image
Login / Sign Up
Image

Hervin Saputra

Penulis adalah Redaktur Kanal Olahraga Akurat.co.

Pelatih Elite dan Standar Perilaku Pemain Milenial di Media Sosial

Hervin Saputra

Media Sosial

Image

Juergen Klopp tak bisa memungkiri penampilan ciamik Manchester City musim ini. | ESPN

AKURAT.CO, Saya akan bilang bahwa Jose Mourinho, Juergen Klopp, dan Pep Guardiola, adalah orang-orang dari masa lalu yang bertahan dengan kemasalaluannya. Tidak dalam pengertian negatif belaka karena terkadang bawaan old school mereka memberikan pandangan yang cukup awas tentang bagaimana seharusnya orang-orang masa kini bersikap.

Tahun ini, Mourinho berusia 56 tahun, Klopp akan menjadi 52 tahun, dan Pep Guardiola baru saja berulangtahun untuk angka 48 pada 18 Januari silam. Dalam posisi mereka sebagai pelatih atau pernah melatih di level elite di liga paling elite sekelas Liga Primer Inggris, maka secara alamiah para juru taktik ini harus menghadapi fenomena zaman yang diistilahkan dengan istilah “milenial.”

Selain ditandai dengan hadirnya internet, fenomena media sosial yang semakin lama semakin memiliki kekuatannya menawarkan tantangan bagi para pelatih tersebut untuk menghadapi para pemain di dalam timnya yang sudah pasti milenial dan hampir dipastikan memiliki kehidupan milenialnya melalui media sosial.

baca juga:

Hingga saat ini, setidaknya hingga saat ini, Mourinho, Klopp, dan Guardiola tak punya akun Instagram atau Twitter. Lalu, bagaimana mereka menghadapi fenomena media sosial yang pada akhirnya bisa merefleksikan perilaku pemainnya yang di zaman analog dianggap sebagai “garis api” untuk standar perilaku sebagai pesepakbola profesional?

Jose Mourinho, misalnya, adalah salah satu korban ketidakacuhan terhadap fenomena media sosial. Salah seorang kolumnis asal Spanyol yang menulis untuk BBC dan Sky Sports, Guillem Balague, menyebut bahwa pemecatan Mourinho dari Manchester United pada Desember silam disebabkan salah satunya oleh ketidakpedulian pelatih asal Portugal itu terhadap kekuatan media sosial.

Balague menyebut perselisihan Mourinho dengan salah satu gelandang bintang MU, Paul Pogba. Bahwa Pogba menggunakan platform media sosial untuk bertikai dengan sang pelatih dan sang pelatih “seakan” membalas dengan membiarkan perselisihannya direkam kamera media dalam salah satu sesi latihan terbuka MU.

Jose Mourinho dan Paul Pogba saat masih bersama di Manchester United. MIRROR.

“Cara dia (Mourinho) menghadapi gelandang bintang Paul Pogba – yang bertengkar dengan manajernya melalui dunia digital – menunjukkan bahwa dia tidak menghargai kekuatan besar dunia digital,” tulis Balague.

Mourinho, sebagaimana juga Klopp dan Guardiola, yang merupakan individu yang berasal dari era pra-internet agaknya tak terlalu mempertimbangkan media sosial sebagai sesuatu yang harus mereka gauli namun kini mereka bertanggung jawab untuk menghadapinya sebagai situasi yang tak bisa atau tak ingin mereka ubah.

Salah satu fenomena terbaru adalah cuitan bek sayap Manchester City, Kyle Walker, yang cenderung mengejek hasil imbang 1-1 antara Liverpool dan Leicester City pada pekan ke-24 Liga Primer Inggris 2018-2019 di Stadion Anfield, Liverpool, Kamis (31/1) lalu.

Beberapa waktu sebelumnya, City harus menderita kekalahan 1-2 dalam lawatan ke markas Newcastle United dan hasil kontra Leicester membuat Liverpool gagal memperbesar selisih menjadi tujuh angka dengan pasukan Guardiola di klasemen sementara.

Walker memuat foto pencetak gol Leicester penyama kedudukan dengan Liverpool, Harry Maguire, di Piala Dunia lalu saat ia berada di tepi lapangan dengan beberapa penonton wanita. Pada ruang caption, Walker menulis dalam Bahasa Inggris yang bisa diartikan “Jadi, pada dasarnya mereka (Liverpool) berpikir mereka bisa memimpin tujuh angka.”

