News

14 Kapal Perang 'Kepung' Pulau Bali Demi Amankan KTT G20

14 Kapal Perang 'Kepung' Pulau Bali Demi Amankan KTT G20
Awak KRI Bima Suci-945 menraik tali tambang saat akan bertolak menuju Tual, Maluku di pelabuhan Sabah, Malaysia, Senin (8/8/2022). KRI Bima Suci-945 bertolak menuju Tual, Maluku dengan menempuh perjalanan selama sembilan hari. (AKURAT.CO/ANTARA FOTO/Nova Wahyudi.)

AKURAT.CO Sebanyak 14 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022.

Sebanyak 14 kapal perang itu ditempatkan pada sektor-sektor strategis mengelilingi Pulau Dewata mulai Minggu, 13 November 2022.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, kapal perang itu sejatinya telah mulai melaksanakan pengamanan sejak 6 November hingga 19 November 2022.

baca juga:

"Salah satu tugasnya melaksanakan hailing terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah ALKI II dan memastikan setiap sektor aman serta tidak ada ancaman bahaya apapun," kata Yudo melalui keterangan resminya yang dikutip pada Senin (14/11/2022).

Sementara itu, Panglima Koarmada II Laksamana Muda TSNB Hutabarat selaku Komandan Satgas Laut mengatakan, pengamanan berlapis juga dilakukan mulai dari pantai hingga menuju laut.

"TNI AL yang merupakan Satuan Tugas Laut membagi kekuatannya berdasarkan sektor yang mengelilingi Pulau Bali, selain itu dilaksanakan juga pola pengamanan berlapis mulai dari pantai hingga menjauhi pantai menuju laut dan bersinggungan dengan pola sektor tadi," katanya.

Menurutnya, seluruh KRI merupakan kapal dengan kondisi siap tempur. Selain itu, TNI AL juga menerjunkan Pasukan Elit dari Kopaska, Taifib Marinir, serta Penyelam Dislambair.

"Bukan saja unsur kapal perang, guna menjamin keamanan laut pertemuan para pemimpin dunia ini, unsur udara TNI AL yang memiliki kemampuan Anti Kapal Selam saat ini telah siap digerakkan kapan saja dari atas KRI," katanya.

"Selain itu pasukan Pangkalan TNI AL telah mempertebal pengamanan di pelabuhan maupun lokasi strategis lainnya yang menjadi pintu masuk ke Pulau Dewata," sambungnya. []