Ekonomi

10 Perusahaan Termasuk HMS Langgar PPKM, BPJS Watch: Patuhi Ketentuan!

Menurut Timboel, tempat kerja menjadi klaster penyebaran Covid-19, tentunya ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah


10 Perusahaan Termasuk HMS Langgar PPKM, BPJS Watch: Patuhi Ketentuan!
Ratusan buruh pabrik berjalan pulang usai jam kerja di kawasan industri Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar berpendapat, tindakan yang diambil Satgas Covid-19 terhadap 10 perusahaan di Karawang, salah satunya HM Sampoerna sudah baik.

PT HM Sampoerna Tbk (HMS) menjadi salah satu dari 10 perusahaan yang dinilai telah melanggar aturan PPKM dan terkena sanksi Kejaksaan Negeri Karawang.

Sanksi yang dikenakan berupa denda dengan nilai variatif dari Rp5 juta sampai Rp15 juta

"Diharapkan sanksi ini dapat lebih mengingatkan seluruh perusahaan untuk mematuhi ketentuan yang ada, tidak melakukan pelanggaran lagi," kata Timboel Siregar dihubungi di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Terkait PPKM Darurat atau yang kini lebih dikenal sebagai PPKM level 4 saat ini diperpanjang lagi hingga 2 Agustus 2021. Timboel bilang bahwa perpanjangan ini dilakukan dengan pelonggaran bertahap di beberapa sektor dengan tetap melakukan protokol kesehaan 5 M. 

Warung makan, pedagang kaki lima (PKL) maupun lapak di ruang terbuka di wilayah PPKM Level 4, diizinkan buka sampai pukul 20.00 dengan maksimum waktu makan untuk tiap pengunjung 20 menit. 

Sementara, usaha kecil seperti toko kelontong, agen voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asonan, bengkel kecil, cuci kendaraan, dan usaha kecil lain, dapat buka sampai pukul 21.00 WIB. Dan pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari, buka seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat.

Timboel menilai, perpanjangan PPKM tingkat IV ini tidak mengubah kebijakan terhadap dunia usaha, yaitu sektor Kritikal, Esensial dan Non-esensial yaitu tetap seperti yang lalu. 

Sektor kritikal dapat bekerja di tempat kerja maksimal 100 persen, Esensial maksimal 50 persen dan non esensial 100 persen bekerja dari rumah.