image
Login / Sign Up

Bela China dalam Kasus Xinjiang, Begini Alasan Arab Saudi

Sahistya Dhanes

Image

Warga muslim China meninggalkan masjid Id Kah setelah sholat Idul Fitri di Kashgar, wilayah otonomi Uighur, Xinjiang | AFP

AKURAT.CO, Pemerintah Arab Saudi membenarkan bahwa mereka menjadi salah satu dari 37 negara yang menandatangani pernyataan dukungan terhadap kebijakan pemerintah China di Xinjinang. Diketahui bahwa pemerintah China melakukan penahanan terhadap jutaan umat Islam etnis Uighur di wilayah tersebut.

Tindakan China telah dikecam oleh banyak negara, organisasi internasional, dan kelompok-kelompok hak asasi. Beijing berdalih bahwa apa yang mereka lakukan di Xinjiang bukanlah menahan orang di kamp konsentrasi melainkan menempatkan mereka di pusat pendidikan dan pelatihan dengan tujuan menjauhkan mereka dari paham radikal.

Pekan lalu, puluhan negara yang tergabung dalam Dewan HAM PBB menyerukan agar China menghentikan praktik penahanan tersebut. Seruan itu disampaikan lewat sebuah surat.

baca juga:

Sebagai tanggapan atas seruan tersebut, 37 negara lain termasuk Arab Saudi menuliskan surat yang menyatakan mendukung kebijakan China dan memuji apa yang dilakukan China sebagai prestasi di bidang HAM.

Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdallah al-Mouallimi, mengatakan bahwa surat itu hanya berisi tentang pekerjaan pembangunan di China.

"Tidak ada yang bisa lebih peduli tentang status muslim di mana pun di dunia selain Arab Saudi. Apa yang kami katakan dalam surat itu adalah bahwa kami mendukung kebijakan pembangunan China yang telah mengangkat orang keluar dari kemiskinan," ujarnya kepada media.

Salinan surat tersebut kemudian tersebar ke media dan terlihat bahwa dalam surat itu negara-negara mengatakan China telah berhasil mengembalikan keamanan di Xinjiang dan melindungi semua kelompok etnis.

"Menghadapi tantangan besar terorisme dan ekstremisme, China telah melakukan serangkaian tindakan kontra-terorisme dan deradikalisasi di Xinjiang, termasuk mendirikan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan," tulis surat tersebut.

Terkait komentar Abdallah, Direktur Human Rights Watch (HRW) PBB, Louis Charbonneau, melontarkan kritiknya.

"Karakterisasi surat Al-Mouallimi adalah tamparan di wajah umat muslim yang dianiaya di Tiongkok, tidak akurat sampai pada titik absurditas," ujarnya.

Awal Juli lalu, Amerika Serikat dan Jerman melayangkan kecaman mereka terhadap China dalam pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB terkait dengan kamp konsentrasi di Xinjiang. Kecaman itu kemudian dibalas oleh China yang menyatakan negara lain tidak berhak mengangkat isu tersebut karena itu adalah masalah internal China.

Sebelumnya, Amerika Serikat, Inggris, dan negara Barat lainnya telah menyatakan keberatan atas kunjungan kepala bagian kontra-terorisme PBB ke Xinjiang. Kunjungan tersebut dikhawatirkan akan dianggap sebagai bukti bahwa China tengah menangani terorisme.

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Sullivan, menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

"Beijing terus mencitrakan kampanye penindasan terhadap Uighur dan muslim lainnya sebagai upaya kontraterorisme yang sah, padahal itu tidak," katanya. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Dinilai Kebarat-baratan, Wanita AS Harus Kehilangan Hak Asuh Anaknya di Arab Saudi

Image

Ekonomi

Kurs Rupiah Pun Turut Menguat Pagi Ini

Image

Ekonomi

IHSG Menguat, Berkat Redanya Tensi Perang Dagang

Image

Olahraga

Nate Diaz vs Anthony Pettis

Absen Tiga Tahun, Nate Diaz Comeback dengan Kalahkan Anthony Pettis

Image

Olahraga

Tim Nasional China

China Daftarkan Pemain Kelahiran Brasil untuk Tim Nasional Mereka

Image

Hiburan

Tompi Kecewa Usai Jalani Ibadah Haji, Ada Apa?

