News

13 Hari Berlalu, 19.000 Warga Korban Banjir di Bogor Masih Mengungsi


13 Hari Berlalu, 19.000 Warga Korban Banjir di Bogor Masih Mengungsi
Warga berada di sekitar Bendung Katulampa di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (5/2). (ANTARA FOTO)

AKURAT.CO, Pasca-banjir dan longsor menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal tahun 2020.

Puluhan ribu jiwa dari puluhan kecamatan di Kabupaten Bogor harus mengungsi akibat bencana itu. Banjir dan longsor juga meninggalkan derita dan ketidakjelasan nasib para korban yang mengungsi, lantaran rumahnya tersapu atau rusak.

Tepat 13 hari berlalu, jumlah pengungsi yang kembali ke tempat tinggal saudaranya terus bertambah. Hari ini, Selasa (14/1/2020), sebanyak 1.618 jiwa pengungsi memilih melanjutkan hidupnya di rumah-rumah saudara mereka dengan menggunakan kendaraan seadanya.
Sebelumnya, para pengungsi tersebut banyak yang memilih mengungsi di beberapa posko terdekat seperti kantor desa, sekolahan dan masjid di lokasi bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, hingga saat ini terdapat 19.246 jiwa yang masih mengungsi.

"Sebagian pengungsi yang sebelumnya berada di posko memilih untuk tinggal di tempat saudaranya," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan di kantornya.

Jumlah pengungsi tersebut terdiri dari anak-anak, orangtua, bayi, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Jika dirinci, kata Yani, jumlah 19.246 jiwa pengungsi ini tersebar di tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Cigudeg berjumlah 1.212 jiwa, lalu Kecamatan Sukajaya, 12.724 jiwa, kemudian Kecamatan Nanggung, 5.310 jiwa.[]