image
Login / Sign Up

Masjid Jami Tambora Dibangun Dua Orang Penentang Kompeni

Herry Supriyatna

Masjid Tua di Jakarta

Image

Masjid Jami Tambora | AKURAT.CO/Herry

AKURAT.CO, Masjid Jami Tambora yang terletak di Tambora, Jakarta Barat adalah salah satu masjid tertua di Ibu Kota. Masjid tersebut tepat berada di pinggir kali Krukut. Masjid yang kini berusia lebih dari 300 tahun itu memiliki luas bangunan 435 meter persegi yang berdiri di atas tanah seluas 555 meter persegi.

Terlihat, masjid berbentuk empat persegi panjang dan halaman depan masjid diberi keramik. Nama Masjid Jami Tambora sendiri, merujuk kepada nama Gunung Tambora di pulau Sumbawa provini Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan daerah asal dari pendiri masjid, KH Moestoyib, Ki Daeng. Saat ini, Masjid Jami Tambora dikelola oleh Yayasan Masjid Jamik Tambora yang didirikan pada 1959 dan diketuai oleh Haji Memed.

baca juga:

Masjid Tua di Jakarta. AKURAT.CO/Herry

Sejarah Masjid Jami Tambora

Masjid Jami Tambora didirikan oleh KH Moestoyib, Ki Daeng pada 1761. Mereka berasal dari Makasar dan lama tinggal di Sumbawa, tepatnya di kaki Gunung Tambora. Pada zaman penjajahan mereka terkenal membangkang kepada Kompeni. Alhasil, KH Moestodijb dan Ki Daeng dikirim ke Batavia --kini Jakarta-- dan dihukum kerja paksa selama lima tahun.

Setelah masa hukuman berakhir, KH Moestodjib dan Ki Daeng akhirnya menetap di Batavia. Setelah tinggal dan mulai berkenalan dengan banyak ulama, akhirnya terbersit ide untuk membuat masjid sebagai bentuk syukur karena telah bebas dari jeratan Kompeni. Akhirnya berdirilah sebuah masjid di tepi kali Krukut pada 1761.

Terkait posisi masjid yang berada di pinggir kali Krukut, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Tambora, Zaenal Arifin, dikarenakan saat itu kali Krukut masih jerbih sehingga bsiandigunakan untuk berwudhu.

"Jadi zaman dulu kali Krukut itu airnya bening, selain buat mandi bisa juga buat berwudhu," katanya di lokasi, Sabtu (25/5/2019).

Selain untuk tempat beribadah, Masjid Jami Tambora juga kerap digunakan oleh para pemuda untuk melakukan pertemuan dan menyusun strategi guna melawan Belanda. "Pas masa revormasi, masjid juga digunaka oleh pemuda kala itu buat berkumpul dan mencari cara agar bisa mengalahkan penjajah," ujar Zainal.

Masjid Tambora. AKURAT.CO/Herry Supriyatna

Dua makam yang berada di halaman depan Masjid Jami Tambora

Zainal Arifin mengatakan, keudanmaoan yang berada di halaman masjid adalah makan dari pendiri masjid, yakni KH Moestodjib dan Ki Daeng. Menurut dia, kedua pendiri tersebut meninggal sekitar 1836.

Hingga saat ini, kedua makam tersebut masih sering diziarahi oleh orang yang berkunjung ke masjid. Meski diketahui banyak yang melakukan ziarah, namun pihak masjid menegaskan makam tersebut bukan untuk orang meminta sesuatu yang mengarah ke syirik.

"Nggak, kedua makam ini bukan untuk yang begitu-begituan," kata Zainal.

Sementara itu, dihimpun dari berbagai sumber, ada perbedaan pendapat antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pariwisata dengan sejarawan Belanda Adolf Heuken SJ, dalam bukunya yang berjudul Masjid-Masjid Bersejarah di Jakarta.

Dalam bukunya Adolf mengatakan makam itu adalah makam Muhammad Djabbarti, seorang guru Agama Islam asal Sudan, Afrika Utara. Namun menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pariwisata itu adalah makam KH Moestojib dan Ki Daeng,

Akan tetapi, Adolf Heuken tidak percaya, lantaran tidak ada info yang jelas tentang KH Moestoyib dan Ki Daeng.

Masjid Tua di Jakarta. AKURAT.CO/Herry

Arsitektur Masjid Jami Tambora

Ketika pertama kali datang, Masjid Jami Tambora terlihat biasa saja, seperti masjid kebanyakan di Jakarta. Namun, ketika memasuki pintu utama masjid, suasana "old" sangat kentara sekali.

Pintu pertama berwarna merah pada Masjid Tambora ini bergaya khas Tionghoa. Sedangkan di dalam ruangan utama masjid terdiri atas tiang-tiang, mihrab, dan mimbar.

