image sungai 7
Login / Sign Up
Image

Cosmas Kopong Beda

Penulis adalah reporter kanal olahraga Akurat.co.

Masihkah Sepak Bola Modern Membutuhkan Kapten Ikonik?

Cosmas Kopong Beda

Liga Primer Inggris

Image

Ban kapten Chelsea pada lengan salah satu pemainnya, Willian. | MIRROR

AKURAT.CO, Sekitar satu dekade lalu, penulis The Wall Street Journal, Sam Walker ,memiliki ide untuk mencoba mengidentifikasi tim-tim hebat dengan cara yang paling objektif dalam sejarah olahraga guna menemukan apakah ada ciri-ciri umum dari masing-masing klub.

Dalam usahanya itu, Sam Walker menemukan bahwa semua klub-klub hebat memiliki satu karakteristik, yakni usia kesuksesan mereka sejalan dengan umur seorang yang mengenakan ban kapten, yang bisa mengangkat timnya untuk tampil di luar tingkat kemampuan alami mereka, seperti Ferenc Puskas dari Hungaria dan Carles Puyol dan Barcelona.

baca juga:

Singkatnya, Walker berteori bahwa satu hal yang dimiliki oleh tim-tim besar adalah pemimpin mereka yang harus seorang pemain hebat. Temuan Walker ini memberikan titik balik menarik untuk tren musim ini di Liga Primer Inggris yang tidak begitu mencolok, tetapi menarik.

Pada musim ini, di kompetisi Liga Inggris, di banyak klub kapten tim telah menjadi sosok yang tidak kekal atau periferal. Gary Cahill jarang bermain untuk Chelsea, demikian juga kapten Everton Phil Jagielka, kapten Southampton Steven Davis (yang sekarang dipinjamkan ke Rangers).

Sementara itu, kapten Manchester United Antonio Valencia dan kapten Manchester City Vincent Kompany, telah absen lima atau enam pertandingan terakhir yang dijalani oleh klub mereka.

Tujuh klub (Arsenal, Everton, Fulham, Manchester City, Newcastle, Manchester United, dan Southampton) telah berganti ban kapten sebanyak empat atau lebih di musim ini. Semua ini menimbulkan pertanyaan: Apakah kapten totem yang senantiasa ada merupakan spesies yang terancam punah? Dan, apakah itu penting?

Kapten legendaris Chelsea, John Terry, bersama pelatih asal Italia, Antonio Conte. BIRMINGHAM MAIL.

Namun, melihat Manchester City dan Manchester United yang tengah bersaing di papan atas dan masih bertahan di babak gugur Liga Champions musim ini, maka teori Walker satu dekade silam itu bisa dibantah. Hal pertama adalah bahwa tampak tidak ada korelasi yang jelas antara konsistensi pemegang ban kapten dan kesuksesan sebuah tim.

Manchester City tidak benar-benar menderita dengan rotasi ban kapten. Ini hal pertama yang bisa membuat mental teori yang disampaikan oleh Walker itu. Kenyataannya adalah teori soal ban kapten sebagai sebagai sesuatu yang totem dan memiliki kedudukan penting sudah merupakan gaya lama atau sebuah keistimewaan di Inggris yang harus diletakkan.

Ketika para pundit televisi — yang umumnya adalah generasi yang telah pensiun dari sepakbola — merapati kurangnya sosok pemimpin dalam sepakbola modern, itu rasanya seperti mereka mengingatkan kembali pada tokoh cerita rakyat di Inggris yang monolitik, seperti Terry Butcher (yang berlumuran darah), Marvel Bryan Robson, atau John Terry, dan atau Tony Adams, yang berteriak-teriak sambil mengacungkan jari.

Namun, Nigel Winterburn yang bermain di bawah arahan kapten Tony Adams di Arsenal, mengatakan bahwa kehadiran seorang kapten veteran di barisan belakang bukanlah sesuatu yang dia atau rekan setimnya anggap sebagai faktor yang sangat penting dalam keberhasilan mereka. 

