image
Login / Sign Up

Ramadan Pintu Ampunan

Kultum Ramadan

Image

Umat muslim membaca ayat Alquran menggunakan aplikasi seluler di Masjid Agung At-Tin, Jakarta, Rabu (23/5). Pada Bulan Ramadan umat muslim memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Alquran dan melaksanakan salat-salat sunah di masjid | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Salah satu bentuk misrepresentasi ajaran Islam di dunia Barat umumnya adalah bahwa Islam itu agama kebencian dan kekerasan. Konsep ketuhanan kerap kali ditampilkan sebagai Tuhan yang kasar, bengis, tiada belas kasih.

Kebodohan atau terkadang juga kebohongan ini sengaja dipromosikan untuk menumbuhkan rasa takut, bahkan kebencian kepada Islam. Didukung oleh prilaku segelintir orang yang mengaku Muslim yang memang demikian, semakin meyakinkan mereka jika Islam itu demikian adanya.

Padahal jika dikaji semua aspek ajaran agama ini, mulai dari konsep teologisnya, amalan ritual, hingga ke muamalahnya mengajarkan kasih sayang itu. Sholat dimulai dengan takbir, mengakui kebesaran Ilahi. Tapi sholat juga harus diakhiri dengan salam. Sebuah komitmen kedamaian dan perdamaian yang sejati.

baca juga:

Tuhan yang Maha Kasih dalam akidah Islam, salah satunya terefleksi dalam bentuk pengumpunanNya. Bahwa Allah SWT yang Maha menguasai langit dan bumi itu membuka pintu-pintu “pengampunan” dan “taubat” bagi semua hambaNya yang ingin dan Sungguh-Sungguh untuk mendapatkannya.

Saya menekankan kata “ingin dan Sungguh-sungguh” karena taubat akan diberikan dengan komitmen penuh. Al-Quran menegaskan: “dan bergegaslah kalian kepada ampuna Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan bagi orang-orang yang bertanya”. (Al-Quran).

Kata bergegas mengindikasikan keseriusan dan kesungguhan, serta mujahadah dalam meraih magfirah Allah SWT. Maknanya jika ingin diampuni kejarlah ampunan itu.

Kecintaan Allah yang tiada batas itu terwujud dalam sebuah deklarasi pengampunan: “Katakan Wahai hamba-hambaKu (ibaadiya) jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa-dosa. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.

Ayat ini menyampaikan beberapa penekanan penting: Pertama, bahwa kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya begitu sangat dalam, bahkan tiada batas. Allah memanggil mereka yang melakukan dosa dengan panggilan kasih: wahai hamba-hambaKu”. Mereka yang telah melampaui batas (asrafuu). Luar biasanya Allah masih memanggil mereka dengan panggilan yang termulia. Menurut para ulama, panggilan ini adalah panggilan yang menunjukkan penghormatan yang tinggi. Sebagaimana Allah menyebut RasulNya, “asraa bi abdihi” dalam sejarah al-Isra.

Kedua, Mereka yang melakukan dosa disebut “asrafuu” atau melampaui batas dan berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa agama itu jika dijalankan sebagaimana mestinya maka sangat sejalan dengan kebutuhan dan tabiat manusia. Di saat agama tidak dijalankan sebagaimana mestinya maka terjadi prilaku “melampaui batas” tabiat kemanusiaan.

Ketiga, Ungkapan “jangan Berputus asa dari kasih sayang Allah” menunjukkan bahwa diampuninya kita bukan karena usaha kita semata. Bukan pula karena sekedar ibadah yang kita lakukan. Tapi semuanya karena semata “rahmat Allah”.

Keempat, Pada ungkapan “Sungguh Allah mengampuni semua dosa” memaknai bahwa tiada dosa yang tak terampunkan dengan Rahmat Allah SWT. Dalam hadits disebutkan bahwa jika hambaKu melakukan dosa seluas langit dan bumi niscaya akan kuampuni.

Intinya adalah bahwa ampunan Allah itu adalah bentuk kasihNya yang terbesar. Hanya dengan diampuni seorang hamba akan masuk syurga. Dan hanya dengan rahmatNya seorang hamba akan diampuni.

Cerita seorang pembunuh 99 orang adalah contoh lain dari kasih sayang Allah SWT. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari bahwa seorang pemuda telah membunuh 99 orang. Lalu mendatangi seorang ahli ibadah dan bertanya kira-kira Allah masih akan mengampuninya?

Sang ahli ibadah itu menjawab bahwa dia tidak akan diampuni lagi dengan dosa sebesar itu. Jangankan membunuh 99 orang. Membunuh seorang saja dosanya bagaikan membunuh seluruh umat manusia.

