News

13 Pesepak Bola Klub Portugal Terjangkit Varian Covid-19 Omicron

Kasus terjadi usai salah satu pemain kembali dari Afrika Selatan, negara di mana Omicron ditemukan minggu lalu.


13 Pesepak Bola Klub Portugal Terjangkit Varian Covid-19 Omicron
Portugal mengaku telah mendeteksi 13 kasus varian Omicron yang melibatkan pemain dan anggota staf klub sepak bola Lisbon Belenenses SAD (AFP/Patricia de Melo Moreira)

AKURAT.CO  Wabah varian Omicron dari Covid-19 disebut-sebut telah menjangkiti para pemain hingga anggota di klub sepak bola di Lisbon Belenenses SAD, Portugal.

Laporan itu mulai diungkap pada Senin (29/11), dengan menyebut jumlah yang terinfeksi mencapai 13 kasus. Menurut hasil awal dari lembaga kesehatan nasional Portugal (INSA), kasus terjadi usai salah satu pemain kembali dari Afrika Selatan, negara di mana Omicron ditemukan minggu lalu.

"Tes awal yang dilakukan di INSA, sangat menyarankan bahwa semua 13 kasus yang terkait dengan pemain Belenenses terkait dengan varian yang menjadi perhatian, yakni Omicron," kata INSA seperti dikutip dari Politico.

INSA mengaku kasus belum dikonfirmasi sepenuhnya, dan saat ini, pengurutan genom sedang dilakukan. Kendati demikian, institusi itu mengatakan bahwa nilai prediktif bahwa para pemain dan staf telah terjangkit Omicron adalah 'sangat tinggi'.

Klaster Omicron di klub tersebut sudah menjadi berita besar di Portugal. Ini terjadi terutama setelah pada Sabtu (27/11) malam, Belenenses harus turun dengan minim pemain saat melawan Benfica. Menurut laporan Reuters, saat pertandingan dimulai, jumlah pemain Belenenses yang turun ke lapangan hanya berjumlah sembilan orang. Dilaporkan ini karena anggota skuad lainnya diisolasi. Kemudian memasuki babak pertengahan, hanya tujuh pemain yang tersisa. 

Pertandingan akhirnya dihentikan dua menit setelah memasuki babak kedua dengan Benfica menang telak 7-0. Karena pertandingan tak imbang itu, laga antara Belenenses-Benfica dibanjiri kritikan internasional.

Seorang juru bicara klub mengatakan 44 pemain dan staf, termasuk dirinya sendiri, mengasingkan diri di rumah dan menunggu untuk mengulang tes.

"Dua atau tiga pemain dan dua atau tiga staf memiliki gejala, tetapi tidak ada yang terlalu serius, sisanya tidak menunjukkan gejala," tambahnya.

Sementara itu, pada Sabtu, Presiden Benfica dan Belenenses sama-sama telah memberikan keterangan melalui konferensi pers. Dalam pernyataannya, mereka mengaku tidak punya pilihan selain memainkan pertandingan atau berisiko dihukum karena 'ketidakhadiran yang tidak dapat dibenarkan'. Kedua klub Portugal itu juga menyalahkan liga dan Direktorat Jenderal Kesehatan Portugal (DGS) karena tidak membiarkan pertandingan ditunda.

Menanggapi itu, Kepala DGS Maria da Graca Freitas berdalih bahwa otoritas kesehatan tidak memiliki wewenang untuk menunda pertandingan. Menurut mereka, peranan otoritas hanya untuk menilai situasi Covid-19 dan menerapkan langkah-langkah seperti menempatkan orang dalam isolasi.

Hampir semua pemain telah divaksinasi tetapi masih tertular penyakit, katanya, menambahkan bahwa itu adalah kabar baik bahwa sebagian besar tidak menunjukkan gejala.

Kemudian terungkap bahwa bek Belenenses, Cafu Phete dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali dari tugasnya di Afrika Selatan pada 17 November.

Sementara diketahui, anggota Belenenses, termasuk Phete, sempat bermain melawan klub Caldas pada 21 November. Seorang juru bicara Caldas mengatakan mereka akan menguji pemain mereka.

Portugal menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Negara ini telah berupaya mengekang varian Omicron masuk ke negaranya. Pada minggu lalu, Portugal mengumumkan pemberlakuan kembali penguncian. Kemudian pada Senin (29/11), mereka  menangguhkan penerbangan ke dan dari bekas koloninya Mozambik.

Baca Juga: Badan Medis Afrika Selatan Beberkan Gejala Varian Omicron, Sebut Pasien Hanya Alami Gejala Ringan

Omicron, varian yang tinggi mutasi ini, telah dianggap para ilmuwan sebagai strain Covid-19 yang berpotensi sangat menular dari jenis lainnya. Setelah terdeteksi di Bostwana hingga Afrika Selatan, varian ini mulai bermunculan di sejumlah negara di dunia. Di antaranya termasuk Australia, Belgia, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, hingga Belanda.[]