image angkutan jadul
Login / Sign Up
Image

Hervin Saputra

Penulis adalah redaktur kanal olahraga Akurat.co.

McMenemy Menghadapi Selera Indonesia ketika Pemain dalam Tekanan Moral

Hervin Saputra

Tim Nasional Indonesia

Image

Pelatih Bhayangkara, Simon McMenemy, bersiap kehilangan sejumlah pilarnya yang harus membela Tim Nasional Indonesia dalam laga kontra Persiba Balikpapan, pekan depan. | (Foto: Bhayangkara FC).

AKURAT.CO, “Saya tahu betul, kalau kita ingin bicara tentang sejarah, sebetulnya saya harus respek, karena Pak Ketum (PSSI) itu juga, waktu itu menginginkan supaya Indonesia ini tidak jadi bulan-bulanan, sehingga dipilihlah pelatih kelas dunia.”

Kalimat di atas meluncur dari mantan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI, Fanny Irawan, saat diminta berbicara tentang polemik tidak diperpanjangnya kontrak Luis Milla sebagai Pelatih Tim Nasional Indonesia di program tayangan Mata Najwa, Rabu 28 November 2018.

Kata kunci dalam pernyataan yang cukup signifikan itu adalah “tidak jadi bulan-bulanan” dan “pelatih kelas dunia”. Dengan kata lain, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, berupaya membawa pelatih kelas dunia asal Spanyol, Luis Milla, agar Indonesia tidak menjadi bulan-bulanan terutama pada Asian Games 2018 ketika Tim Nasional bermain sebagai tuan rumah.

baca juga:

Meski Milla tidak memenuhi targetnya untuk membawa Garuda – julukan Timnas Indonesia – ke semifinal Asian Games, namun ia berhasil membuat Indonesia tidak menjadi bulan-bulanan. Indonesia lolos ke fase gugur dan nyaris melangkah ke perempat final andai tak kalah dalam adu penalti versus Uni Emirat Arab di perdelapan final.

Sulit untuk menghindari bahwa polemik Milla menggelindingkan kemarahan publik terhadap Edy Rahmayadi karena tak bisa mempertahankan pelatih yang membawa Tim Nasional Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa 2011 itu.

Gelombang meminta Edy mundur dengan slogan #EdyOut telah pula memberikan keberanian bagi sejumlah pihak untuk membicarakan aspek lain yang pada akhirnya berimbas pada timnas: kekuataan mafia dalam pengaturan skor di kompetisi sepakbola Indonesia.

Dimulai dari penyebutan nama salah satu manajer klub Indonesia, Vigit Waluyo, yang diduga sebagai agen pengelola pengaturan skor di Indonesia sampai pada pernyataan mantan Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabussala, yang mengatakan bahwa ia merasa “dimainkan” dalam kekalahan 0-3 timnya kontra Malaysia di leg pertama final Piala AFF 2010.

Dan Mata Najwa boleh dibilang sebagai “arena” yang membuat apa yang selama ini terasa namun hanya berkisar dalam dugaan yang tak bisa dibuktikan menjadi bisa dibicarakan secara terbuka. Setelah selesai dengan dua jilid tema “PSSI Bisa Apa?”, kini pembawa acara tersebut, Najwa Sihab, justru bersiap untuk episode ketiga karena gelinding isu semakin menarik untuk disimak.

Lepas dari soal sepakbola an sich, fenomena media telah pula menandai bagaimana isu pengaturan skor dan keterlibatan Komite Eksekutif PSSI kini mendapatkan tekanan baru yang serius. Dari luar layar televisi, media sosial memainkan peranan penting untuk menggedor mental para pemain.

Selepas Andi Darussalam menyebut nama Maman Abdurrahman dalam blunder yang dilakukan pemain belakang tersebut dalam gol pertama dalam kekalahan 0-3 atas Malaysia di leg pertama final Piala AFF 2010 yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, sejumlah pemain secara terbuka mengakui tekanan yang mereka rasakan melalui media sosial.

Terutama Maman yang mengaku tak bisa tidur sejak ia menonton Andi Darussalam menyebut namanya di Mata Najwa pada Rabu malam 19 November itu.

“Semalam, (anak saya) yang perempuan (bertanya), ‘Papa, kenapa?’ (Saya jawab) ‘Papa nggak apa-apa, sudah kamu tidur’,” tutur Maman tentang reaksi putrinya mendengar isu pengaturan skor di final Piala AFF 2010 dalam sesi Catatan Najwa bersama Najwa Shihab yang disiarkan di saluran Youtube pada 21 Desember 2018.

