News

10 Orang Tewas Akibat Penembakan 'Bermotif Rasis' di New York, Pelaku  Lakukan Live Streaming

Dilaporkan saat menembak itu, pelaku melakukan rekaman yang kemudian disiarkan langsung secara online.


10 Orang Tewas Akibat Penembakan 'Bermotif Rasis' di New York, Pelaku  Lakukan Live Streaming
Gambar dari lokasi penembakan massal di Buffalo, Ne York (AP)

AKURAT.CO  Teror penembakan massal kembali guncang negara bagian New York, Amerika Serikat (AS). Dalam kasus yang dicurigai berbau rasisme ini, 10 orang telah dinyatakan tewas, dan tiga lainnya cedera.

Diwartakan BBC, insiden itu terjadi pada Sabtu (14/5) siang, di mana seorang pria sambil mengenakan perlengkapan militer mendadak menyerbu sebuah supermarket yang sibuk di kota Buffalo. Dilaporkan saat menembak itu, pelaku melakukan rekaman yang kemudian disiarkan langsung secara online.

Tersangka diyakini telah berkendara selama beberapa jam untuk mencapai kota tersebut, yang didominasi oleh warga kulit hitam. Dalam aksinya, pelaku kemudian melepaskan tembakan dengan mayoritas target adalah orang keturunan Afrika-Amerika. 

baca juga:

Komisaris Polisi Buffalo Joseph Gramaglia mengungkap 11 dari 13 orang yang ditembak adalah warga kulit hitam.

Seorang sumber polisi juga menuduh bahwa selama penembakan, pelaku telah meneriakkan hinaan rasial kepada para targetnya.

Saat itu, polisi sedang menyelidiki kasus sebagai 'kejadian kebencian bermotif rasial', dengan seorang pria berusia 18 tahun telah ditangkap.

Tiga korban luka, yang semuanya bekerja di supermarket, tidak mengalami luka yang mengancam jiwa. Sementara itu, seorang pensiunan polisi yang bekerja sebagai penjaga keamanan menjadi salah satu korban tewas. Ia meninggal usai mencoba menembak tersangka.

"Dia keluar dari kendaraannya. Dia bersenjata lengkap. Dia memiliki perlengkapan taktis. Dia mengenakan helm taktis dan memiliki kamera yang menyiarkan langsung apa yang dia lakukan," kata Komisaris Polisi Buffalo Joseph Gramaglia kepada para wartawan.

Penembakan Bermotif Rasis Guncang New York, 10 Tewas, Pelaku  Lakukan Live Streaming - Foto 1
 Payton Gendron telah didakwa di pengadilan atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama-AP

Gramaglia mengatakan bahwa pelaku menyerahkan senjatanya usai ditahan. Dokumen pengadilan kemudian membeberkan identitas tersangka sebagai Payton Gendron, dari Conklin, New York. Gendron telah didakwa di pengadilan dengan pembunuhan tingkat pertama, di mana ia mengaku tidak bersalah.  Sementara, Jaksa Wilayah Erie John Flynn mengatakan tuduhan lebih lanjut masih dapat diajukan.

"Ini adalah mimpi buruk yang paling buruk, yang bisa dihadapi komunitas mana pun dan kami terluka."

"Kita tidak bisa membiarkan orang yang penuh kebencian ini memecah komunitas atau negara kita," kata Wali Kota Buffalo Byron Brown kepada wartawan.

Grady Lewis, yang menyaksikan serangan dari seberang jalan, mengatakan bahwa dia melihat pelaku melepaskan tembakan. 

"Saya melihat orang itu masuk, bergaya tentara, membungkuk, dan hanya menembaki orang-orang," katanya.

Shonnell Harris, yang bekerja di toko selama serangan, menambahkan bahwa ia mendengar lebih dari 70 tembakan sebelum akhirnya ia lari ke pintu belakang.

"Toko penuh. Saat itu akhir pekan. Rasanya seperti mimpi buruk," ucapnya kepada Buffalo News.

Kemudian pada hari Sabtu, Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan tersangka adalah 'supremasi kulit putih yang telah terlibat dalam aksi terorisme'.

"Ini adalah eksekusi gaya militer yang menargetkan orang-orang yang saat itu hanya ingin membeli bahan makanan di toko lokal," katanya saat mengunjungi Buffalo.

Presiden AS Joe Biden juga telah menyatakan keprihatinannya, hingga menyebut serangan itu sebagai 'hal yang menjijikkan'.

"Kejahatan kebencian bermotif rasial sangat menjijikkan bagi tatanan bangsa ini. Kita harus melakukan segalanya dengan kekuatan untuk mengakhiri terorisme domestik yang dipicu kebencian," kata Biden dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari BBC.[]