image
Login / Sign Up

"Saya Punya Dua Model Pelatih: Pep dan Simeone"

Hervin Saputra

Unai Emery

Image

Unai Emery memberi harapan baru bagi Arsenal musim ini dengan catatan 16 laga tanpa terkalahkan di semua ajang. | REUTERS/Eddie Keogh

AKURAT.CO, Memulai karir kepelatihan di usia 33 tahun di klub yang baru berdiri dua tahun, Lorca Deportiva, pada 2004, Unai Emery kini telah menjelajahi sejumlah klub paling mewah di Eropa.

Musim panas ini, setelah kesuksesan membawa Sevilla merebut tiga gelar Liga Europa secara beruntun dan mampir di klub kaya sekelas Paris Saint-Germain, Emery mendarat di Arsenal sebagai penerus pelatih legendaris Arsene Wenger.

Hingga pekan-pekan terakhir November 2018, pelatih asal Spanyol berusia 47 tahun itu telah membawa The Gunners – julukan Arsenal – melawati rangkaian 16 laga tanpa terkalahkan.

baca juga:

Marca mewawancarai Emery untuk menanyakan pandangannya tentang beberapa hal mengenai sepakbola Spanyol. Beberapa di antaranya adalah tentang perbedaan antara Pep Guardiola dan Diego Simeone, bagaimana ia memahami dukungan plus kebencian suporter terhadap pelatih, serta pemecatan Julen Lopetegui oleh Real Madrid. Berikut petikannya:

Apakah Anda akrab dengan Pep Guardiola?

Ya, cukup dekat. Kami pernah berbicara di telepon dan saya mendapatkan apresiasi serta penghargaan.

Apa pendapat Anda tentang perbedaan gaya permainan?

Saya tidak tahu. Ada banyak tipe (permainan) sepakbola, tetapi terkadang tanpa dasar. Saya punya dua model pelatih: Pep dan (Diego) Simeone, dan orang-orang bilang mereka berlawanan. Itu mungkin benar dalam hal watak tim, lebih di depan atau di belakang, atau dalam hal bagaimana mereka mencapai area. Tapi saya menyukai keduanya, kemudian saya memiliki kepribadian saya.

Anda terkadang dilabeli memiliki gaya bermain bertahan. Bagaimana Anda memahaminya?

Saya tidak merasa seperti itu dan saya tidak tahu apa yang harus dipertahankan. (Tim) Arsenal (saya) ini memiliki lebih banyak penguasaan bola ketimbang tim lain, kecuali Chelsea dan (Manchester) City. Dan kami adalah tim yang mencetak gol terbanyak ketiga (setelah Chelsea dan City). Tapi jika suatu hari kami memiliki ruang, kami harus berlari, sebagaimana yang terjadi menghadapi Fulham (Arsenal menang 5-1).

Unai Emery dalam salah satu sesi latihan Arsenal di London, Inggris, 7 November silam. REUTERS/John Sibley.

Saya tidak dogmatis. Tujuan saya adalah untuk membuat fan berdiri dari tempat duduk (stadion). Dan ada banyak cara. Itulah mengapa saya tidak tahu bahwa saya dilabeli defensif.

Contoh lain: salah satu musim Sevilla saya adalah (tim) dengan gol terbanyak, kami melewati 100 (gol), PSG adalah pencetak gol yang hebat, meskipun itu memang sudah seharusnya, hal yang sama terjadi dengan Lorca di mana saya memulai, dan di Valencia, (David) Villa mencetak 30 gol. Lebih dari itu, suatu hari seorang pemain bilang kepada saya: ‘mister, titiritiritiri’, seakan-akan mau mengatakan ‘hei, apakah kita semua harus menyerang?’ Dan saya bilang, ‘Tentu, Anda benar.’

Kembali ke Pep, apa yang Anda sukai darinya?

Saya banyak mengikuti evolusinya, saya mempelajarinya. Saya suka bagaimana dia percaya dengan (permainan) menyerang untuk mempertahankan dirinya: menggunakan ruang secara benar, mengajukan (ide), menyerang sebagai cara yang terbaik untuk bertahan. Saya menganalisa Pep, tapi juga (Jose Luis) Mendilibar, (Lucas) Alcaraz, atau Javi Lopez.

