image
Login / Sign Up

Pengamat Minta Indonesia Proaktif Dorong Perdamaian di Kashmir India

Muslimin

Image

Orang-orang memegang tanda dan meneriakan slogan-slogan selama protes setelah pemerintah membatalkan status khusus untuk Kashmir, di New Delhi, India, 5 Agustus 2019. | REUTERS / Danish Siddiqui

AKURAT.CO, Pengamat dan pegiat kemanusiaan meminta agar pemerintah Indonesia bersikap lebih proaktif mendorong terciptanya perdamaian di dataran tinggi Kashmir yang menjadi lahan sengketa antara India dan Pakistan.

Pengamat Asia Selatan dari Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo mengatakan keterlibatan aktif itu merupakan upaya memenuhi tanggung jawab moral Indonesia sebagai negara yang memiliki hubungan historis, sosial-politik, ekonomi dengan India dan Pakistan.

Tak hanya itu, menurut Agung, tanggung jawab menciptakan perdamaian di dataran tinggi Kashmir juga diemban Indonesia mengingat posisinya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB).

baca juga:

Bukan hanya tanggung jawab moral, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 juga memiliki beban psikologis untuk aktif mendorong perdamaian di Kashmir.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo jilid II, posisi wakil presiden diisi oleh seorang kiai, Ma'ruf Amin. Ada beban psikologis bagi pemerintahan sekarang," kata Agung di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Selain pengamat, asosiasi organisasi kemanusiaan di Asia Tenggara SEAHUM (Southeast Asia Humanitarian Committee) juga meminta pemerintah Indonesia lebih aktif merespon ketegangan di Kashmir demi mencegah warga sipil jadi korban konflik kemanusiaan.

Direkur Utama Sekretariat SEAHUM Amin Sudarsono mengatakan pihaknya mendorong Indonesia jadi penghubung India dan Pakistan agar dua negara bersedia membangun dialog.

"Ada dua hal yang kami, SEAHUM, ingin sampaikan. Pertama, pemerintah Indonesia memiliki peluang besar terlibat membantu diplomasi perdamaian di Kashmir. Kedua, kami sebagai asosiasi kemanusiaan akan selalu standby melihat detik demi detik situasi di sana, sejauh ini kami belum menerima informasi ada pergerakan manusia setelah jalur komunikasi diputus dan 10.000 tentara diturunkan di Kashmir," kata Amin.

Sejak situasi di Kashmir kembali tegang pada awal Agustus, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mendorong India dan Pakistan membicarakan isu Kashmir dalam forum bilateral. Namun, Indonesia belum menawarkan diri berperan jadi negosiator atau penghubung untuk India dan Pakistan agar bersedia berbicara di meja runding.

Situasi politik di negara bagian Kashmir, India, kembali memanas setelah pemerintah pusat membatasi ruang gerak dan jalur komunikasi, serta menempatkan 10.000 tentara di wilayah tersebut. Tak hanya itu, pemerintah India juga menutup sekolah dan kampus, menerapkan jam malam, meminta wisatawan ke luar dari Kashmir, dan menjadikan pemimpin di negara bagian itu sebagai tahanan rumah.

Pembatasan yang dilakukan sejak 4 Agustus itu merupakan upaya pemerintah mengantisipasi aksi massa yang memprotes pencabutan otonomi khusus di Kashmir pada 5 Agustus. Padahal, otonomi khusus di Kashmir telah berjalan selama 70 tahun dijamin oleh konstitusi India Pasal 370. Berdasarkan peraturan itu, negara bagian Jammu dan Kashmir berhak memiliki aturan perundang-undangan, bendera, dan kebebasan mengatur nyaris seluruh sektor, kecuali urusan luar negeri, pertahanan dan komunikasi.

Saat otonomi khusus itu berlaku, pemerintah negara bagian Kashmir berwenang memberi izin tinggal dan mengatur jual beli lahan serta properti.

Namun, setelah status istimewa dicabut, untuk pertama kalinya, warga di luar wilayah Kashmir dapat membeli tanah dan rumah di negara bagian itu. Alhasil, bagi sebagian besar warga setempat, kebijakan pemerintah India merupakan upaya mengubah demografi Kashmir yang dihuni mayoritas Muslim.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Melek Digital, Kemenpar yakin Makin Banyak Makanan Khas Indonesia Dikenal Dunia

Image

Ekonomi

APNI Harap Larangan Ekspor Bijih Nikel Tidak Dipercepat

Image

Olahraga

PSS Sleman vs Bali United

Jamu PSM, PSS Terancam Tanpa Striker Andalan

Image

Hiburan

Mantan Kekasih Glenn Fredly Berkoar di Instagram, Sindir Mutia Ayu?

Image

News

5 Negara yang Berlakukan Cuti Haid, Perempuan Indonesia Berhak Libur 2 Hari

Image

Olahraga

Persija Jakarta

Persija Resmi Bercerai dengan Dua Pemain Asingnya

Image

Ekonomi

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

Image

Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga, IHSG Malah Tak Semringah

Image

Ekonomi

Tok! RDP Komisi XI Dengan Garuda Indonesia Ditunda Gara-Gara Hal Ini

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Frans Kaisiepo termasuk salah satu orang pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di tanah kelahiran

Image
News

Layanan Berbasis NIK, Masyarakat Diminta ke Dukcapil Setempat Jika Lupa Nomornya

"Karena seluruh penduduk kita yang ada dalam data penduduk center sudah memiliki NIK, tadi seperti itu kesepakatannya"

Image
News

Berhubungan Seksual di Hutan, 1 Wanita dan 5 Pria Lansia AS Ini Diseret Kepolisian

Mereka kemudian dibebaskan oleh kepolisian

Image
News

Polri Selidiki Pelontar Kata Umpatan Berbau Rasisme kepada Mahasiswa Papua

Kita mulai dari bukti yang ada dulu. Kita dalami dan kembangkan.

Image
News

Yandri Sebut Pemerintah Belum Penuhi Unsur Kepatutan Terkait Pindah Ibu Kota

"Jadi menurut saya, PR terbesar hari ini, PR utama pemerintah adalah segera mengajukan rancangan undang-undang pemilihan Ibu Kota"

Image
News

Anies Santai Tanggapi Isu Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim

Anies pun mengaku siap seandainya Ibu Kota sudah pindah ke Kalimantan Timur, karena hal itu merupakan perkembangan perubahan zaman

Image
News

5 Bedah Transplantasi Paling Menghebohkan, Ada yang 'Permak' Wajah Total

Usai Katie Stubblefield kehilangan wajah karena mencoba bunuh diri, dokter memberikan beberapa organ termasuk jaringan kulit wajah penuh

Image
News

Polri Dalami Peran Korlap Aksi Massa Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Ya kita masih lakukan pendalaman ya terhadap informasi itu.

Image
News

Fadli Zon Duga Pemindahan Ibu Kota Tanpa Ada Kajian yang Mendalam

"Jadi jangan mengada-ada. Mungkin lebih fokus dululah perbaiki dulu persoalan kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan kita"

Image
News

KPK Geruduk Kantor Dinas DPUKP Yogyakarta

Sekitar pukul 14.38, para petugas KPK yang jumlahnya sekitar 6-7 orang itu keluar dari kantor DPUKP lewat pintu belakang.

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Ditanya Menyesal Jadi Mualaf, Deddy Corbuzier: Sakit Mendengarnya!

  2. Kritik Jokowi, Ini 6 Fakta Sepak Terjang Karier Gubernur Papua Lukas Enembe

  3. Pembangunan Stadion di Lahan Sengketa Berlanjut, Gubernur Anies Dinilai Tak Hormati Proses Hukum

  4. Jaksa Satriawan Masih Ditemui Warga Sedang Ibadah Salat Magrib saat Hari OTT KPK

  5. Hubungi Wagub Papua Barat, Sandiaga Uno Tawarkan Bantuan

  6. Sindir Kinerja Jokowi, 5 Fakta Menarik Sherly Annavita Rahmi

  7. Setelah Getah Getik, Kini Terpampang Batu Bronjong Senilai Rp150 Juta di Bundaran HI

  8. Gak Jadi Diperiksa, Ternyata Nikita Mirzani Sudah Kirim Surat ke Polisi

  9. Perlukah UAS Minta Maaf? Ini Dua Pandangan Berbeda Yunarto dan Budiman Sudjatmiko

  10. Lagu 'Location Unknown' Mendadak Viral, Gading Marten: Gara-Gara Gempi

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya