News

1 Miliar Penduduk China Telah Divaksin Covid-19, Sedikit Lagi Capai Kekebalan Kawanan

Artinya, 71 persen penduduk China telah divaksin lengkap Covid-19, mendekati target 80 persen kekebalan kawanan.


1 Miliar Penduduk China Telah Divaksin Covid-19, Sedikit Lagi Capai Kekebalan Kawanan
China kemungkinan menargetkan 80 persen populasinya telah divaksin Covid-19 pada akhir tahun untuk mencapai kekebalan kawanan. (AFP)

AKURAT.CO, China telah memvaksinasi lengkap lebih dari 1 miliar orang terhadap virus corona, menurut data resmi pada Kamis (16/9). Angka ini setara dengan 71 persen populasinya.

Dilansir dari AFP, negara ini merupakan tempat pertama kalinya virus corona terdeteksi, tetapi berhasil mengendalikannya dengan menutup perbatasan. Namun, vaksinasinya baru dikebut ketika muncul wabah baru di bagian tenggara.

"Pada 15 September, 2,16 miliar dosis vaksin telah diberikan secara nasional," ungkap juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng.

Pemerintah belum mengumumkan secara terbuka target cakupan vaksinasi. Namun, menurut ahli virologi terkemuka, Zhong Nanshan, negara itu kemungkinan akan memvaksinasi 80 persen populasinya pada akhir tahun untuk mencapai kekebalan kawanan.

Saat ini, wabah varian Delta melanda provinsi tenggara Fujian. Terhitung, hampir 200 orang terinfeksi di 3 kota. Puluhan di antaranya adalah siswa sekolah. Klaster Fujian menjadi pantulan terbesar dalam beberapa pekan setelah negara itu menyatakan varian Delta terkendali dalam tes dengan pendekatan 'kasus nol' terhadap pandemi.

Menurut otoritas, pasien nol dalam klaster itu diduga merupakan seorang pria yang baru saja kembali dari Singapura ke kota Putian. Ia awalnya dites negatif, tetapi kemudian mengalami gejala setelah menyelesaikan karantina 14 hari.

Putra pria itu yang berusia 12 tahun dan seorang teman sekelasnya menjadi 2 di antara pasien pertama yang terdeteksi dalam klaster pekan lalu. Ini terjadi tak lama setelah masa sekolah baru dimulai. Varian itu lantas menyebar melalui ruang kelas dan menginfeksi lebih dari 36 anak, termasuk 8 siswa TK.

Meski program vaksinasinya mencakup anak berusia 12-17 tahun, sebagian besar anak kecil tetap tidak divaksinasi di China. Akibatnya, dikhawatirkan wabah terbaru Fujian ini dapat menyerang kalangan paling rentan dengan angka yang tak wajar.

Otoritas pun bergegas menghentikan wabah dengan lockdown spesifik, pembatasan perjalanan, tes massal, dan penutupan sekolah sebelum libur umum 1 Oktober mendatang, puncak pariwisata selama seminggu.

Sementara itu, kemanjuran vaksin China mencapai hampir 60 persen melawan varian Delta. Antibodi pun dapat meningkat dengan suntikan booster, menurut keterangan Zhong.

Negeri Tirai Bambu juga berlomba untuk memproduksi sendiri vaksin mRNA, yang teknologinya diyakini lebih efektif melawan varian Delta. 'Kandidat' dari Sinopharm pun saat ini sedang dalam pengembangan. []