Mungkin karena prustrasi dan marah, sang pemuda itu juga membunuhnya. Kini Iya telah membunuh 100 orang. Tapi kenginan untuk diampuni masih ada dalam hatinya. Dia pun berjalan hingga ketemu dengan ahli ilmu dan bertanya apakah Allah masih mengampuninya?

Mendengar itu sang ahli ilmu teringat dengan ayat tadi, “Wahai hamba-hambaKu jangan berputus asa dari Rahmat Allah...sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa”.

Singkatnya, pemuda itu diarahkan untuk berangkat ke sebuah kampung dan bergabung dengan penghuni kampung itu beribadah kepada Allah SWT. Di tengah jalan dia meninggalkan dunia. Malaikat syurga dan neraka pun berebut untuk menjemputnya.

Namun Allah dengan RahmatNya dan kasihNya Allah mengabulkan keinginannya untuk diampuni.  Dia telah membunuh 100 orang. Tapi karena komitmennya untuk diampuni dan karena kasih Allah, sang pemuda itu diampuni dan masuk syurga.

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah jika “semua dosa diampuni” bagaimana dengan ayat yang menyebutkan: “Sungguh Allah tidak mengampuni dosa syurik”? Jawabannya adalah dosa syirik yang tidak terampuni adalah ketika dosa itu terbawa mati. Artinya pelaku syirik itu meninggal dalam keadaan demikian.

Berbeda dengan dosa selain syirik. Kalau pun meninggal dalam keadaan berdosa, tapi dalam hatinya ada iman atau tauhid maka dosa itu pada akhirnya akan terhapuskan. Saya ingin akhiri dengan cerita teman Afro Amerikan saya, Imam Ayub Abdul Baqi. Salah seorang Imam yang gigih memperjuangkan hak-hak sipil komunitas Muslim Amerika.

Kisahnya bermula ketika beliau masuk Islam. Beliau ketika itu masih muda. Karena marah kepada anaknya, Ibu Imam Ayub mengusirnya dari rumahnya. Dan tidak pernah lagi menerimanya kembali ke rumah itu.

Hingga Imam Ayub menikah, lalu dikaruniai beberapa anak. Beliau kemudian sengaja mengirimkan anaknya untuk menengok neneknya. Sang nenek benar jatuh hati. Cinta cucu-cucunya. Tapi tetap membenci anaknya, Imam Ayub.

Singkat cerita sang Ibu sakit keras dan masuk rumah sakit. Berhari-hari Imam Ayub menunggui ibunya di rumah sakit. Hingga di waktu-waktu menjelang sakratul maut, Imam Ayub memeluk ibunya, menangis dan menyampaikan: “Ibuku, saya cinta Engkau. Saya tidak bisa membayar jasamu kepadaku. Hanya satu hadiah yang ingin saya berikan kepadamu, Ibuku”.

Sambil memeluk Ibunya, Imam Ayub dengan suara pelan membisikkan: Asy-hadu anlaa ilaaha illallah wa asy-hadu anna Muhammadan Rasulullah”. Dan ibunya di detik-detik terakhir hidupnya itu menerima Kalimah Tauhid. Menerima kunci syurga itu. Alhamdulillah.

Kisah lain adalah kisah Ibu Syeikh Muhammad Yasin. Seorang da’i yang sangat gigih, santun dan sopan. Beliau muallaf berkulit putih, pernah mengenyam pendidikan Islam di Madinah.

Hanya beberapa tahun lalu Ibu beliau meninggal dunia. Tapi yang paling membahagiakan adalah setelah bertahun-tahun sakit, bahkan Syeikh Yasin ketika itu menunda menikah demi merawat ibunya.

Hingga pada saat-saat krusial itu, di akhir hayatnya, Syeikh Yasin mendekat ke telinga Ibunya dan mengajaknya menerima: “Laa ilaaha illallah - Muhammad Rasulullah”. Dan beliaupun menerimanya hanya sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Kedua cerita benaran dari New York di atas menyampaikan pesan bahwa seorang manusia itu selalu ada harapan. Karena memang kasih sayang Allah itu lebih luas dari segala dosa dan kesalahan manusia.

Semangat ini jugalah yang kita bangun di bulan Ramadan ini. Karena Sungguh di bulan ini secara khusus Allah bukakan pintu-pintu magfiraNya seluas-luasnya. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita semua. Amin!