Tiang yang terdapat dalam ruang utama ada empat buah dan merupakan tiang utama (saka guru) bergaya arab, menggambarkan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Pada bagian barat dari ruang utama terdapat semacam relung yang dinamakan mihrab. Bentuk atas mihrab menyerupai bentuk kubah, diatasnya terdapat tulisan angka Arab di kanan dan kiri yaitu angka 11 dan 81. Di utara (kanan) mihrab terdapat mimbar.

"Di sini juga ada aula, ruang sekretariat remaja masjid, ruang koperasi, dan ruang marbot," kata Zainal.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Hiburan

Sang Kakak Ungkap Tata Janeeta Bersedih Setelah Resmi Bercerai

Image

Ekonomi

Peringkat Jakarta untuk Kategori Kota Berbiaya Hidup Termahal, Naik

Image

News

Mulut Dijahit, Penabrak PPSU Cantik Masih Dirawat di Puskesmas Kelapa Gading

Image

Hiburan

Resmi Bercerai, Tata Janeeta Gak Tuntut Harta Gono - Gini dari Mehdi Zati

Image

Hiburan

Tata Janeeta dan Mehdi Zati Resmi Cerai Lewat Putusan Verstek

Image

News

Pemilu 2019

Da'i Muda Jakarta Tolak Politisasi Halal Bihalal di Halaman Gedung MK

Image

News

Banser Gelar Aksi Protes Kehadiran Felix Siauw di Balai Kota

Image

News

Felix Siauw Bersyukur Pemprov DKI Terbuka dan Tak Percaya Isu Dirinya Pendukung Khilafah

Image

News

Isi Kajian di Masjid Pemprov DKI, Ustaz Felix Siauw Tegaskan Tidak Anti NKRI

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ramadan

Gerak Cepat, 5 Zodiak Paling Lahap saat Halal Bihalal Kantor

Ada zodiakmu nggak nih?

Image
Ramadan

5 Hal yang Dijamin Bikin Kamu Kangen Berat setelah Ramadan Usai

Yang nomor 5 pasti paling bikin rindu

Image
Ramadan

5 Menu Kuliner Khas Daerah Saat Rayakan Idulfitri

Tertarik mencoba?

Image
Ramadan

Warga Yaman Sambut Idulfitri di Tengah Kemiskinan dan Perang

Image
Ramadan

5 Momen Seru yang Cuma Bisa Kamu Temukan saat Hari Raya Idulfitri

Hanya pada saat Idulfitri, semua varian menu masakan terlezat dihidangkan di atas meja makan.

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Berbagi Berkah Ramadan, Satgas Yonif 755 Bagikan Sembako kepada Warga Asmat

"Pembagian sembako gratis ini merupakan wujud kepedulian kita (Satgas) kepada masyarakat di Kabupaten Asmat"

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Kumandang Takbir Menggema Seantero Biak Numfor

Hingga jam 20.00 WIT, keamanan di kota Biak sekitarnya kondusif.

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Pedagang Mamin di Terminal Kp. Rambutan Kehilangan Omset Jutaan Rupiah

"Tahun lalu bus terlambat jadi banyak yang menginap, kalau sekarang bus lancar jadi jarang ada yang beli"

Image
Ramadan

Tak Perlu Beli, 4 Tips Agar Pakaian Lamamu Tampak Baru

Dijamin kamu tetap tampil 'baru'

Image
Ramadan
Mudik 2019

H-2 Lebaran, Jumlah Penumpang di Lebak Bulus Terus Menurun

"Karena banyak yang ikut mudik gratis dan ada yang menggunakan mobil pribadi ya"

trending topics

terpopuler

  1. Amnesty Internasional Surati Jokowi Minta Kasus Penyiksaan Terhadap Peserta Aksi 22 Mei Polisi Diselidiki

  2. Gaya Perming Rambut Seperti Apa yang Hits di Korea?

  3. Didorong Sampai Tujuan, Aksi Driver Grab dan Gojek Saling Bantu Mengantar Pelanggan

  4. Bakal Gelar Tedhak Siten, Ardina Rasti Belanja di Toko MR.DIY

  5. Nadirsyah: Ada Netizen Ngomel Saya Ikut Bahas Soal MK, Nyinyir Sejak Kapan Saya Jadi Ahli Hukum

  6. Mengapa Rajin Diet tapi Tetap Gemuk?

  7. Huawei Rilis EMUI 9.1 untuk Android Pie Indonesia, Apa Saja Fiturnya?

  8. Gaya Rambut Perming ala Korea Makin Diminati Wanita Indonesia

  9. Kejagung Usut Keterlibatan Wali Kota Manado Kasus Dana Hibah Banjir

  10. KPK Ingatkan Lukman dan Khofifah Hormati Proses Persidangan

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude