News

10 Kecamatan DKI Rawan Longsor, Warga Diminta Bersiap Diri!

BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat yang tinggal di 10 kecamatan rawan longsor untuk mewaspadai situasi darurat bulan depan.


10 Kecamatan DKI Rawan Longsor, Warga Diminta Bersiap Diri!
Longsor (Dokumentasi BNPB)

AKURAT.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat yang tinggal di 10 kecamatan rawan longsor untuk mewaspadai situasi darurat bulan depan. Sehingga saat bencana tiba, masyarakat tak lagi mencari-cari apa yang harus diselamatkan. 

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Muhammad Insyaf mengatakan, masyarakat yang tinggal di sepuluh kecamatan rawan longsor untuk harus mulai menyiapkan diri. Hal yang paling penting adalah dokumen penting. 

"Apabila curah hujan semakin tinggi, antisipasinya mempersiapkan dokumen penting dimasukan ke tas siaga bencana. Tas siaga bencana untuk menaruh dokumen penting, seperti ijazah, surat-surat rumah, sebagai antisipasi jika terjadi dampak buruk bisa cepat menyelamatkan diri," katanya saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (29/10/2021). 

baca juga:

Selain itu, masyarakat juga diminta aktif mencari informasi melalui media sosial. Sebab, kata dia, BPBD DKI akan selalu mengupdate informasi dari kanal media sosial BPBD. Begitu juga dengan BMKG. 

Peringatan dini adanya potensi pergerakan tanah yang bisa memicu tanah longsor, kata dia, harus juga diantisipasi oleh dinas-dinas terkait. Sehingga bisa meminimalisasi kemungkinan dampak kerusakan yang akan timbul akibat longsoran. 

"Perlu diantisipasi oleh dinas-dinas terkait yang ada di Pemprov DKI Jakarta, juga oleh pemerintah wilayah tentunya selaku kepala wilayah apabila terjadi pergerakan tanah. Jadi perlu antisipasi dari pihak kecamatan peringatan dini, antisipasi ke masyarakat," ujarnya. 

Berdasarkan data dari BPBD DKI, sepuluh kecamatan rawan pergeseran tanah zona sedang itu tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. 

Daerah di Jakarta Selatan yakni Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Kecamatan Pesanggrahan. 

Sementara untuk wilayah Jakarta Timur, pergeseran tanah diprediksi akan terjadi di Kecamatan Kramat Jati dan Kecamatan Pasar Rebo. BPBD DKI Jakarta meminta para lurah dan camat untuk mengantisipasi kemungkinan hadirnya bencana itu di bulan depan. 

Sebelumnya diberitakan, BPBD DKI mengeluarkan seruan waspada pergerakan tanah di bulan November. Pergerakan tanah yang potensial memicu longsor bisa terjadi bila intensitas hujan semakin tinggi dalam waktu lama. Sayangnya, Insyaf mengaku tak punya data jumlah warga yang tinggal di daerah lereng tebing dan pinggir sungai dengan kemiringan tanah. []