“Itu (kehadiran kapten veteran) tidak memberi kami sesuatu yang ekstra. Saya tidak benar-benar khawatir siapa pun kapten. Itu tidak menarik bagi saya,” kata Nigel sebagaimana dikutip dari The Straits Times.

Ketika Nigel pindah ke West Ham United pada musim 2000 sampai 2003, peran kapten baginya selaras dengan ketika ia masih di Highbury (The Home of Football milik Arsenal di periode 1913-2006), tapi secara pribadi Nigel tak melihat perbedaan itu.

Apakah lionisasi seorang kapten tunggal tidak sesuai dengan realitas sepakbola modern saat itu, obsesi sejarah di era analitik canggih dan rotasi pemain? 

Seperti Michael Cox dalam sebuah artikel di ESPN, tentang anggapan kurangnya pemimpin Arsenal di 2016 dan setiap generasi yang berpikir mereka memiliki pemimpin yang lebih baik. Pada awal tahun 1938, manajer The Gunnersjulukan Arsenalketika itu, Herbert Chapman meratapi dengan nada sedih sepakbola di eranya. “Sepakbola hari ini tidak memiliki kepribadian 20 atau 30 tahun lalu,” katanya.

Kurangnya kepemimpinan seringkali merupakan kritik yang diterapkan pada tim-tim yang berkinerja buruk, sementara tim-tim yang berhasil, meskipun tidak memiliki sosok pemimpin yang arketipal, selalu lolos dari cercaan.

Namun, sangat salah jika kita mengatakan bahwa ide kapten adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan sisi analitis sepakbola modern. Ada kemungkinan bahwa kultus kapten tampaknya telah menurun seiring dengan munculnya kultus pelatih.

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp. REUTERS/Phil Noble.

Munculnya manajer-manajer yang teliti seperti Pep Guardiola dan Juergen Klopp, pelatih yang sebagian besar bergantung pada pergerakan dan gegenpressing dan latihan yang intensif, dengan sendirinya memastikan tim mereka tidak ragu pada apa yang harus dilakukan dalam jenis permainan apa pun.

Tampaknya ada perubahan ban kapten pada setiap jenis permainan. Di masa lalu, jabatan kapten biasanya merupakan pelestarian pemain yang vokal, kharismatik, dan defensif.

Di generasi sekarang, kapten-kapten baru mulai muncul. Musim ini, misalnya, Mesut Oezil dari Arsenal, David Silva dari Manchester City, Tom Cairney dari Fulham, telah mengenakan ban kapten pada pertandingan di liga. Mereka semua adalah pemain menyerang, sebagian besar dari mereka memiliki variasi individualitas, dan tidak ada yang tipikal bertahan dan bermain keras.

Winterburn yang di musim terakhirnya di West Ham dikomandoi oleh kapten Joe Cole, percaya bahwa mereka (gelandang dan penyerang kreatif) dapat menanggung pekerjaan sebagai kapten.

”Anda tidak selalu membutuhkan kapten vokal. Anda dapat memberi contoh sebagai pemain kreatif. Jika pemain-pemain seperti Eden Hazard atau David Silva dipilih sebagai kapten, bagi saya, itu pertanda bahwa mereka dapat menginspirasi tim. Seharusnya ada sebelas kapten di luar sana,” katanya.[]

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Liga Primer Inggris 2019-2020

TVRI Resmi Dapatkan Hak Siar Liga Primer Inggris 2019-2020

Image

Olahraga

Liga Primer Inggris 2019-2020

Inggris Luncurkan Bola untuk Liga Primer 2019-2020

Image

Olahraga

Liga primer Inggris 2019-2020

Jadwal Liga Primer Inggris 2019-2020 Resmi Dirilis

Image

Olahraga

Liverpool

Rilis Jersey Tandang Terbaru, Liverpool Ubah Total Desainnya

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Eks Liverpool: Klopp Harus Datangkan Pemain Seperti Fernandinho

Image

Olahraga

Aston Villa 2-1 Derby County

Setelah Tiga Tahun, Aston Villa Kembali ke Liga Primer Inggris

Image

Olahraga

Liga Primer Inggris

Bek Manchester United Jadi Pemain Tercepat Liga Primer Inggris

Image

Olahraga

Manchester City

Piala FA Genapkan Treble, Guardiola Sanjung Pemainnya

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Stam: De Ligt Lebih Cocok Gabung ke Barcelona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Brian Castano

Tolak Hadapi Soro, WBA Cabut Gelar Castano

Castano sebelumnya pernah mengalahkan Soro pada Juli 2017 silam saat mempertahankan gelarnya untuk pertamakali.

