image
Login / Sign Up

Polri Dalami Kasus Dugaan Pemerasan dan Pungli Perpanjangan Sertifikasi Halal MUI

Yudi Permana

Image

Kuasa Hukum Tatari, Ahmad Ramzy saat memberikan keterangan kepada awak media di gedung Bareskrim Polri, Kamis (18/7/2019) | AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Polri tengah mendalami kasus dugaan pemerasan dan dugaan pungutan liar (pungli) perpanjangan akreditasi sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Sebelumnya diketahui lembaga sertifikasi halal asal Jerman, Halal Control GmbH milik warga negara Jerman, Mahmoud Tatari menjadi korban pemerasan dan pungutan liar dalam kasus perpanjangan sertifikasi halal suatu produk tersebut.

Pemerasan dilakukan oleh terduga pelaku Mahmoud Abo Annaser yang diketahui warga negara Selandia Baru dan menjadi pihak ketiga dalam sengkarut kasus.   

baca juga:

Kuasa hukum Tatari, Ahmad Ramzy mengatakan, pemerasan itu diduga dilakukan di bawah kendali dan sepengetahuan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim.        

"Modusnya adalah pungli. Ketika akreditasi tersebut habis masa waktunya, sudah dilakukan pemenuhan syarat-syarat, korespodensi dengan pihak MUI sudah dilakukan. Tetapi tidak ada tindak lanjut, tahu-tahu ada pihak ketiga (Annaser) yang menelepon klien kami untuk memintakan uang terkait perpanjangan akreditasi sertifikasi tersebut," kata Ramzy di Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,  Kamis, (18/7/2019).           

Menurut Ramzy bahwa kliennya dimintai uang oleh pelaku sebesar 50 ribu Euro atau sekitar Rp780 juta. Pada awalnya Tatari tak ingin membayar uang tersebut. Namun, kliennya meminta dipertemukan dengan pihak LPPOM MUI.           

Usai bertemu dengan oknum pihak LPPOM MUI, kliennya baru merasa percaya dan melakukan pembayaran sejumlah dana. Pertemuan tersebut terjadi pada 2016 di Bogor.

Namun setelah pihaknya mengonfirmasi ke pihak MUI, diketahui bahwa warga negara Selandia Baru ini bukan seorang konsultan di MUI.               

"Setelah dilakukan cek ternyata semua ini adalah kosong tidak ada permintaan (uang)," ucapnya.          

Karena merasa diperas, Tatari beserta kuasa hukumnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Bogor sejak November 2017.               

"Tapi tidak ada kemajuan sama sekali terlihat seperti dilindungi oknum New Zealand dan MUI ini. Karena kita membongkar sesuatu yang besar terkait MUI," tegas Ramzy.

Karena merasa kasusnya jalan di tempat, keduanya melaporkan kembali kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri. Pada hari ini, pihak penyidik langsung melakukan gelar perkara kasus tersebut.    

"Hari ini kita gelar perkara di Mabes Polri karena saya melihat sudah ada intervensi di Polres Bogor," katanya.    

Sementara itu, kuasa hukum MUI, Iksan Abdullah membantah adanya aliran dana masuk ke pihak MUI. Menurutnya, kejadian ini murni tindak pidana yang dilakukan oleh warga negara asing.

"MUI tak ada keterlibatan dan menerima sepeserpun. Ini murni perbuatan warga negara asing yaitu Mahmoud Abo Annaser," ujar Iksan.          

Iksan menuturkan, dalam proses perpanjangan sertifikasi halal tidak ada pungutan biaya. Pihaknya hanya mengirimkan auditor ke pihak terkait. Nantinya pihak MUI baru memutuskan apakah menerbitkan sertifikasi halal atau tidak.            

Ia juga merasa heran kepada pihak pelapor yang mempercayai konsultan dari pihak luar dalam proses perpanjangan sertifikat halal. Sebab ia menyebut bahwa pelapor sudah menjadi mitra MUI selama 20 tahun.     

"Sudah 20 tahun lebih mitra MUI. Kenapa dia gunakan jasa konsultan," katanya dengan tanda tanya.   

Sementara terkait apakah akan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik, Iksan menuturkan hal tersebut masih dalam pertimbangan.

