News

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi


10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi
Ilustrasi Satu Tahun Anies Pimpin Jakarta (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Anies Baswedan sudah setahun menjabat Gubernur DKI Jakarta. Dalam satu tahun dirinya terus merealisasikan janji-janji yang diumbarnya saat kampanye.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dilantik 16 Oktober 2017 oleh Presiden Joko Widodo. 

Selama menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta membuat Anies Baswedan harus menuntaskan seluruh janjinya saat kampanye.

Beberapa capaian dari janji-janji Anies Baswedan sudah terpenuhi meski dirinya tak lagi berduet dengan Sandiaga Uno.

1. DP 0 Rupiah

Meski sempat menuai polemik, program Hunian DP 0 Rupiah akhirnya diluncurkan Anies Baswedan di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat 12 Oktober 2018.

Peluncuran Program Hunian DP 0 Rupiah ini berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Melalui fasilitas pembiayaan uang muka dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, warga bisa mendapatkan hunian dengan langsung mencicil biaya bulanan.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 1
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.. AKURAT.CO/Herry Supriatna

"Program ini merupakan kepedulian Pemprov DKI Jakarta terhadap keadilan seluruh masyarakat Jakarta. Fasilitas pembiayaan uang muka dari Pemprov DKI Jakarta ini bisa membantu keterbatasan sebagian masyarakat memperoleh rumah karena adanya down payment (DP)," ujar Anies Baswedan.

Anies juga menjelaskan nama dari Program Hunian DP 0 Rupiah ini, yaitu SAMAWA, (Solusi Rumah Warga).

“Samawa ini terminologi yang Insya Allah kalau kita dengar, langsung tahu maknanya. Maknanya adalah sebuah tempat yang di sana ada kedamaian, ada cinta kasih, ada kebahagiaan, ada ketenangan. Jadi, program ini harapannya membuat ketenangan bukan saja bisa punya rumah, tapi rumah yang ditempati kemudian menghasilkan sebuah suasana keluarga yang Samawa tadi, Solusi Rumah Warga,” ungkap Anies.

2. Reklamasi Teluk Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan sejumlah proyek pulau reklamasi yang berada di Teluk Jakarta Utara. Total ada 13 pulau dari 17 pulau imitasi dicabut izin pembangunannya.

Pencabutan izin proyek reklamasi keluar Rabu 26 September 2018. "Reklamasi bagian dari sejarah tapi bukan bagian dari massa depan Jakarta," kata Anies Baswedan di Balai Kota beberapa waktu lalu.

Anies Baswedan menjelaskan pencabutan izin pulau reklamasi ini dilakukan setelah Pemprov DKI melakukan verifikasi keabsahan keberadaan pulau-pulau tersebut.

"13 pulau yang sudah mendapatkan izin untuk reklamasi. Setelah kita lakukan verifikasi maka gubernur secara resmi mencabut seluruh izin pulau-pulau reklamasi tersebut," ujarnya.

Berikut daftar Izin pulau reklamasi yang dicabut.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 2
Gubernur DKI Jakarta Meninjau Pulai Reklamasi Telu. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

1). Keputusan Gubernur No.1409 tahun 2018 tentang Pencabutan Beberapa Keputusan Gubernur Tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi (Pulau F, H dan i)

2). Keputusan Gubernur No.1410 tahun 2018 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur Nomor 2485 Tahun 2015 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K kepada PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk (Pulau K).