“’Bapak lu tuh,’ itu yang baru saya lihat,” kata Maman mengatakan komentar warganet di akun Instagram anaknya sehubungan dengan tudingan keterlibatannya dalam dugaan pengaturan pertandingan di Piala AFF 2010.

Kiper Timnas Indonesia yang bermain di pertandingan tersebut – yang juga dituduh membiarkan bola masuk ke gawang Indonesia – yang berada di sebelah Maman, Markus Horison, menimpali dengan mengatakan apa yang dikatakan warganet terhadap anaknya: “Bapakmu makan uang haram lah.”

Pembelaan para pemain itu, selain mereka membantah terlibat pengaturan pertandingan, adalah belum ada pembuktian atas tuduhan tersebut. Namun, untuk tetap menghormati mereka sebagai atlet sekaligus membuka ruang pembuktian untuk mencari kebenaran yang sedang diupayakan oleh PSSI dan satuan tugas khusus yang dibentuk Polri, ekspresi Maman, Markus, dan juga Hamka Hamzah adalah bentuk dari tekanan yang sulit mereka hindari.

Dan ketika kritik itu diarahkan kepada pemain, maka sebenarnya isu pengaturan pertandingan telah menusuk ulu hati sepakbola Indonesia. Sebab, bagi suporter, pemain adalah harapan terakhir ketika mereka tidak lagi percaya dengan politisi yang berada di federasi.

Pada akhirnya, pergerakan sejarah membawa para pemain dalam tanggung jawab yang sebenarnya sebagai sportmans. Pengalaman yang diterima Maman, Markus, dan sejumlah pemain adalah pukulan yang keras bagi orang-orang teknis bahwa mulai detik ini, tidak ada tawar-menawar untuk profesionalisme, sportmanship, dan harga diri sebagai perwakilan bangsa dan negara.

Sambutan Turbulensi untuk McMenemy

Delapan tahun setelah peristiwa di Bukit Jalil, sepakbola Indonesia sebenarnya bergerak ke arah yang lebih menjanjikan. Hanya saja, masyarakat harus menerima optimisme itu dengan menyadari segala keburukan yang sepertinya melanda sepakbola dalam situasi akut dan menggerogoti Timnas.

Apa yang terungkap di Mata Najwa tak lebih adalah hidangan yang membuat geram namun setidaknya muncul itikad untuk memperbaikinya. Situasi pada 2010 sudah tidak lagi sama di mana saat ini, terutama setelah kepergian Luis Milla, masyarakat terus menaikkan selera untuk mendapatkan timnas kelas dunia.

Tim Nasional Indonesia Piala AFF 2010. OKEZONE.

Dan keputusan memilih Simon McMenemy sebagai pengganti Bima Sakti yang secara de facto hanyalah pelatih sementara untuk menangani Timnas Piala AFF 2018 yang gagal bahkan di penyisihan, mesti pula dihadapkan pada impian yang rasa-rasanya pernah memberikan kilatan cahaya untuk bisa melangkah menuju kelas dunia.

Sekali lagi, teori yang paling masuk akal untuk membuat tim berkelas dunia adalah dengan merekrut pelatih kelas dunia. Dan dalam sejarah kepelatihan Indonesia sejak Johannes Mastenbroek yang membawa Hindia Belanda menjadi runner-up Far Eastern Games (cikal bakal Asian Games) 1934 dan bermain di Piala Dunia 1938 di Prancis, Luis Milla adalah kaliber yang paling dekat dengan kelas tersebut.

Dus, impian kelas dunia ini menimbulkan pertanyaan yang sepertinya tak lagi terlalu bersemangat ditanyakan selepas kepergian Milla: apakah McMenemy direkrut untuk memburu impian tersebut? Sebab, harus diakui, McMenemy bukanlah pelatih dengan kaliber dunia.

Pria asal Skotlandia kelahiran Aberdeen, 6 Desember 1977, itu pertama kali dikenal publik Indonesia ketika ia mendampingi Tim Nasional Filipina di Piala AFF 2010. Timnya adalah tim yang dikalahkan Indonesia di semifinal dan Indonesia akhirnya ditumbangkan Malaysia di partai puncak.

