News

13 Petugas Umrah Positif Covid-19 Usai Pulang dari Arab Saudi

Sejumlah tim pendahulu tersebut berangkat pada 23 Desember 2021 untuk memetakan kondisi dan mempersiapkan penyelenggaraan pelayanan umrah. 


13 Petugas Umrah Positif Covid-19 Usai Pulang dari Arab Saudi
Ratusan jemaah umrah (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Sebanyak 13 orang petugas umrah yang merupakan anggota Tim Advance dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terpapar virus Corona usai pulang dari Arab Saudi.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI), Syam Resfiadi.

"Terus terang saja kami dari tim advance ini sekitar 30 persen sudah terpapar," kata Syam Resfiadi.

baca juga:

Dia menerangkan pemberangkatan ke Arab Saudi terbagi atas beberapa rombongan yang jumlah anggota timnya berbeda-beda.

Sejumlah tim pendahulu tersebut berangkat pada 23 Desember 2021 untuk memetakan kondisi dan mempersiapkan penyelenggaraan pelayanan umrah. 

Namun, dia mengaku belum mengetahui apakah 13 orang tim advance itu terpapar varian omicron atau tidak. Sejauh ini, gejala yang dialami anggota PPIU mirip omicron dengan gejala ringan. Salah satunya yakni hanya batuk dan demam.

"Omicronnya belum tahu. Kami harus lihat dari Wisma Atlet. Hasilnya [keluar] dalam waktu dekat ini atau besok. Gejalanya memang seperti itu. Batuk, pilek, demam biasa saja. Ringan," terangnya.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, Syam mengatakan ada sekira 13 orang anggota tim pendahulu dari rombongan yang terkonfirmasi Covid-19 tengah menjalani karantina di Wisma Atlet Jakarta.

"Waktu di Saudi PCR-nya negatif tapi turun (dari pesawat) langsung positif, membingungkan kita. Kita tidak menduga atau mencurigai, tapi inilah yang terjadi sekarang," katanya.

Kendati demikian, Syam mengklaim seluruh tim advance umrah itu telah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat selama di Saudi.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

"Setiap jemaah yang ingin berangkat, selama tidak ditutup oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi harus taat prokes, itu jangan diabaikan," kata Syam.