3). Surat Gubernur No. 1037/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 tentang Pencabutan Surat Gubernur tanggal 21 September 2012 Nomor 1282/-1.794.2 dan Surat Gubernur tanggal 18 Februari 2015 Nomor 188/-1.794.2 (Pulau P dan Pulau Q)

4). Surat Gubernur No. 1038/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 tentang Pencabutan Surat Gubernur tanggal 21 September 2012 Nomor 1281/-1.794.2 (Pulau O)

5). Surat Gubernur No. 1039/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 tentang Pencabutan Surat Gubernur tanggal 21 September 2012 Nomor 1289/-1.794.2 (Pulau A dan B)

6). Surat Gubernur No. 1040/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 tentang Pencabutan Surat Gubernur tanggal 21 September 2012 Nomor 1283/-1.794.2 (Pulau M)

7). Surat Gubernur No. 1041/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 tentang Pencabutan Surat Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tanggal 21 September 2012 Nomor 1276/-1.794.2 dan Surat Gubernur tanggal 21 September 2012 Nomor 1275/-1.794.2 (Pulau i, J dan L)

8). Pulau E sudah dibatalkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.SK.356/Menlhk/Setjen/Kum.9/5/2016.

3. Realisasi Taman Benyamin Sueb

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Taman sekaligus Museum Benyamin Sueb, di Jatinegara, Jakarta Timur pada Sabtu 22 September 2018.

Taman Benyamin Sueb merupakan salah satu janji politiknya kala kampanye Pilkada DKI. Namun, saat meresmikan Anies Baswedan tidak didampingi wakilnya, mengingat Sandiaga Uno telah resmi mengundurkan diri sebagai wagub DKI.

"Alhamdulillah yang kita janjikan dalam kampanye kemarin, yakni mendirikan Taman Benyamin Sueb itu tunai," kata Anies Baswedan.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 3
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Tam. AKURAT.CO/Herry Supriatna

Anies mengatakan Taman sekaligus Museum Banyamin Sueb menjadi tempat penyimpanan koleksi atau barang yang pernah digunakan oleh komedian asli Betawi tersebut.

"Taman Benyamin Sueb ini kita menyimpan memorable koleksi Benyamin Sueb dari keluarga yang akan dirawat di sini, kita ingin masyarakat Betawi memanfaatkan, kebudayaan itu bukan hanya dilestarikan, tapi dikembangkan," tuturnya.

4. Menutup Operasional Alexis

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menepati janjinya terkait menutup Hotel Alexis, Pademangan, Jakarta Utara. Pemprov DKI Jakarta resmi menutup Hotel Alexis, di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu 28 Maret 2018.

Pemprov DKI Jakarta mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) semua jenis usaha PT Grand Ancol Hotel atau kerap disebut Alexis. Penutupan ini dilakukan setelah Pemprov DKI mendapati beberapa pelanggaran di tempat hiburan malam tersebut.

Menurut Anies Baswedan, PT Grand Ancol Hotel telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2015 pasal 14 tentang kepariwisataan.

Dia telah mengirim surat kepada pimpinan Alexis pada Jumat 23 Maret 2018 terkait pencabutan TDUP tersebut.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 4
Penutupan Alexis. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

"Butuh waktu 5 kali 24 jam dan apabila besok belum dilakukan penutupan maka Pemprov DKI akan melakukan penindakan," tegas Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 27 Maret 2018.

Alexis pun meminta maaf melalui spanduk. Dia memastikan tempat usahanya ditutup. Berikut isi tulisan spanduk tersebut,

"Bersama ini kami menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu atas gaduhnya pemberitaan yang terjadi selama beberapa bulan belakangan ini,"

"Demi menghindari polemik yang berkepanjangan terhadap kegiatan di tempat usaha kami, maka bersama ini kami memutuskan terhitung mulai hari Rabu, 28 Maret 2018, seluruh kegiatan usaha di dalam lokasi Jalan RE Martadinata No 1 kami hentikan dan tidak beroperasi lagi." Isi spanduk tersebut.

5. Membangun skybridge di Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan proses pembangunan Skybridge di Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat akan selesai awal Oktober 2018.

Anies menuturkan bahwa proses lelang sudah berjalan. Selain itu, ia mengatakan, pihak Pemprov DKI terus melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian dan Ombudsman, serta pihak-pihak terkait lainnya.

"Minggu lalu pertemuan terakhir mereka, insya Allah konstruksi akan dimulai awal Agustus dan diharapkan akan tuntas seluruh konstruksinya awal Oktober," kata Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa 24 Juli 2018.

