerasan. Kondisi seperti ini harus kita antisipasi, jangan sampai kita kalah cepat," ucapnya.

Sebagai antisipasinya, TNI mengerahkan kinerja intel yang berkoordinasi dengan aparat teritorial. Pembinaan mental dan hukum, serta kehadiran Babinsa juga untuk meminimalisir berkembangnya radikalisme di tengah masyarakat.

Afianto tak memungkiri, latpurkota ini juga diselenggarakan untuk persiapan akan kemungkinan terjadinya perang modern di area perkotaan atau pemukiman. Sehingga, bukan hanya di wilayah hutan, pesisir pantai, atau kawasan jarang penduduk lainnya.

1.500 Pasukan TNI AD Ikuti Latihan Tempur Dalam Kota Yogyakarta - Foto 3
AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Bahkan, simulasi ini kata Afianto, bisa menjadi persiapan di tengah munculnya eskalasi konflik antar negara. Semua kemungkinan perubahan situasi dan ancaman diantisipasi melalui latpurkota ini.

Oleh karenanya, Afianto berharap latpurkota ini bisa digelar secara rutin dan berkesinambungan demi membekali pengalaman seluruh satuannya.

"Latihan pertempuran kota merupakan latian dalam bentuk satuan yang bertujuan untuk membina kemampuan tempur prajurit satpur agar senantiasa siap menghadapi tugas ke depan yang semakin kompleks. Kemampuan satuan dan masyarakat dalam pertempuran kota dianggap perlu dihadapkan pada lingkungan strategis dan perubahan spektrum ancaman yang ada saat ini," paparnya.

"Kemampuan pertempuran kota ini harus dimiliki seluruh satuan tempur jajaran Kodam IV/Diponegoro. Bukan hanya dimiliki pasukan khusus atau Raider," pungkas Afianto.[]