image
Login / Sign Up
Image

Hervin Saputra

Bekerja sebagai redaktur kanal olahraga Akurat.co. Pernah bekerja di Harian Top Skor dan Majalah World Soccer Indonesia.

Marin Membuat Bulutangkis Tak Lagi Minoritas di Spanyol

Hervin Saputra

Carolina Marin

Image

Carolina Marin saat berada di podium juara Kejuaraan Bulutangkis Dunia di Nanjing, China, Minggu (8/6). | TWITTER/Carolina Marin

AKURAT.CO, “Kini, jika kami pergi ke Asia, Spanyol bukanlah tim yang asing. Mereka menghargai kami, menyambut kami. Itu adalah perasaan yang hebat,” kata Fernando Rivas tentang efek yang diberikan oleh kesuksesan anak asuhnya, Carolina Marin, terhadap olahraga yang senantiasa berada dalam kekuasaan Asia: bulutangkis.

Pernyataan Rivas tersebut seperti mencapai klimaksnya ketika Marin menjuarai Kejuaraan Bulutangkis Dunia di Nanjing, China, Minggu (6/8), dengan mengalahkan seteru asal India yang juga dikalahkannya di final Olimpiade Rio De Janeiro, Pusarla Venkata Sindhu.

Foto Marin menjadi penghias halaman muka tiga media olahraga terkemuka Spanyol, Marca-AS-El Mundo Deportivo. Juga ucapan selamat dari pejabat politik semacam Perdana Menteri Spanyol yang terpilih pada 2 Juni silam  - menyusul mosi tak percaya terhadap Perdana Menteri sebelumnya, Mariano Rajoy – Pedro Sanchez.

baca juga:

Munculnya foto Marin di halaman depan suratkabar yang selalu diisi oleh potret pesepakbola, petenis, dan basket itu menjadi semacam fenomena di Spanyol karena mereka adalah Spanyol.

Potret Carolina Marin di halaman muka AS edisi Senin, 6 Agustus 2018. AS


Marin adalah satu-satunya penyemat bendera Spanyol di dalam sejarah 119 tahun turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England, dengan menjadi juara tunggal putri pada edisi 2015 dengan mengalahkan mantan pebulutangkis ranking satu dunia asal India lainnya, Saina Nehwal.

Sudah tentu gejolak “bulutangkis” di Spanyol ditandai dengan sejarah ketika Marin mencatatkan diri sebagai orang Spanyol pertama yang duduk di posisi ranking satu dunia pada 24 November 2016.

Namun, lebih dari itu, pada 2018 Spanyol melihat semacam “endurance” karena kesuksesan Marin bukanlah “keberuntungan” underdog. Sebab, mereka menyaksikan Marin merebut gelar juara dunia ketiga di Nanjing sebagai orang pertama di dunia yang pernah melakukannya.  

“Ini adalah pekan yang luar biasa, saya tidak bisa bilang apa-apa. Di sini, di China, (juara dunia tiga kali) yang pertama di Kekaisaran Asia. Saya sangat gembira,” ucap Marin usai memenangi Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2018.

Pengaruh China dan Anggaran Rendah

Sekali lagi, sekalipun Spanyol dikenal sebagai negara olahraga kelas dunia dengan atlet-atlet kaya, tidak demikian dengan bulutangkis. Fernando Rivas - yang dianggap sebagai aktor di balik naiknya pamor bulutangkis negeri di Semenanjung Iberia itu – bahkan menyebut ia sempat memilih tak ikut dalam perjalanan turnamen akibat anggaran yang disediakan Federasi Bulutangkis Spanyol hanya untuk para pemain.

“Ini bukan tentang saya yang tidak ikut (turnamen) karena anggaran hanya untuk para pemain. Tetapi keputusan yang didasarkan pada jika saya ikut maka akan ada pengurangan uang untuk mereka di turnamen berikut dan berikutnya,” ucap Rivas sebagaimana dipetik dari Badminton Europe.

Keberadaan Rivas dalam kesuksesan Marin juga merupakan keganjilan. Sebab, banyak negara yang tidak terlalu mengenal bulutangkis selalu menggunakan jasa pelatih dari negara besar di Asia untuk membangun prestasi mereka.

Rivas memulai sentuhannya di Tim Nasional Spanyol pada 2005 setelah menghabiskan lima tahun di luar negeri. Tak seperti banyak warga Spanyol, Rivas meneliti bulutangkis untuk gelar lanjutannya setelah lulus dari jurusan ilmu pengetahuan olahraga (sport science).

Saat itu, Rivas memulai bekerja dengan sejumlah atlet veteran Spanyol yang telah terbiasa dengan pendidikan bulutangkis bergaya China. Menurut Rivas, tak gampang untuk melakukan pendekatan baru karena ia merasa harus menemukan sisi Spanyol di tengah pengaruh pelatih asal China yang dianggapnya enggan memberikan pendekatan baru.

“Ada beberapa pelatih veteran, yang menurut pendapat saya tidak terlalu berpendidikan, tapi mereka berpura-pura (berpendidikan). Sesi latihan minim segi taktik dan gaya China sudah menjamur,” ucap Rivas.

Fernando Rigas bersama Carolina Marin. BADMINTON EUROPE.

“(Saya) hanya ingin clear dan jika kata-kata saya tidak dipelintir, saya (ingin bilang bahwa saya) tidak punya apa-apa untuk melawan pendekatan China, dan (pendekatan) itu bekerja dengan baik di China. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita tidak bisa mengimpor (gaya bulutangkis China begitu saja) karena secara budaya berbeda dan tak ada tradisi bulutangkis di Spanyol.”

Dengan situasi itu, Rivas harus pula menghadapi guncangan politik di Federasi Bulutrangkis Spanyol. Namun, ia tak mau mengeluh dan sikap itu tertular pada bakat alami yang muncul di saat yang tepat atas nama Carolina Marin.

“Ada semacam turbulensi situasi politik di asosiasi yang harus diselesaikan dalam beberapa tahun sehingga saya bisa bekerja tanpa rasa cemas dan menghabiskan energi untuk urusan politik,” kata Rivas.

“Saya harus bilang kepada Anda, sekalipun hal itu sangat melelahkan dan memakan energi, ia memberi saya motivasi lebih untuk membuktikan bahwa mereka salah.”

Takdir Marin

Carolina Maria Marin Martin lahir di sebuah kota di wilayah otonomi Andalusia di Spanyol, Huelva, pada 15 Juni 1993. Ia mulai bermain bulutangkis di sebuah klub di kota kelahirannya sejak usai delapan tahun.

Pada usia 13 tahun, bakatnya tertangkap oleh Fernando Rivas dalam sebuah pertandingan U-15. Rivas menyebut kecepatan dan kekuatan yang dimiliki Marin “extraordinary”.

Marin telah memiliki pandangan yang berbeda bahkan sejak ia masih berusia 13 tahun. Jika rekan sebaya dan senegaranya, Garbine Muruguza, memilih tenis dan akhirnya menjadi juara Wimbledon 2017, maka sebagai anak Spanyol, Marin telah mengucapkan impian yang tak biasa untuk anak berusia 13 tahun.

“Saya ingin menjadi yang paling terbaik,” kata Marin dalam percakapan pertamanya dengan Rivas. “Juara Eropa, juara dunia, juara Olimpiade, dan ranking satu dunia.”

Impian aneh itu kini menjadi kenyataan dan para kolumnis olahraga di Spanyol mulai menulis tentang Marin, dan, dengan sendirinya, tentang bulutangkis.

Dari AS, Juan Gutierrez menyamakan perjalanan Marin kembali ke podium juara dunia setelah serangkaian cedera dengan usaha yang dilakukan sejumlah bintang tenis. “Kita melihatnya (Marin) dalam diri (Rafael) Nadal yang diidolainya, Serena (Williams), (Roger) Federer, dan (Novak) Djokovic,” tulis Gutierrez.

Carolina Marin dan Pusarla Venkata Sindhu usai final Olimpiade Rio De Janeiro 2016. REUTERS.

Pujian yang lebih besar lagi adalah bahwa nama Carolina Marin kini disejajarkan dengan “bulutangkis”. Dengan kata lain, di Spanyol, bulutangkis adalah Carolina Marin. Dalam julukan ala Indonesia, Marin kelak bisa dijuluki sebagai “Ratu Bulutangkis Spanyol” atau “Ibu Bulutangkis Spanyol”.

“Ada sesuatu yang tidak bisa dibicarakan oleh siapapun tentang Carolina Marin, (bahwa Marin) telah dikenal sebagai sosok besar pertama pelopor olahraga Spanyol,” tulis Gerardo Riquelme dari Marca.

Fernando Rivas meyakini bahwa kesuksesannya dan Marin adalah karena mereka berjumpa di tempat dan waktu yang tepat. Namun, yang patut dipuji adalah keberaniannya untuk mengambil resiko dan menentang arus untuk membuat yang tak mungkin menjadi mungkin.

Siapa kira Spanyol kini punya juara Olimpiade, All England, dan yang paling memukul adalah menjadi pemain pertama yang meraih tiga gelar Kejuaraan Bulutangkis Dunia di mana gelar ketiga direbut di negara raksasa China?

Yang terjadi dengan Marin membuktikan bahwa sekalipun Spanyol adalah negara yang meriah dalam urusan olahraga, namun, jika olahraga itu tak populer – sebagaimana juga di negara lain – maka sulit untuk mendapatkan fasilitas penunjang. Tapi, melalui Marin mereka kini bisa melihat bulutangkis sebagaimana Rafael Nadal dan Garbine Muguruza bisa mendapatkan banyak uang sebagai atlet profesional.

Bagi Indonesia, fenomena Marin patut disyukuri sehingga kita bisa berharap bahwa olahraga bulutangkis juga mendapat tempat di negara Juara Piala Dunia 2010 itu. Sekaligus tamparan bahwa Spanyol yang tak memiliki tradisi bulutangkis justru mencibiri Indonesia yang punya sejarah dengan legenda sekelas Susy Susanti.[]

Editor: Hervin Saputra

Sumber:

berita terkait

Image

Olahraga

Barcelona 3-0 Levante

Barcelona Terancam Didepak, Valverde Tak Merasa Buat Pelanggaran

Image

Olahraga

Barcelona 3-0 Levante

Barcelona Terancam Didepak dari Piala Raja Spanyol?

Image

Olahraga

Barcelona vs Levante

Preview: Demi Balikkan Keadaan, Barcelona Kembali Turunkan Pemain Andalan

Image

Olahraga

Piala Raja Spanyol 2018-2019

Ditaklukkan Leganes, Madrid Tetap Lolos ke Perempat Final

Image

Olahraga

Atletico Madrid 3-3 Girona FC

Girona Depak Atletico di Babak 16 Besar Lewat Laga Sengit

Image

Olahraga

Leganes 1-0 Real Madrid

Babak I: Mengejutkan, Leganes Bikin Madrid Tertinggal

Image

Olahraga

Piala Raja Spanyol 2018-2019

Formasi: Madrid Mainkan Isco dan Navas Sebagai Starter

Image

Olahraga

Leganes vs Real Madrid

Preview: Pertahankan Keunggulan, Solari Bersiap Pasang Skuat Belia

Image

Olahraga

Piala Raja Spanyol 2018-2019

Preview: Atletico Madrid Mencari Cara untuk "Sakiti" Girona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Petr Cech

Emery Ingin Cech Mengakhiri Karier dengan Manis

Emery mengaku terkesan dengan kiper berusia 36 tahun itu.

Image
Olahraga
Liga Primer Inggris 2018-2019

Liverpool Perpanjang Kontrak Kapten Timnas Skotlandia

Kontrak baru itu akan mengikat bek sayap tersebut hingga musim 2023-2024.

Image
Olahraga
Jose Mourinho

Mourinho: Saya Terlalu Muda untuk Pensiun

Akan melatih klub manakah Mourinho?

Image
Olahraga
Australia Terbuka 2019

Barty Lanjutkan Performa Gemilang, Federer Tembus 16 Besar

Barty dan Federer meraih kemenangan mudah di babak 32 besar.

Image
Olahraga
Gonzalo Higuain

Hari Ini, Higuain Jalani Tes Medis Bersama Chelsea?

Saat ini, Higuain tinggal menyelesaikan tes medis dan penandatanganan kontrak.

Image
Olahraga
Soccertainment

5 Paras Ayu Polly Parsons, Istri Thomas Vermaelen yang Model Lingerie dan Presenter

Senyumnya mengalihkan dunia...

Image
Olahraga
Australia Terbuka 2019

Konta: Bermain Tengah Malam Tidak Bagus untuk Kesehatan

Konta memberikan kritikan pedas untuk jadwal Australia Terbuka.

Image
Olahraga
Soccertainment

5 Pesona Ludivinie Kadri, Istri Bacary Sagna yang Senyumnya Bikin Kamu Semangat!

Para jomblo, ayo semangat!

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Valverde Sindir Keputusan Neymar Tinggalkan Barcelona

Neymar kembali santer diisukan bakal kembali ke Barcelona.

Image
Olahraga
Barcelona 3-0 Levante

Barcelona Terancam Didepak, Valverde Tak Merasa Buat Pelanggaran

"Kami merasa yakin dengan situasi ini."

trending topics

terpopuler

  1. Kesabaran Maxime Bouttier Nikahi Kekasih yang Hamil Bukan Anaknya

  2. Pengamat: Debat Pertama Diprediksi Akan Berat, Namun Jokowi Bisa Sukses

  3. Ahok: Buat Para Pembenciku, Aku Mau Mohon Maaf Atas Segala Tutur Kata, Sikap, Perbuatan yang Menyakiti

  4. Yunarto: Pasukan Gembel Warnet Mulai Dikerahkan Lagi, Ngata-ngatain Semua Lembaga Survei

  5. Harumkan Nama Indonesia, Astari Indah Vernideani Sabet Gelar Miss Tourism Internasional 2018

  6. Hasil Tes Urine Ivan Gunawan Positif Narkoba, Tapi...

  7. TNI AU akan Operasi Serigala di Papua Barat

  8. Nikita Mirzani Ogah Bawa Nama Dipo Latief untuk Calon Bayinya

  9. Dua Truk Dirusak Oknum PKL Tanah Abang, Kasatpol PP: Kita Akan Pidanakan Itu

  10. Ani Yudhoyono Ramaikan 10 Year Challenge, Warganet: Tetap Cantik, Berkharisma, dan Awet Muda

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Hiburan

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat

Image
Ekonomi

Demam #10yearchallenge ala Sri Mulyani, Bedakan Sensasinya!