McMenemy tak punya karir yang mentereng semasa menjadi pemain dan sejak 2009, ia telah melatih di enam klub berbeda (tiga di antaranya klub Indonesia) dan dua tim nasional termasuk Timnas Indonesia. Kesuksesan terbesarnya, selain membawa Filipina ke semifinal Piala AFF 2010, adalah membawa Bhayangkara FC menjadi kampiun Liga 1 Indonesia 2017.

“Mengenal sepakbola Indonesia” adalah alasan yang digunakan PSSI dan sejumlah media untuk menganggap bahwa McMenemy adalah sosok yang tepat. Dan jika bicara permainan, McMenemy adalah tipikal pelatih muda ambisius yang memiliki gaya permainan menyerang.

Gaya permainan tersebut tidak saja dibuktikan dengan menempatkan Bhayangkara di posisi ketiga klasemen akhir Liga 1 musim ini, namun juga dengan kegigihan untuk membuktikan bahwa ia tidak bisa diajak “bermain mata” saat menahan imbang 0-0 PSM Makassar di laga pekan ke-33 Liga 1 2018.

Hasil imbang di Stadion PTIK, Jakarta, 3 Desember silam, itu  sekaligus menggelincirkan PSM dari puncak klasemen dan akhirnya menyerahkan gelar untuk seteru di ibukota, Persija Jakarta.

Tak ada kejutan yang “wah” ketika PSSI menunjuk McMenemy. Sebab, pola penunjukan McMenemy seperti mengulang cara PSSI memilih pelatih asing dalam 15 tahun terakhir: melihat pelatih asing berprestasi di Asia Tenggara.

Dan jika Milla dijadikan sebagai standar kelas dunia untuk Indonesia, maka “jumlah gaji” agaknya adalah pertimbangan yang cukup signifikan untuk memilih McMenemy. Jika Milla beserta asistennya disebut dibayar sekitar Rp 2 miliar per bulan, maka McMenemy sudahlah tentu tidak pada jumlah itu.

Suporter Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2010. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo.

Meski gaji pelatih menentukan level pelatih bersangkutan, namun tidak adil rasanya untuk menganggap bahwa McMenemy hanya akan membawa Indonesia pada level Asia Tenggara saja. Pelatih muda ini harus diberi kesempatan dalam kontrak dua tahun yang ditekennya untuk PSSI.

Namun demikian, sebagai eksponen Piala AFF 2010, McMenemy tahu betul apa artinya sepakbola bagi masyarakat Indonesia – ia datang di tengah kekusutan yang sulit diurai. Dan dengan pengalamannya melatih klub di Indonesia, McMenemy juga tahu bahwa impian Indonesia untuk sepakbola bukanlah sebatas Asia Tenggara.

Suka atau tidak, sambutan yang tidak terlalu meriah untuk McMenemy sebagaimana dulu ketika Indonesia menyambut Milla menggambarkan sejenis keraguan terhadap sang pelatih untuk menjawab tantangan membawa Indonesia keluar dari level Asia Tenggara.

Tetapi itu normal dalam pekerjaan pelatih. Ada banyak contoh pelatih elite di Eropa yang tidak disukai suporternya ketika baru didatangkan karena dianggap tak bisa lebih baik dari pelatih sebelumnya namun bisa membuktikan sebaliknya. Namun, ada juga pelatih yang disambut dengan suka-cita namun pada akhirnya pergi tanpa salam perpisahan karena suka-cita pada permulaan itu tak menunjukkan hasil.

Untuk McMenemy, Indonesia telah memberikan kesempatan kepadanya, dan Indonesia tidak akan menurunkan impian untuk bisa memiliki harga dalam pergaulan sepakbola kelas dunia.[]

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Hervin Saputra

Sumber:

berita terkait

Image

Olahraga

Myanmar vs Indonesia

Andritany Ardhiyasa: Lawan Myanmar? Kami Ingin Kemenangan

Image

Olahraga

Kualifikasi Piala Asia U-23 2020

Meski Singkirkan Indonesia, Pelatih Vietnam Justru Kecewa

Image

Olahraga

Myanmar vs Indonesia

Preview: Hadapi Myanmar, Dimulainya Era Baru Timnas Bersama McMenemy

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia

Menanti Penampilan Timnas Indonesia Racikan Simon McMenemy

Image

Olahraga

Ezra Walian

Imam Nahrawi: Kasus Ezra Walian Jadi Pelajaran untuk PSSI

Image

Olahraga

Indonesia U-23 0-4 Thailand U-23

Seharusnya Thailand Bisa Cetak Banyak Gol ke Gawang Indonesia

Image

Olahraga

Thailand U-23 4-0 Indonesia U-23

Indra Sjafri Akui Pemain Timnas U-23 Tampil di Bawah Perform

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-23

Terkait Kasus Ezra, PSSI Hormati Keputusan FIFA

Image

Olahraga

Kualifikasi Piala Asia U-23 2020

Preview: Garuda Muda Melawan "Sindrom" Laga Pembuka

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Kubrat Pulev vs Bodgan Dinu

Usai Kalahkan Dinu, Pulev Cium Reporter Wanita

Sebagain warganet menganjurkan Jenny Sushe menggugat Pulev, sebagian menyebut Sushe menyukai ciuman tersebut.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Tidak Sesuai Harapan, Liverpool Ingin Jual Rugi Keita

Setelah hampir satu musim membela Liverpool, performa Keita belum kunjung membaik, justru cenderung menurun.

Image
Olahraga
Raheem Sterling

Southgate: Sterling Calon Kapten Masa Depan Inggris

Sterling mencetak trigol ketika Inggris membungkam Ceko di laga pertama kualifikasi Piala Eropa.

Image
Olahraga
Myanmar vs Indonesia

Andritany Ardhiyasa: Lawan Myanmar? Kami Ingin Kemenangan

Timnas Indonesia membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki peringkat di FIFA.

Image
Olahraga
Miami Terbuka 2019

Mengejutkan, Sloane Stephens Disingkirkan Petenis Jerman

Stephens pun dipastikan gagal mempertahankan gelar juara miliknya.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Davies Menginginkan Bale Kembali ke Tottenham

Menurut Davis, kembali ke Tottenham adalah jalan terbaik bagi Bale

Image
Olahraga
PSM Makassar

Ferdinand dan Zulkifli Diperkirakan Absen di Piala AFC

"Saya harap mereka kembali secepatnya, tapi saya tidak tahu apakah dia akan kembali di waktu itu," kata Darije Kalezic.

Image
Olahraga
Pengaturan Pertandingan

Ada Dua Alasan Joko Driyono Tak Penuhi Panggilan Satgas

Pengacara beberkan alasan Jokdri tak penuhi panggilan pihak penyidik Satgas Anti Mafia Bola.

Image
Olahraga
Juventus

Demi Ronaldo, Juventus Hindari Tur Pra-Musim Amerika Serikat

Hal tersebut bertujuan agar Ronaldo tak ditahan oleh pihak berwenang terkait kasus pemerkosaannya pada satu dekade lalu.

Image
Olahraga
Pengaturan Pertandingan

Akhirnya, Joko Driyono Penuhi Panggilan Satgas Anti Mafia Bola

Tadi pagi, Jokdri telah datangi Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

trending topics

terpopuler

  1. Lucu! Begini Pengalaman Ruth Permatasari 'TJ' Naik MRT di London

  2. DPR Minta Polisi Serahkan Drone Laut Milik China ke LIPI

  3. Jokowi Sebut Elektabilitasnya Seimbang dengan Prabowo Subianto di Banten

  4. Mesranya Krisdayanti dan Raul Lemos Rayakan Ultah Pernikahan Ke-8

  5. Viral, Potret Legenda Milan Tiru The Beatles

  6. Pengamat: Belum Tentu Kepemimpinan Militer Miliki Visi-Misi Seperti Jokowi

  7. Sepanjang April, BMKG Prediksikan Pulau Bintan dan Tanjungpinang Akan Dilanda Hujan

  8. Naomi Campbell dan Liam Payne Akhirnya Berani Go Public Seputar Hubungan Asmara

  9. Kaukus Muda PPP Sumsel Dukung Fatwa Mbah Moen dan Keputusan Mukernas PPP Bogor

  10. Ratusan Milenial Jabar Siap Door To Door Menangkan Jokowi-Ma'ruf

fokus

Angkutan Tempoe Doeloe
Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru

kolom

Image
Muh Tunjung Nugroho

Basis Pajak dan Penurunan Tarif PPh

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Wawancara

Image
Hiburan

Jais Darga: Pelukis Indonesia Harus Lebih Agresif

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Sosok

Image
News

7 Potret Kedekatan Bambang Soesatyo dengan Cucu, Hangat Banget!

Image
News

Anto Purnomo, Sosok di Balik Sukses Evakuasi KRL 1722 di Bogor

Image
News

Sibuk Kampanye, 8 Potret Hangat Sandiaga Uno saat Luangkan Waktu Bersama Anak