Oleh karenanya, ia menjanjikan Oktober 2018 Skybridge sudah bisa digunakan oleh para pedagang. "Jadi Oktober Insyaallah skybridge di Tanah Abang sudah bisa digunakan," ungkap dia.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 5
Skybridge Pasar Tanah Abang. AKURAT.CO/Sopian

Pembangunan Skybridge molor

Pembangunan Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang Jakarta Pusat dipastikan molor.

Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho menuturkan, mulanya proyek Pemprov DKI yang dikerjakan PD Sarana Jaya ditagetkan 15 Oktober siap digunakan. Namun, pembangunan proyek tersebut baru mencapai 80 persen. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta menambah waktu pengerjaan pembangunan hingga 30 Oktober.

"Targetnya tadinya 15 Oktober sudah bisa dipergunakan penuh, tapi karena pertimbangan safety segala macam, mereka minta supaya ada penambahan waktu sampai tanggal 30 Oktober itu untuk skybridge-nya ya untuk finishing," kata Teguh Nugroho kepada AKURAT.CO, Senin 15 Oktober 2018.

6. Kartu Lansia Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membagikan 12.141 Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di RPTRA Pulo Gundul Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa 8 Mei 2018.

Anies Baswedan menjelaskan, pemberian KLJ dilakukan 2 tahap. Tahap pertama digelar hari ini dengan memberikan bantuan Rp1,2 juta. Sedangkan Tahap II akan disalurkan menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada 2.379 lansia, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 14.520 lansia

"Para lansia ini akan menerima Rp600 ribu per bulan, dan yang dibagikan sekarang ini di rapel 2 bulan. Bulan April dan bulan Mei. Mereka menerima suatu Rp1,2 juta bulan ini," ujar Anies Baswedan.

Anies Baswedan melanjutkan, pemberian KLJ ini perdana dilakukan pada 2018. Penyaluran bantuan dilakukan Bank DKI, ia pun mengingatkan agar pelayanan ini dilakukan dengan sepenuh hati.

"Tadi saya sampaikan pada semua bahwa nomer satu layani orang tua ini dengan sepenuh hati, dengan baik hati dan pastikan mereka semua bahagia dalam prosesnya. Baik kepada dinas sosial maupun bank DKI," paparnya.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 6
Lansia Jakarta. AKURAT.CO/Arief Munandar

Sementara kriteria penerima KLJ sebagai berikut:

a. Berusia 60 tahun ke atas.

b. Berdomisili di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

c. Tidak memiliki sumber penghasilan tetap atau miskin sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya;

d. Sakit telah menahun dan/atau hanya bisa berbaring di tempat tidur, sehingga tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari;

e. Terlantar secara psikis dan sosial.

7. Pelican Crossing

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pelican crossing yang berada di halte TransJakarta Bank Indonesia (BI) Thamrin Jakarta Pusat, Selasa 4 September 2018.

Sebelum meresmikan, Anies Baswedan sempat menjajal pelican crossing tersebut dengan mendorong kaum difabel.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa meresmikan jalur baru untuk para pengguna TransJakarta. Kita coba ubah bertahap satu per satu, dan ini yang pertama. Haltenya dibuatkan ram, lalu ramnya disambungkan dengan pelican crossing," ujar Anies Baswedan.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 7
Pelican Crossing. AKURAT.CO/Yohanes Antonius

Anies Baswedan mengatakan, selama ini untuk menuju halte TransJakarta para penggunanya harus menaiki JPO yang cukup tinggi. Untuk itu dirinya ingin merubah cara tersebut bertahap agar fasilitas umum di Jakarta semakin ramah untuk semua kalangan masyarakat.

"Ini kita lakukan untuk memastikan bahwa Jakarta semua fasilitas (umumnya) ramah bagi semua warganya, baik yang menyandang disabilitas, orangtua, ibu mengandung atau pun orang-orang kebutuhan khusus lainnya. Termasuk juga bagi para warga Jakarta secara umum," ungkapnya.