Walker kemudian menghapus cuitan tersebut namun viralitas telah menerkam aksinya. Dan pelatih Liverpool, Juergen Klopp, juga bos Walker di City, Pep Guardiola, tak terhindar dari pertanyaan tentang cuitan yang sepertinya dianggap oleh para jurnalis Inggris sebagai perilaku yang tak seharusnya.

“Saya tidak pernah merayakan tim lain yang kehilangan angka atau kalah. Bagi saya, itu tidak diizinkan,” kata Klopp saat berkomentar tentang cuitan Walker sebagaimana dipetik dari BBC. “Bagi suporter, itu mungkin berbeda. Tapi bagi orang yang terlibat (dalam pertandingan), saya tidak bisa memahaminya.”

Pep Guardiola, yang dikenal ketat dengan attitude terhadap para pemainnya, memberikan sikap yang menunjukkan media sosial sebagai fenomena ketimbang memberitahukan bahwa ia telah “menegur” Walker. Guardiola mengatakan bahwa ia tidak terlalu peduli dengan media sosial.

“Saya tidak peduli dengan media sosial, (atau tentang) para pemain mencuitkan sesuatu, di Instagram atau media sosial lainnya,” kata Guardiola. “Saya tidak bisa mengontrol itu.”

Cuitan Kyle Walker yang akhirnya dihapus sang pemain. BBC.

Namun demikian, sudah jelas para pelatih tersebut semakin memahami bahwa ketidakpedulian itu harus disertai dengan kepedulian. Reaksi yang dilakukan oleh Walker dengan menghapus cuitan tersebut adalah salah satu bentuk bahwa sang pemain telah melampaui “garis batas” perilaku yang tidak akan dilakukannya di hadapan jurnalis atau konferensi pers.

Apa yang terjadi dengan kasus Mourinho-Pogba dan Walker menunjukkan bahwa media sosial ternyata telah memengaruhi cara bersikap dan menggambarkan pergolakan kejiwaan seorang pribadi.

Bagi saya, Walker kehilangan kendali dalam aktifitasnya sebagai salah satu anggota masyarakat media sosial. Bahwa statusnya sebagai pesepakbola telah membatasinya untuk melakukan hal-hal yang mungkin bisa ditolerir jika dilakukan oleh suporter biasa.

Hal yang sama juga pernah terjadi pada juara dunia Formula 1 asal Inggris, Lewis Hamilton. Pada Boxing Days 2017, Hamilton dikritik karena dianggap mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas terhadap salah seorang keponakan laki-lakinya yang mengenakan pakaian wanita.

“Anak laki-laki tidak mengenakan pakaian putri,” ucap Hamilton. Ucapan ini dianggap sebagai bentuk bullying terhadap anak-anak. Hamilton kala itu meminta maaf dan akhirnya menghapus seluruh unggahan di Instagram dan akun Twitter-nya memuat hari pertamanya di Mercedes pada 2013.

Di Amerika Serikat, menjelang Natal tahun lalu, bintang LA Lakers, LeBron James, dikritik karena dianggap mengejek kaum Yahudi. Anggapan tersebut muncul setelah James menulis lirik lagu musisi rap 21 Savage seraya menyanyikannya di Insta Story-nya.

“Kami mengambil Uangnya Yahudi, semuanya halal,” nyanyi James dalam Insta Story tersebut. James kemudian meminta maaf dan mengatakan ia tidak berniat untuk “menyinggung sesiapa.”

Bagaimana dengan Indonesia?

Untuk yang terbaik dan terburuk, kita belum sampai pada tahap sekritis itu. Dengan kata lain, para atlet kita belum sekritis apa yang dilakukan Pogba dan Walker namun media juga belum seketat apa yang terjadi di Inggris.

Pernah suatu kali pada Maret 2018 sejumlah pemain Persija Jakarta menghadapi kritik karena rekaman mereka menyanyikan yel-yel hinaan yang menyebut pendukung seteru terbesar mereka, Persib Bandung, berujung dengan hukuman oleh Komite Disiplin PSSI.

Beberapa pemain yang dianggap berada dalam peristiwa ketika rekaman yang menjadi viral itu diambil, menggunakan platform media sosial untuk meminta maaf. Persija sendiri menyampaikan penyesalan mereka melalui akun Instagram resmi mereka dengan menggunakan dua pemain senior mereka, Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas, sebagai juru bicara.

Kekuatan dan Perusakan

“Saya tidak tahu, saya tidak mengerti,” kata Klopp tentang perilaku Walker di akun Twitter.

Simak baik-baik apa yang dikatakan Klopp: “saya tidak mengerti.” Ucapan ini adalah pernyataan yang menunjukkan bahwa sang pelatih sebenarnya menghadapi media sosial sebagai perubahan baru yang masif namun pada saat bersamaan ia tidak benar-benar memahaminya.

Namun demikian, satu hal yang pasti mereka ketahui adalah bahwa media sosial juga bisa digunakan untuk hal yang positif. Salah satunya adalah ketika pemain City lainnya, Raheem Sterling, menggunakan intelijensinya untuk menunjukkan bias rasisme yang dilakukan media dalam pemberitaannya.

Pada Desember 2018, di akun Instagramnya Sterling memuat laman berita di situs harian Inggris, Daily Mail, yang menurutnya memberitakan dua pemain muda City dengan cara yang tidak adil terhadap pemain berkulit hitam.

Dalam pemberitaan 10 Januari 2018, Daily Mail menyebut salah satu pemain kulit hitam City, Tosin Adarabioyo, “Membeli Rumah Seharga 2,5 Juta Poundsterling tanpa Pernah Sekalipun Bermain di Liga Primer”.

View this post on Instagram

Good morning I just want to say , I am not normally the person to talk a lot but when I think I need my point to heard I will speak up. Regarding what was said at the Chelsea game as you can see by my reaction I just had to laugh because I don’t expect no better. For example you have two young players starting out there careers both play for the same team, both have done the right thing. Which is buy a new house for there mothers who have put in a lot of time and love into helping them get where they are, but look how the news papers get there message across for the young black player and then for the young white payer. I think this in unacceptable both innocent have not done a thing wrong but just by the way it has been worded. This young black kid is looked at in a bad light. Which helps fuel racism an aggressive behaviour, so for all the news papers that don’t understand why people are racist in this day and age all i have to say is have a second thought about fair publicity an give all players an equal chance.

A post shared by Raheem Sterling x ???? (@sterling7) on

Di sisi lain, pada 4 Oktober 2018 situs ini menggunakan kalimat “Phil Foden Membeli Rumah Baru Seharga Dua Juta Poundsterling” untuk ibunya pada berita pemain muda City lain yang berkulit putih, Phil Foden.

Aksi yang dilakukan oleh Sterling memicu pro dan kontra namun beberapa hari kemudian, sang pemain mengunggah fotonya pada iklan salah satu produsen olahraga terbesar di dunia yang berbasis di Amerika Serikat, Nike, yang mendukung kritiknya.

“Bicara Tidak Membuat Hidupmu Semakin Mudah. Tapi Mudah Tidak Pernah Mengubah Apapun,” demikian bunyi copywrite di iklan tersebut.

Sebagai salah satu orang yang dilahirkan pada masa milenial, saya barangkali lebih setuju dengan sikap seperti Guardiola dan Klopp yang cenderung tidak peduli dengan media sosial. Saya tumbuh di era pra-media sosial namun saya telah bergaul dengan media sosial lebih dari satu dekade.

Kenyataan yang saya hadapi saat ini ternyata sama dengan yang dihadapi oleh kebanyakan orang: media sosial bukannya semakin meredup. Namun, sekali lagi, untuk yang terburuk dan yang terbaik, media sosial telah menjadi semakin kuat dan sulit dihindari.

Lagi pula, tidak semua pelatih elite atau mantan atlet elite tidak punya akun akun media sosial. Pelatih Arsenal, Unai Emery, Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, bahkan Diego Maradona dan Mike Tyson punya akun Instagram.[]

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Bradfrod City 1-3 Liverpool

Liverpool Sukses Petik Kemenangan Kedua di Laga Pramusim

Image

Olahraga

Manchester City

Tersandung Masalah Administrasi, Penerbangan Man City ke China Tertunda

Image

Olahraga

Liverpool

Alami Infeksi, Bek Kiri Liverpool Naik Meja Operasi

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Klopp Pastikan Liverpool tak Sibuk di Bursa Transfer

Image

Olahraga

Divock Origi

Liverpool Resmi Perpanjang Kontrak Origi

Image

Olahraga

Daniel Sturridge

Rumahnya Kemalingan, Penyerang Liverpool Bikin Sayembara

Image

Olahraga

Liverpool

Klopp Isyaratkan Liverpool Kedatangan Empat Pemain "Baru"

Image

Olahraga

Manchester City

Komparasi Gelandang Masa Depan Barcelona dan Manchester City

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Rodri Tak Ragu Terima Tawaran Man City

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Tira Persikabo vs Persija Jakarta

Rezaldi Hehanusa Berpeluang Comeback di Laga Kontra Tira Persikabo

Rezaldi Hehanusa sempat absen cukup lama lantaran harus menjalani pemulihan pasca operasi kelainan tulang di bagian tumit kirinya.

