image
Login / Sign Up

Trump-Baghdadi Kembar, Jenderal Ini Paparkan Buktinya

Budi Prasetyo

Image

Presiden Amerika serikat Donlad Trump | Istimewa

AKURAT.CO, Sepak terjang dan kebijakan Presiden Amerika Serikat yang selalu menunjukkan ekstremisme memicu kemarahan berbagai pihak. Salah satunya, peryataan terbaru Trump yang mengancam akan memasukkan militer Iran (IRGC) dalam kategori kelompok teroris. Hal ini kontak memicu kemarahan para pejabat di Iran.

Seorang jendral senior Iran menentang keras rencana Trump tersebut. Ia mengatakan bahwa presiden AS tersebut ubahnya seperti kembaran pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi.

Jenderal itu bernama Rasoul Sanayee Rad dan menduduki jabatan wakil komandan urusan politik di IRGC. Sanayee Rad menegaskan bahwa Trump sama persis dengan Baghdadi. Karakter dan cara pandang keduanya sama.

baca juga:

"Trump dan Baghdadi sama-sama menampilkan karakter kurangnya kepercayaan terhadap semua prinsip dan peraturan diplomasi dan kedaulatan di dunia dewasa ini. Yang satu (Baghdadi) sedang membangun kekhalifahan dan yang lainnya (Trump) menyerang negara lain," kata Sanayee Rad, sebagaimana dilansir Russia Today pada Kamis (12/10)

Jika Baghdadi ditopang oleh terorisme, lanjut Sanayee Rad, Trump didukung oleh “elang ekstremis”. Keduanya digunakan sebagai instrumen untuk memicu kekacauan dan ketidakstabilan dunia.

Sanayee Rad mengatakan bahwa baik Trump maupun Baghdadi sama-sama selalu menggunakan logika ancaman dan kekuatan untuk mencapai tujuan mereka. Keduanya juga mengandalkan temperamen bullying dan tirani.

Sanayee Rad melihat itu sebagai kesamaan-kesamaan karakter antara Trump dan Baghdadi, sehingga keduanya layak disebut kembar.

Sanayee Rad kemudian memperingatkan Trump untuk tidak merealisasikan rencananya memasukkan militer Iran sebagai kelompok teroris. Karena hal itu akan direspon secara keras dan tegas oleh Iran.

Hubungan AS dan Iran juga memanas oleh isu nuklir. Trump beberapa kali mengancam akan membatalkan kesepakatan nuklir yang dicapai Presiden Barack Obama dengan Iran pada tahun 2015. Rencana ini bukan hanya ditentang keras oleh Iran, tapi juga oleh negara Eropa dan Perserikatan Bangsa-bangsa.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Seret Nama Indonesia, Ini 4 Fakta Kasus 'Ratu Penipu Hollywood' yang Menghebohkan

Image

Ekonomi

Perang Dagang

China Tolak Tudingan Donald Trump Soal Pelambatan Ekonomi Negaranya

Image

Ekonomi

Christine Lagarde, 'Wonder Women' Nahkoda ECB yang Baru

Image

News

Jubir Misi PBB Iran Tolak Saran untuk Negosiasikan Program Rudalnya dengan AS

Image

News

Kasus Pembantaian Rohingya, AS Sanksi Berat Panglima Militer Myanmar

Image

Ekonomi

AS Tak Terima WTO Izinkan China Beri Sanksi ke Negaranya

Image

Hiburan

BTS Bakal Gelar Konser 'Love Yourself: Speak Yourself' di Arab Saudi

Image

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Jatuh, Meski AS dan Iran Turunkan Tensi Seteru

Image

Ekonomi

Libra Dicecar Ketidakpercayaan, Harga Bitcoin Langsung Terjun Bebas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bareskrim Tangkap Seorang Warganet yang Sebarkan Kebencian pada Presiden dan Polri

Tersangka ditangkap polisi di Perumahan Permata Jingga Blok I Nomor 4, Kota Malang, Jawa Timur.

Image
News

Bukan Hanya Perempuan, Pelecehan Seksual di Ruang Publik Juga Menyasar Kaum Pria

"Tiga dari lima perempuan pernah mengalami pelecehan di ruang publik. Sementara satu dari 10 laki-laki juga mengalami pelecehan,"

Image
News

Tim Advokasi Novel: Presiden Jangan Menghindar dari Tanggungjawab

Jokowi diminta ambil alih tanggung jawab.

Image
News

Diduga Langgar Hak Paten KSLL, Pembangunan Balai Karantina Pertanian Semarang Diberi Garis Polisi

Pembangunan harus ditunda.

Image
News

ICW Rekomendasikan Ditjen PAS Kemenkum HAM Dibenahi Secara Menyeluruh

"Menurut saya butuh reformasi yang serius dari Menkumham untuk membenahi lembaga pemasyarakatan"

Image
News

TGPF Kasus Novel Baswedan Rekomendasikan Polri untuk Dalami Tiga Terduga Pelaku Penyiraman

Polisi harus membentuk tim teknis buru 3 terduga pelaku.

Image
News

TGPF Bantah Cari Sensasi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Membantah pernyataan Iwan Bule.

Image
News

MAPOL: SDM Kepolisian dan Kejaksaan Sangat Dibutuhkan KPK

SDM di kepolisian adalah SDM yang paham tentang penyelidikan dan penyidikan

Image
News

Komnas Perempuan Menilai Banyak Anggapan yang Salah Soal Pelecehan Seksual

"Survei ini membalikkan mitos-mitos yang ada di masyarakat. Apalagi, responden survei adalah korban pelecehan seksual sendiri,"

Image
News

Komisi Yudisial Siap Bantu Pansel Capim KPK

"Pastinya kami siap membantu, karena itu demi kepentingan publik,"

trending topics

terpopuler

  1. Ditipu Rugi Rp600 Juta, Arie Untung Mengaku Dirinya Korban Pablo Benua

  2. Penyidik Temukan Logo LSF di Video 'Ikan Asin', Farhat Abbas: Mungkin Buat Gaya-gayaan

  3. 10 Potret Temmy Rahadi dan Ira Wahyuni yang Jarang Tersorot, Mesra di Berbagai Pose

  4. Segera Menikah, ini 10 Potret Terkini Dena Rachman yang Makin Cetar

  5. Hasil Penyidikan Polisi Harus Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Novel

  6. Foto-foto Lucu Anak SD Hormat Bendera saat Upacara Hari Pertama Ini Bikin Gemas Warganet

  7. Begini Jadinya Kalau Anak IPS Menggunakan Laboratorium, Kocak Abis!

  8. Habib Rizieq Tak Bisa Pulang, Bagaimana Mengurus Visa dan Biayanya?

  9. Pemain Debutan Berpeluang Jadi Bek Tengah Andalan Timnas U-19

  10. Kisah 'Hachiko Yunani' 1,5 Tahun Tunggui Lokasi Kecelakaan Tuannya Ini Bikin Haru

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik