Ekonomi

13 Perusahaan Cina Tanamkan Investasi di Sumatera Utara


13 Perusahaan Cina Tanamkan Investasi di Sumatera Utara
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung saat memberikan sambutan pada acara jamuan makan malam Pemerintah provinsi Sumatera Utara bersama Konsul Jenderal RRT Mr Sun Ang di Grand Aston Hotel, Sabtu malam (19/5). (AKURAT.CO/Damai Mendrofa)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Nurhajizah Marpaung menyebutkan, saat ini sudah sebanyak 13 perusahaan asal Cina menanamkan investasinya di Sumatera Utara.

"Kalau hingga saat ini ada 13 perusahaan RRT yang berinvestasi di Sumut, maka ke depannya bisa lebih banyak lagi dan termasuk kerja sama di bidang lain," ujar Nurhajizah pada acara jamuan makan malam bersama Konsul Jenderal RRT Mr Sun Ang di Grand Aston Hotel, Sabtu malam (19/5).

Dalam pertemuan ini, Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk kerja sama bisnis, seperti yang disepakati Pesiden RI Joko Widodo dan PresidenTiongkok Xi Jinping.

Dikatakan Wagub Sumut, 13 perusahaan RRT itu antara lain China Harbour Engineering Co Ltd yang berinvestasi pada proyek jalan Tol Medan - Bandara Kualanamu. Shanghai Electric Power Construction Co Ltd, yang berinvestasi pada proyek pembangkit listrik 2x150 di Kawasan Industri Medan. Serta Guangdong Power Engineering, yang menanamkan modalnya di proyek pembangkit listrik Pangkalan Susu tahap pertama 2x150 MW.

"Kerja sama antara RRT dan Sumut diharapkan semakin meningkat sejalan dengan semakin membaiknya hubungan Indonesia dan RRT," katanya.

Menurut dia kerjasama itu bukan hanya di sektor investasi, kendati juga diharapkan semakin meningkat di bidang perdagangan dan pendidikan.

"Pemprov Sumut berharap dapat mempererat kerja sama 'satu sabuk satu jalur dalam program koridor ekonomi komprehensif regional' yang sudah dijalani selama ini," ujar Wagubsu

Dikatakannya, hubungan erat Sumut dan RRT yang selama ini sangat baik ditandai antara lain dengan terbentuknya provinsi bersaudara yakni Sumut dan Guangdong. Pemprov Sumut berkomitmen tinggi terus berupaya meningkatkan iklim investasi yang bersahabat dan itu diharapkan dimanfaatkan RRT dan negara lainnya.

Konjen RRT di Medan Sun Ang mengatakan tahun 2018 merupakan peringatan ke 40 Reformasi Tiongkok. Perkembangan ekonomi Tiongkok terus membaik dimana dalam tiga dekade pertumbuhan ekonomi negara itu mencapai 7,1 persen. Pada 2017, PDRB Tiongkok sudah mencapai 82 triliun RMB.

"Hubungan RRT dan Indonesia sendiri terus membaik apalagi Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden RI Joko Widodo terus berupaya menumbuhkan kerja sama yang baik dalam segala bidang," katanya.

Dia menyebutkan, selama tujuh tahun berturut- turut Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Pada kuartal I 2018, volume perdagangan bilateral meningkat 28 persen dan Tiongkok tercatat merupakan sumber investasi asing utama di Indonesia.

Sun Ang menegaskan, sejalan dengan peningkatan hubungan baik Indonesia dan Tiongkok, maka Sumut juga menjadi salah satu daerah yang dianggap penting untuk menjalin kerja sama yang baik dalam segala bidang.

Jamuan makan malam sekaligus acara pertemuan bisnis itu juga dihadiri Ketua Badan Pariwisata Danau Toba Ary Prasetyo, para pengusaha dari Sumut dan Tiongkok, serta undangan lainnya. []