"Akan kami pertimbangkan karena ini sudah menyangkut delegetimasi sedemikian rupa nama baik MUI yang dihancurkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri," tegasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Berita Populer Jansen Soal Kalimat Rasis untuk Papua hingga 5 Fakta Perjalanan Kasus 'Vina Garut'

Image

News

Ustad Somad: Ceramah Saya yang Diviralkan Itu Menjawab Pertanyaan, Bukan Tema Kajian

Image

News

FOTO Ustad Abdul Somad Klarifikasi Video Ceramahnya yang Dianggap Menistakan Agama

Image

News

Ustad Abdul Somad Penuhi Panggilan MUI untuk Klarifikasi Ceramahnya soal Salib

Image

News

Polisi Berhasil Kendalikan Kerusuhan di Fakfak Papua

Image

News

MUI Minta Polisi Usut Pengunggah Pertama Video UAS

Image

Ekonomi

Kebut Reforma Agraria, Pemerintah Siap Percepat Redistribusi Lahan

Image

News

Presidium Rakyat Menggugat Laporkan UAS ke Mabes Polri

Image

News

Menurut MUI, Ini Hukumnya Makan Lele yang Memakan Bangkai

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Anies Baswedan: Mari Kita Lanjutkan Bersama Persatuan yang Sudah Ada di Jakarta

"Masyarakat Papua di Jakarta juga sudah memberikan kontribusi pembangunan untuk ibu kota."

Image
News

Mahfud MD: Tak Ada Jalan Bagi Papua untuk Referendum dari Indonesia

Mari kita berdamai dulu dan tenangkan situasi.

Image
News
DPR RI

DPR Kembali Gelar Lomba Stand Up Comedy 'Kritik DPR', Hadiahnya Puluhan Juta

DPR RI saat ini sudah menjadi parlemen terbuka. Siapa pun boleh menyampaikan kritik kepada DPR tanpa harus merasa takut.

Image
News

Masuk Bursa Pilwakot Tangsel, Sandiaga: Istri Saya Belum Memutuskan

"Alasan Mpok Nur maju di Tangsel ini kan harapan dari masyarakat."

Image
News

DPP Golkar Tegaskan Rapat Pleno Tunggu Hasil Pileg 2019

"Soal tuntutan untuk menggelar Rapat Pleno, dalam mekanisme rapat internal Partai Golkar itu jelas ada tahapannya"

Image
News

Lewat Dokumenter, Komunitas Satanis Perjuangkan Kebebasan Beragama

Dokumenter tersebut juga menjadi alat mereka dalam memperjuangkan kebebasan beragama

Image
News

Sambangi Empat Provinsi, Lieus Sungkharisma Cari Dukungan untuk Pulangkan Habib Rizieq

"Kita akan terus keliling ke daerah-daerah lain dan mendengar aspirasi."

Image
News

5 Kebakaran Hutan Terbesar Sepanjang Sejarah, Ada yang Hanguskan 22,2 Juta Hektare Lahan

Kebakaran hutan berakibat fatal untuk kehidupan manusia

Image
News

PAN Tak Dapat Izin Gelar HUT di Kolong Jembatan Tol Pejagalan

Sampai dengan saat ini belum menerima persetujuan ijin penggunaan area Kolong Tol Pejagalan dari Kementerian PUPR.

Image
News

Tolak Wanita Kulit Hitam Sebagai Penjaga Rumah, Pastor Ini Salahkan Anjingnya yang Rasis

Peristiwa bermula saat Emily Weaver memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lukas Enembe Kritik Jokowi, Faizal: Kepala Daerah Tidak Etis 'Menghujat' Presiden

  2. Video Vulgar Tersebar, Duo Semangka Jelaskan Kronologinya

  3. 2 Jam Besuk Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Cuma Bahas Soal Lagu

  4. Soal Cuitan 'Pabrik Susu', Aura Kasih Belum Tentukan Sikap Ke Jalur Hukum

  5. Jadi Ibu Baru, 10 Potret Memesona Aura Kasih Dua Bulan setelah Melahirkan

  6. Kehadiran Batu Bronjong, Guntur Romli: Selera 'Seni' Anies Makin Sulit Dicerna Selera Umum

  7. Bisnis Ternak Hewan 'Nyeleneh' yang Menghasilkan Banyak Uang

  8. Tunda Bulan Madu, Roger Danuarta-Cut Meyriska Pilih Hadiri Pengajian Gus Anom

  9. Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

  10. Lebih Sering Mager, 5 Zodiak Ini Dikenal Hobi Bermalas-malasan

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya