News

11 Korban Gempa Cianjur Masih Hilang, Pencarian Diperpanjang Hingga Sabtu

11 Korban Gempa Cianjur Masih Hilang, Pencarian Diperpanjang Hingga Sabtu
Menko PMK Muhadjir Effendy memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Bencana-bencana Cianjur (Humas Kemenko PMK)

AKURAT.CO  Pemerintah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana pascagempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat selama tiga hari ke depan mulai hari ini, Kamis (1/12/2022).

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy pada Rabu (30/11/2022) malam. 

Sedianya, masa tanggap darurat gempa Cianjur berakhir kemarin. Namun, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengusulkan perpanjangan waktu lantarana ada laporan tambahan delapan korban hilang yang kemungkinan masih tertimbun longsor. 

baca juga:

"Memang saya tadi menyetujui untuk diperpanjang. Karena memang masih ada korban diduga yang belum bisa diketemukan, selain ada tambahan laporan dari warga yang nanti masih harus diverifikasi," katanya dalam keterangannya, tadi malam.

Berdasar data BNPB per 29 November, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi sebanyak 327 orang, 13 orang masih hilang dari sebelumnya lima orang. Tambahan delapan orang laporan dari kepala desa. 

Jika dalam perpanjangan masa tanggap darurat itu tak jua ditemukan, Menko PMK memohon agar keluarga korban mengikhlaskan.  

"Saya mohon ahli waris untuk mengikhlaskan. Karena tidak mungkin kita menunggu terus menerus dalam tahap tanggap. Ini karena sesuai arahan Presiden diupayakan kita segera mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi dalam waktu secepatnya," jelasnya.[]