Image

News

Haji 2019

Sejumlah 20 Jamaah Haji Embarkasi Batam Meninggal Dunia di Tanah Suci

Image

News

Agar Tak Jadi Fitnah, Mahfud MD Buka Saja Orang Arab yang Mendanai Ajaran Radikal

Image

News

Dinamika Geopolitik Keamanan Maritim Meningkat, Penguatan Bakamla RI sebuah Keniscayaan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kerusuhan di Manokwari, Kapolri: Jangan Terpancing, Jangan Mau Diadu Domba!

"Di trigger kesimpangsiuran informasi, kesalahpahaman dan membuat kata -kata kurang nyaman."

Image
News
Nikah Cepat

Kebanyakan Usia Perkawinan Anak Cuma Seumur Jagung

Itu sebabnya, pernikahan dini dinilai sangat membahayakan bagi pertumbuhan pasangan anak itu sendiri.

Image
News

LPSK: Perlindungan Saksi Kunci Pembantaian Satu Keluarga di Banten Tergantung Kebutuhan

Karena sifat perlindungan LPSK sukarela, tentu saja kalau memerlukan layanan kita akan memberikan perlindungan

Image
News

Pastikan Kondusifitas Papua, Polri Rangkul Tokoh Masyarkat Adat

Dedi berharap semua elemen termasuk tokoh masyarakat mengambil bagian untuk meredam situasi di sana

Image
News

Fadli Zon Minta Para Tokoh Tak Biarkan Konflik Manokwari Jadi Bola Salju

"Dari sejak dulu kita ingin harus ada penanganan yang cepat dan tepat. Cepat saja kurang kalau tidak tepat"

Image
News

Mendagri Imbau Perangkat Daerah Tak Keluarkan Pernyataan yang Berpotensi Menambah Gejolak di Papua

Tidak terlalu mengumbar berbagai pernyataan yang bisa menimbuklan emosi warga

Image
News

Kasus e-KTP, Adik Gamawan Fauzi Diperiksa untuk Penyidikan Paulus Tannos

Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka PLS.

Image
News

KPK Periksa Pejabat PT Garuda Indonesia Terkait Kasus Dugaan Pencucian Uang

KPK menemukan adanya dugaan pemberian uang dari Soetikno Soedardjo selaku pemilik PT Mugi Rekso Abadi kepada Emirsyah.

Image
News

Diduga Menista Agama, Horas Bangso Batak Juga Polisikan UAS

Membuat laporan karena ustaz kondang itu telah menista agama kristiani.

Image
News

Dianggap Terlalu Lamban, Pelayan Restoran Prancis Ini Ditembak Mati Pelanggannya

Insiden ini membuat warga Prancis heran dan marah

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lagi Heboh Video UAS Soal Salib, Tengku Zul Beri Dukungan

  2. Paranormal: Kesalahan Kasus Abdul Somad Justru Dipenyebar Kontennya

  3. Menang Gugatan, Pimpinan KPK Diperintahkan Kembalikan Posisi Jabatan Pegawainya sebelum Dimutasi

  4. Jack Boyd Lapian: Ampuni UAS, Dia Tidak Tahu Apa yang Diperbuat

  5. Klarifikasi Soal Salib, UAS: Saya Tidak Akan Takut karena Saya Tidak Bersalah

  6. Menahan Diri untuk Berkomentar Soal Ustadz Abdul Somad dan Jin Kafir

  7. Agar Tak Jadi Fitnah, Mahfud MD Buka Saja Orang Arab yang Mendanai Ajaran Radikal

  8. MS Kaban: Mempolisikan UAS Membangkitkan Ghirah Keimanan

  9. Alissa Wahid: Menahan Diri Berkomentar Soal Abdul Somad dan Jin Kafir Sungguh Tidak Mudah

  10. Sepakat GBHN Dihidupkan, Yusril: Supaya Presiden Bertanggungjawab ke MPR

fokus

Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Sosok

Image
News

4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia

Image
News

Diduga Korupsi, 7 Fakta Sepak Terjang Karier Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Image
News

Potret Keren Susi Pudjiastuti dan Srikandi Indonesia Saat Hadiri Sidang Tahunan MPR RI