8. Program OK Otrip jadi Jak lingko

Pemprov DKI Jakarta akan meluncurkan program One Karcis One Trip (OK Otrip) 14 Desember 2017 Peluncuran program yang digagas Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta.

Menurutnya, OK Otrip nantinya dapat digunakan untuk empat jalur perjalanan. Keempat jalur tersebut berada di Duren Sawit di Jakarta Timur, Grogol di Jakarta Barat, Lebak Bulus di Jakarta Selatan, dan Warakas di Jakarta Utara.

Jak Lingko

Anies Baswedan mengganti nama program unggulannya, One Karcis One Trip (OK Otrip) menjadi Jak Lingko. Anies menuturkan, Lingko adalah nama persawahan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lingko menyerupai jaring laba-laba. Anies Baswedan mengartikan Lingko sebagai jaringan atau integrasi.

"Aliran sawah di Nusa Tenggara Timur juga menggunakan Lingko, sistem seperti jejaring laba-laba. Kita ingin nama itu mencerminkan maknanya," kata Anies dalam peluncuran Jak Lingko di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 8 Oktober 2018.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menegaskan bahwa sistem OK Otrip tetap berjalan. Perubahan nama tidak berpengaruh kepada sistem yang telah dibuatnya.

"Kita ingin nanti Jakarta sistem transportasinya tersambungkan, transportasi moda angkutan umum massal yang mikrobus, medium, yang besar, LRT, MRT, tersambung semua," ujarnya.

9. KJP Plus

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk semua tingkatan sekolah di Ibu kota. Program KJP ini diadopsi dari program yang diinisiasi Gubernur terdahulu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Selama masih menjabat sebagai wakil gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pemegang KJP plus bisa mencairkan dan dana bantuan itu.

Di era Ahok dana KJP hanya digunakan dalam bentuk non tunai yang dipergunakan untuk membayar uang sekolah dan berbelanja perlengkapan sekolah seperti seragam dan alat tulis. "Ada porsi yang bisa ditarik tunai," kata Sandiaga Uno di Jakarta Jumat 8 Juni 2018.

Untuk tingakatan sekolah dasar (SD) pemrov DKI memberikan dan sebasar Rp250.000 perbulan. sebelumnya untuk tingkatan SD hanya mendapatkan dana sebesar Rp210.000 untuk satu siswa pemegang KJP.

Sandiga beralasan pihaknya memperbolehkan pemegang KJP untuk mencairkan dana secara tunai karena mendapat masukan dari masyarakat. dana tunai KJP itu sangat dibutuhkan untuk uang saku para siswa pemegang KJP.

10 Janji Kampanye Anies Baswedan yang Telah Terpenuhi - Foto 8
Kartu Jakarta Pintar. AKURAT.CO/Sopian

"Untuk penyiapan anak-anak bersekolah. mungkin sarapan pagi, mungkin untuk transportasinya, karena transportasi kitakan 30 persen dari penghasilan kita. sangat tinggi. mungkin untuk penyiapan pelajarannya, ada kursus yang diluar yang ditidak ditanggung," ujarnya.

10. Revitalisasi Pasar Tradisional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa 14 Agustus 2018 pagi meresmikan revitalisasi Pasar Kramat Jati, yang baru rampung dikerjakan.

Dengan revitalisasi pasar yang memakan biaya sebesar 26 Miliar. Anies Baswedan mengatakan dirinya menitipkan pasar Kramat Jati kepada PD Pasar Jaya untuk menata dan mejaga pasar tertua di Jakarta ini.

Anies menjelaskan tujuan peremajaan pasar yang beroperasi selama 1 x 24 jam ini untuk meningkatkan kegiatan pasar tradisional dengan tata cara modern.

"Dan bagi masyarakat silakan datang ke pasar Kramat Jati. rasakan bedanya dan harapannya kesejahteraan akan meningkat baik bagi berjualan maupun mereka yang ada di sekitar pasar kramat jati," ujar Anies Baswedan.[]