 

Imam Shamsi Ali

(Presiden Nusantara Foundation)

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

News

Kolom

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Image

Olahraga

Piala Amerika Brasil 2019

Scaloni Kritik Kondisi Lapangan Usai Argentina Dikalahkan Kolombia

Image

Olahraga

Piala Amerika Brasil 2019

Messi: Kami Hanya Perlu Bangkit dan Memenangi Laga Berikutnya

Image

News

Kolom

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Image

Olahraga

Piala Amerika 2019

Belum Pulih, James Tetap Masuk Skuat Kolombia

Image

News

Kolom

Menunggu Rekonsiliasi Pasca Pilpres

Image

News

Kolom

Dari Anarkisme ke Konstitusionalisme

Image

Ramadan

Kultum Ramadan

Ramadan Itu Menyehatkan

Image

Ramadan

Kultum Ramadan

Puasa Ramadan itu Pengakuan Otoritas Ilahi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ramadan

Gerak Cepat, 5 Zodiak Paling Lahap saat Halal Bihalal Kantor

Ada zodiakmu nggak nih?

Image
Ramadan

5 Hal yang Dijamin Bikin Kamu Kangen Berat setelah Ramadan Usai

Yang nomor 5 pasti paling bikin rindu

Image
Ramadan

5 Menu Kuliner Khas Daerah Saat Rayakan Idulfitri

Tertarik mencoba?

Image
Ramadan

Warga Yaman Sambut Idulfitri di Tengah Kemiskinan dan Perang

Image
Ramadan

5 Momen Seru yang Cuma Bisa Kamu Temukan saat Hari Raya Idulfitri

Hanya pada saat Idulfitri, semua varian menu masakan terlezat dihidangkan di atas meja makan.

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Berbagi Berkah Ramadan, Satgas Yonif 755 Bagikan Sembako kepada Warga Asmat

"Pembagian sembako gratis ini merupakan wujud kepedulian kita (Satgas) kepada masyarakat di Kabupaten Asmat"

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Kumandang Takbir Menggema Seantero Biak Numfor

Hingga jam 20.00 WIT, keamanan di kota Biak sekitarnya kondusif.

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Pedagang Mamin di Terminal Kp. Rambutan Kehilangan Omset Jutaan Rupiah

"Tahun lalu bus terlambat jadi banyak yang menginap, kalau sekarang bus lancar jadi jarang ada yang beli"

Image
Ramadan

Tak Perlu Beli, 4 Tips Agar Pakaian Lamamu Tampak Baru

Dijamin kamu tetap tampil 'baru'

Image
Ramadan
Mudik 2019

H-2 Lebaran, Jumlah Penumpang di Lebak Bulus Terus Menurun

"Karena banyak yang ikut mudik gratis dan ada yang menggunakan mobil pribadi ya"

trending topics

terpopuler

  1. Tim Hukum Prabowo-Sandi Hadirkan Ahli IT BPN dan ITB di Sidang Lanjutan PHPU Pilpres

  2. Jelaskan Terkait DPT, Hakim Konstitusi Minta Agus Maksum Tak Gunakan Diksi 'Manipulatif atau Siluman'

  3. Stang Dikunci ke Kanan, Motor Honda Beat Digondol Maling dalam Hitungan Detik

  4. Bawa Kabur Tas Berisi Uang Rp91 Juta, Satpam Ini Diburu Polisi

  5. Momen Hakim MK Ancam BW: Pak Bambang Stop, kalau Tidak Saya Minta Keluar!

  6. Tak Lolos ke Parlemen, Mustofa: Meski Banyak Ujian, Saya Tetap Konsisten Bersama Prabowo-Sandi Hingga Babak Akhir

  7. Lunasi Hutang Kampanye Pileg, Taufik Minta Anies Gratiskan Air Bersih Bagi Warga Jakarta

  8. Harga Minyak Langsung Naik Saat Xi Jinping dan Trump Rencanakan Pertemuan

  9. 5 Fakta I Wayan Sudirta, Kuasa Hukum Paslon 01 yang Aktif di Kegiatan Sosial

  10. Syamsuddin Haris: Semoga sebelum Tanggal 28 Juni Putusan Diketok MK

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang

kolom

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Image
M. Rifki Fadilah

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Achmad Fachrudin

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
Hiburan

8 Potret Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Dampingi Jokowi, Resmikan Tol hingga Touring

Image
News

Jadi Sorotan, 5 Fakta Arief Hidayat Hakim Mahkamah Konsistusi Sidang Sengketa Pilpres 2019

Image
News

6 Fakta Perjalanan Karier Bambang Widjojanto, Mantan Wakil KPK yang Jadi Ketua Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga