Rahmah

10 Kata-kata Bijak Habib Lutthfi bin Yahya tentang Kehidupan

10 Kata-kata Bijak Habib Lutthfi bin Yahya tentang Kehidupan
Habib Luthfi bin Yahya (matan.or.id)

AKURAT.CO Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya merupakan seorang ulama nasionalis keturunan  berkebangsaan Indonesia. Selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi juga menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah.

Dalam banyak ceramahnya, Habib Luthfi selalu menyampaikan pentingnya persatuan bangsa dan menjunjung tinggi jasa-jasa para pahlawan negeri ini yang telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Berikut adalah 10 kata-kata Bijak Habib Lutthfi bin Yahya tentang kehidupan:

baca juga:

  1. Sikap kedisiplinan dan kejuangan kita tidak hanya didasari sebagai tuntutan kedinasan, tetapi diwujudkan pengamalan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  2. Apabila kita tidak mau berpikir jauh tentang kecenderungan melunturnya kecintaan kepada para ulama dan tanah air, sulit dipertahankan lebih lanjut dengan apa yang sering kita dengungkan cinta tanah air NKRI harga mati.
  3. Kadang ketika memiliki istri muda, khawatir jangan jangan menjadi janda muda. Punya anak anak kecil, khawatir jangan jangan jadi anak yatim. Ketika Isroil datang memanggil, apakah kita sudah siap dengan bekal menghadap-Nya?
  4. Jangan sampai adanya corona ini menjadi sebab pemisah antara kita. Yang tadinya hatinya polos semakin timbul su'udzon, muncul prasangka buruk antar sesama anak bangsa.
  5. Tunjukan kalau kita menjadi anak bangsa yang kuat, berada dalam bangsa yang kuat, ketahanan nasional kita juga kokoh.
  6. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia, seperti Nabi juga bangga dengan kebangsaannya.
  7. Ayam bangkok itu, netes (lahir) di Indonesia, cari makan di Indonesia, tidurnya di Indonesia, matinya juga mungkin di Indonesia, tapi ia tidak pernah bangga dengan Indonesia, wong kemana-mana Bangkok terus.
  8. Wali Songo, walaupun mereka sudah tidak ada, sudah meninggal dunia, akan tetapi mereka masih bisa menggerakkan perekonomian umat dan mampu menjadi perekat umat Islam, lha kita yang masih hidup ini, apa yang bisa kita lakukan?
  9. Sesama wali quthub meski memiliki pangkat kewalian yang sama tetapi memiliki sirr atau rahasia yang berbeda. Salah satu hikmahnya adalah agar tidak ada kecemburuan diantara makhluk Allah.
  10. Jangan sekali-kali melupakan guru yang telah mengenalkanmu dzahir-dzahir syariat, terlebih guru mursyidmu yang telah membimbing-mu menuju Allah.[]