Image
Olahraga
Persib Bandung vs Kalteng Putra

Persib Bakal Lakukan Rotasi Demi Memberikan Menit Bermain

Persib tak akan diperkuat sejumlah pemain intinya pada laga kontra Kalteng Putra.

Image
Olahraga
Indonesia Terbuka 2019

Ganda Campuran asal Tiongkok Ingin Lampaui Capaian Liliyana Natsir

Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong mengaku sangat kagum akan prestasi yang dicapai oleh salah satu legenda bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir.

Image
Olahraga
PSIM Yogyakarta

Aji Santoso Diperkenalkan sebagai Pelatih Anyar PSIM Yogyakarta

Aji Santoso ditunjuk untuk menggantikan posisi Vladimir Vujovic di bangku kepelatihan PSIM Yogyakarta.

Image
Olahraga
Indonesia Terbuka 2019

Kento Momota Ingin Mengulang Sukses di Indonesia Terbuka

Pada Indonesia Terbuka sebelumnya, Momota berhasil membekuk Viktor Axelsen di partai final dengan skor 21-14 dan 21-9.

Image
Olahraga
Porpamnas VI 2019

Ratusan Atlet dari Seluruh Indonesia Ramaikan Porpamnas VI 2019

Porpamnas yang dihelat dua tahunan ini merupakan ajang silaturahmi dan meningkatkan prestasi, persatuan, kebersamaan, serta sportivitas.

Image
Olahraga
Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Pemkot Bandung Bicara Soal Kondisi Mengenaskan Stadion GBLA

GBLA bisa memberikan pemasukan hingga 200 juta rupiah kepada Pemkot Bandung setiap kali Digunakan untuk Pertandingan Liga 1.

Image
Olahraga
Tira Persikabo vs Persija Jakarta

Redam Ketajaman Lini Serang Persikabo Jadi Fokus Utama Pemain Persija

Tira Persikabo telah mengoleksi 14 gol dari delapan penampilan di ajang Liga 1 musim ini.

Image
Olahraga
Indonesia Terbuka 2019

Fajar/Rian Waspadai Kejutan dari Pasangan Baru Tiongkok

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, akan menghadapi pasangan baru asal Tiongkok, Huang Kai Xiang/Liu Cheng.

Image
Olahraga
Indonesia Terbuka 2019

Ruselli Harus Berhadapan dengan Ratchanok Intanon di Laga Perdana

Ruselli yang kini berada di peringkat 51 dunia, harus berhadapan dengan penghuni ranking delapan dunia, Ratchanok Intanon.

trending topics

terpopuler

  1. Inter Milan Buka Pramusim dengan Kemenangan

  2. Sindir Iuran untuk Habib Rizieq, Denny: Sisanya Banyak, Bisa Buat Beli Rubicon

  3. Pria Jepang Ini Jadikan Kekasihnya PSK untuk Bayar Utang dan Judi

  4. Istana Tak Main-main Pindahkan Ibu Kota Negara

  5. Paranormal Terawang Pidato Presiden Jokowi

  6. Jemaah Calon Haji Termuda Asal Asahan Seorang Mahasiswa SPN

  7. Viral, Potret Stadion GBLA Gedebage Tak Terawat yang Bikin Warganet Prihatin

  8. Raffi Ahmad Dibolehkan Nagita Slavina Menikah Lagi, Asalkan...

  9. Tak Ada Tabayyun ke Ulama Bertemu Jokowi, PA 212: Prabowo bukan Pemimpin Kami

  10. Roach: Thurman akan KO di Ronde Kesembilan

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Image
Hasan Aoni

Puzzle Kehidupan Puisi Tiyo

Image
UJANG KOMARUDIN

Bagi-bagi Jatah Menteri

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik