News

14 Oktober Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Dibuka, Sandiaga: Covid-19 Harus Terkendali

Sandiaga Salahuddin Uno kembali mengingatkan pentingnya protokol kesehatan ketat untuk mengantisipasi penularan virus corona atau Covid-19.


14 Oktober Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Dibuka, Sandiaga: Covid-19 Harus Terkendali
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (17/3). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kembali mengingatkan pentingnya protokol kesehatan ketat untuk mengantisipasi penularan virus corona atau Covid-19. Apalagi pada 14 Oktober Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akan dibuka.

Penanganan Covid-19 Indonesia memang telah menunjukkan hasil baik. Di mana Indonesia ditempatkan sebagai negara dengan peringkat tertinggi di Asia Tenggara dalam pemulihan Covid-19 menurut indeks Nikkei Asia edisi terbaru. 

Sandiaga memprediksi pembukaan Bandara Internasional Ngurah Rai akan memicu lonjakan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Atas dasar ini, dia ingin penerapan end to end CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) harus berjalan.   

"Protokol end-to-end CHSE yang harus kita pastikan. Jadi sejak pertama kali tiba wisman harus dipastikan sudah tervaksinasi, lalu kita perketat testing dan tracingnya, hingga karantina," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Selasa (12/10/2021).

Tak hanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Sandiaga mengatakan juga masih menggodok sejumlah hal seperti negara asal wisman, dan bentuk visa.

Mengenai bentuk visa, pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

 "Visa sedang digodok dan untuk tanggal 14 (Oktober) ini, menunggu arahan Kemenko Marves yang menugaskan Bapak Menteri Hukum dan HAM (Yasonna Laoly) untuk memformulasi kebijakan dari segi visa yang pas, yang cocok untuk uji coba ini," katanya.  

Sandiaga berharap beberapa hal yang disebutkan sebelumnya dapat difinalisasi dalam beberapa waktu mendatang. Ia juga mengimbau pelaku pariwisata agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.  

"Setelah itu, destinasi-destinasi wisata harus segera betul-betul all out untuk menggunakan kesempatan ini, jangan sampai lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai incremental steps yang bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan ini malah jadi pemicu peningkatan kasus baru Covid-19, apalagi sudah ada varian-varian baru yang teridentifikasi," kata Sandiaga.

Ia menegaskan bahwa kepatuhan protokol kesehatan untuk wisman yang masuk adalah non-negotiable atau tidak bisa ditawar. Apabila ada pelanggaran, ada tahap-tahap yang dilalui dengan deportasi sebagai akhirnya.[]