Unai Emery, dan Pep Guardiola saat masih berkiprah di La Liga Spanyol. REUTERS/Protevousa.

Dan Cholo (sapaan Simeone)?

Saya cuka caranya menyempitkan ruang. Bertahan lebih dalam di dekat gawang. Tetapi, sebagai contoh, saya menghadapinya bersama Sevilla dan kami kalah 0-4. Bahkan ketika Anda ingin mendapatkan bola, mereka menekan Anda dengan baik dan melakukan itu ketika mereka memencet Anda seperti hewan dan memakan Anda. Itu adalah hari-hari di mana Cholo sangat menyerang. Apa yang ingin saya katakan adalah bahwa mengesampingkan (serangan Simeone) adalah absurd.

Apakah Simeone melewatkan Liga Primer Inggris?

Di Atletico dia memiliki semuanya… karena dia layak. Dia mengalami banyak tim, tetapi dia memakan tim. Suatu hari Anda harus pergi dan Anda bisa melatih di manapun. Melihat kepribadiannya, ya, saya melihat dia lebih di Italia.

Apakah Anda suka menganalisa pertandingan?

Saya suka. Ketika saya meninggalkan Valencia, saya bilang kepada Presiden (klub) bahwa saya lebih sebagai pelatih analis (permainan) ketimbang analisa pemain. Saya lebih taktikal. (Arsene) Wenger, sebagai contoh, lebih melihat sepakbola murni, lebih kepada pemain.

Dan saat itu, ketika Valencia mencari seorang pelatih, saya bilang kepada Presiden (Manuel Llorente) bahwa, bagi saya, penerus ideal saya adalah Mauricio Pochettino, yang saat itu berada di Espanyol. Karena saya menganalisa banyak tim, dan pada suatu hari, beberapa saat kemudian, Pochettino menelepon saya dan berterima kasih kepada saya. Dan saya melakukan itu (merekomendasikannya Pochettino) tanpa mengenalnya, tetapi saya mengenal Espanyolnya dengan baik. Itulah alasannya. Saya menganalisa tim lebih dari pemain.

Anda melatih pemain yang sangat rumit seperti Neymar. Apa yang Anda ajarkan padanya?

Anda harus tahu ketika Anda bicara kepada seorang pribadi dan pemain. Pada hari terakhir sebelum saya meninggalkan Paris, saya mendapatkan kepuasaan di mana dia datang mengucapkan selamat tinggal dengan sebuah pelukan, dan itu, terjadi pada level sebagai manusia, dan saya menghargainya.

Unai Emery dan Neymar semasa masih di Paris Saint-Germain. AS.

Mari bicara tentang La Liga. Apakah Anda menganggap pemecatan Julen Lopetegui dari Real Madrid tidak adil?

Dalam sepakbola tidak ada konsep seperti itu, olahraga ini sangat berbahaya. Anda harus tahu di mana Anda berada, dan di sana tidak ada keadilan. Para pelatih harus belajar dari hal ekstrem seperti ini. Saya berusaha hidup dengan hal itu.

Apakah Anda memiliki perasaan seiring waktu berjalan bahwa Anda lebih dicintai di Sevilla? Atau tidak?

Saya tidak tahu. Menurut saya orang-orang akan memberi tepuk tangan untuk saya, tapi saya tidak tahu bagaimana menafsirkan apa yang mereka inginkan. Saya meninggalkan Lorca dan ketika saya kembali ke Almeria, saya merasa 50-50. Ketika kembali ke Almeria, hal yang sama, karena Anda meninggalkan tempat mereka, orang-orang itu tidak bisa menerimanya.

Ini seperti ketika kekasih Anda meninggalkan Anda, dia bilang, “kamu sangat baik.” Ya, tetapi dia meninggalkan Anda. Dan Anda terluka, dan itu terjadi pada fan. Oleh karena itu, lebih baik meninggalkan tempat yang tidak melempar Anda keluar.

PSG? Saya belum tahu. Menurut saya fan tidak menginginkan saya bertahan, tetapi orang-orang di klub menghargai saya. Jaminan. Dan di Sevilla, sama. Mereka selalu mengatakan bahwa mereka mencintai saya di sana (tertawa). Tapi saya hanya ingin menghormati, dan jika orang-orang yang saya perlakukan seperti itu menginginkan saya, itu lebih baik. Saya mendapatkan semua itu di seluruh klub.[]

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Final BWF World Tour 2018

Sindhu Wakil India Pertama yang Meraih Gelar Final BWF World Tour

Pada gelaran sebelumnya, Sindhu hanya berhasil meraih posisi runnerup.

Image
Olahraga

Henderson Yakin Musim Ini Liverpool Akhiri Puasa Gelar

Henderson optimis karena saat ini semua bagian dalam skuatnya sudah dalam tingkat paling maksimal.

Image
Olahraga
Saul Canelo Alvarez

Canelo Siap Hadapi Golovkin Lagi Jika Publik Menginginkannya

"Saat ini apa yang bisa saya katakan adalah, saya ingin membuat pertarungan terbaik untuk publik," ungkap Canelo.

Image
Olahraga
Liga Primer Ingris 2018-2019

Preview: Konsistensi Kemenangan The Blues Diuji

"Ini pertandingan yang sangat penting. Kami perlu menunjukkan motivasi dan tekad kami," ujar Sarri.

Image
Olahraga
Liga Primer Inggris 2018-2019

Guardiola: Dua Gol Menambah Kepercayaan Diri Jesus

"Ini adalah pujian besar baginya, saya sangat senang untuknya," ujar Guardiola.

Image
Olahraga
La Liga Spanyol 2018-2019

Courtois Serang Balik Mantan Pelatihnya

Simeone memang sempat menyebut Courtois meraih penghargaan kiper terbaik dunia tahun ini hanya karena bermain di Real Madrid.

Image
Olahraga
Torino 0-1 Juventus

Ronaldo: Tidak Mudah Mengalahkan Torino

Ronaldo kembali menjadi penentu kemenangan Juventus.

Image
Olahraga
Liga Serie A Italia 2018-2019

Allegri Mengaku Lega Menangi Derby Turin

Juventus unggul 1-0 berkat gol tunggal Ronaldo di babak kedua.

Image
Olahraga
Bundesliga Jerman 2018-2019

Raih Gelar “Herbsmeister”, Dortmund Patahkan Dominasi Bayern Muenchen

Dortmund patahkan dominasi Bayern Muenchen selama tujuh tahun.

Image
Olahraga
Torino 0-1 Juventus

Derby Turin, Allegri Akui Torino Buat Juventus Kerepotan

Di Derby Turin ini, Juventus hanya mampu menang dengan skor 1-0 atas Torino.

trending topics

terpopuler

  1. Tulis Jamaah Monaslimin, Guntur Romli Dipolisikan, Tengku Puas: Ya Ente Minimal Diperiksa Polisi Dulu

  2. Bela Grace, Dara Sarankan Romahurmuziy: Jangan Diputar, Jangan Dibelokkan Ini ke Masalah Keyakinan

  3. Polemik Aturan Jilbab, Dahnil: Stigma yang Dibangun di Kepala, Itu Jilbab Kaum Islam Radikal dan Lain-lain

  4. Mahfud MD Dibuat Pusing Istilah Kardus, Nastak, Nasbung, Bumi Datar, Cebong, Kampret

  5. Ferdinand: Pengusaha Menjerit, Dikejar-kejar Pajak Saat Bisnis Tercekik

  6. Rustam: Penolakan, Perusakan Poster atau Baliho Bisa Saja Dilakukan Pihak Sendiri

  7. Spanduk Filivhiena Andalusia Disobek-sobek, Guntur Romli: Segitu Takutnya Ya ke PSI

  8. Peneliti: Dalam Waktu Singkat China Jadi Raksasa Ekonomi Dunia

  9. Bekas Jerawat Masih Menganggu? Atasi dengan Campuran Dua Bahan Ini

  10. Pernyataan Romahurmuziy Dianggap Sudutkan PSI dan Benturkan dengan Jokowi

fokus

Kaleidoskop 2018
Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Buka-Bukaan Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin

Image
Ekonomi

Intip 10 Milenial yang Berpotensi Berada di Deretan Orang Terkaya Selanjutnya

Image
Ekonomi

Kalah dengan Transportasi Online, Bos Blue Bird Terlempar dari Daftar Crazy Rich RI