Image
Olahraga
AFF

Jadi Wakil Presiden AFF, Ratu Tisha Ingin Beri Dampak Bagi Indonesia

Ratu Tisha ingin agar AFF dan Panpel SEA Games bisa menambah kuota pemain untuk satu tim sepakbola di ajang multicabang dua tahunan itu.

Image
Olahraga
Piala IBER 2019

Menpora Harap Timnas Pelajar U-15 Torehkan Prestasi di Portugal

Timnas Pelajar sendiri terbentuk dari kompetisi Liga Berjenjang Piala Kemenpora U-14.

Image
Olahraga
Nature Valley Terbuka 2019

Gagal Lanjutkan Performa Gemilang, Murray Langsung Kandas di Babak Pertama

Murray disingkirkan lawan yang pernah dikalahkannya di ajang Queen's Championship.

Image
Olahraga
AFF

Dapat Jabatan di AFF, Ratu Tisha Tetap Bagi Waktu untuk PSSI

Ratu Tisha menjadi wanita pertama yang menduduki jabatan ini sejak berdirinya AFF pada 31 Januari 1984 lalu.

Image
Olahraga
PSM Makassar

Pelatih Maklumi Paceklik Gol yang Dialami Eero Markkanen di PSM

Kalezic mengatakan bahwa yang dialami Eero adalah hal nah wajar. Karena tiap negara memeiliki kultur espakbol yang berbeda

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Sepakat dengan Barcelona, Everton Dapatkan Andre Gomes

Everton harus menebusnya dengan harga 25 juta euro.

Image
Olahraga
Piala IBER 2019

Pelatih Timnas Pelajar U-15 Harap Pemainnya Dilirik Klub Luar

Sejumlah negara yang menjadi kiblat sepakbola dunia macam Brasil, Italia, Inggris, dan Prancis turut serta dalam turnamen tersebut.

Image
Olahraga
Manchester United

Neville: MU Tak Perlu Pertahankan Pogba

MU tidak perlu pertahankan Pogba jika memang ingin hengkang dari Stadion Old Trafford.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Walau Sedang Melirik Bek Dortmund, Arsenal Ogah Lepas Torreira

Zagadou masih memiliki sisa tiga tahun kontrak bersama Dortmund.

trending topics

terpopuler

  1. Beda dari Sinetron, 10 Potret Harmonis Rionaldo Stokhorst dan Keluarga

  2. Denny Siregar ke BW: Dek Mbambang Sekarang Punya Sekretaris Baru yang Bisa Disuruh-suruh Melengkapi Barang Bukti? Sakti Juga Doi!

  3. Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

  4. Betapa Kaget, Ibu Rumah Tangga Ini Temukan Koper Berisi 30 Ribu Butir Ekstasi

  5. Massa Tetap Gelar Aksi Depan Gedung MK, Kapolri: Kita akan Bubarkan

  6. Mantan Suami Denada, Jerry Aurum Ditangkap Karena Narkoba

  7. Motto Skripsi dari Mahasiswa UGM Yogyakarta Ini Unik Banget

  8. Tanggapi Imbauan Rizieq Shihab, TKN: Tidak Perlu Ada Pengerahan Massa, MK Sudah Transparan

  9. Sedih Betul, Arisan Ratusan Juta Rupiah, Tetapi Uang Tak Kembali

  10. Pasukan Brimob Dikirim ke Papua, Kapolda: Waspada dan Mawas Diri, Perlu Juga Hilangkan Sifat-sifat Arogan

fokus

Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Sampahmu

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude