image
Login / Sign Up

Syamsuddin: Bagaimana Kita Percaya Jenderal Polisi Bisa Pimpin KPK Jika Kasus Novel Saja Gagal Diungkap

Siswanto

Image

Peneliti Senior LIPI Syamsuddin Haris di Diskusi Populi Center dengan tema 'Mengapa Anggota DPR Malas?', Menteng, Jakarta, Sabtu (24/11) | AKURAT.CO/Khalishah Salsabila

AKURAT.CO, Pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan terhada penyidik KPK Novel Baswedan. Syamsuddin Haris pesimistis dengan hasil kerja TGPF bentukan polisi.

‏"Sejak awal publik meragukan TPF bentukan kapolri untuk kasus Novel Baswedan. Setelah 6 bulan bekerja hasilnya hampir nol besar. Presiden @jokowi harus segera bentuk TGPF yang independen. Bagaimana kita percaya jenderal polisi bisa pimpin @KPK_RI jika kasus Novel saja gagal diungkap," kata Syamsuddin Haris melalui akun Twitter @sy_haris.

Sebelumnya, Amnesty International Indonesia mendesak Presiden Jokowi untuk proaktif mengambil alih kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, setelah TGPF yang dibentuk Polri dinilai gagal mengungkap pelaku penyerangan.

baca juga:

"Presiden Jokowi harus proaktif dengan mengambil alih penanganan kasus ini dan membentuk TGPF independen," ujar Manager Kampanye Amnesty International Indonesia Puri Kencana Putri melalui pesan singkat.

Putri mengatakan pada saat ini publik menunggu niat politik dari Jokowi untuk menyelesaikan kasus Novel, meskipun Jokowi dinilai kerap kali masih meminta publik untuk tetap percaya kepada Polri.

Putri menambahkan kasus Novel tidak boleh kembali ke titik nol di mana Bareskrim sebagai tim teknis yang ditunjuk Kapolri akan memegang kendali atas kasus Novel.

"Presiden tidak boleh tinggal diam. Publik menunggu Presiden Jokowi untuk berani mengambil keputusan membentuk TPGF Independen di bawah Presiden," katanya.

Putri mengatakan temuan tim pakar sangat mengecewakan mengingat tim tersebut sudah diberikan waktu selama enam bulan untuk mengungkap fakta dan data dibalik penyerangan Novel.

"Sudah dua tahun berlalu dan juga sudah enam bulan waktu yang dihabiskan, kita melihat mereka gagal mengungkap pelaku," kata Putri.

Putri menilai bahwa tim pakar tersebut telah menyematkan tuduhan yang tidak etis bagi seorang korban yang sedang mencari keadilan seperti Novel Baswedan.

"Adalah tidak logis jika tim belum menemukan pelaku tapi malah sudah mempunyai kesimpulan terkait probabilitas di balik serangan Novel yaitu adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan," kata Putri

Probabilitas lain yang menjadi pertanyaan adalah keterangan tim pakar yang mengatakan bahwa serangan terhadap wajah Novel bukan dimaksudkan untuk membunuh tapi membuat korban menderita, ujar Putri. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

FKSPI Sebut Pengawas Intern Mampu Dukung Pencegahan Korupsi di BUMN

Image

News

MAKI Gugat Praperadilan KPK dan Jaksa Agung Terkait Kasus suap Oknum Jaksa Kejati Jateng

Image

News

Telisik Aset Emirsyah Satar di Luar Negeri, KPK Periksa Anak Buah Soetikno Soedarjo

Image

News

KPK Dalami Peran Iwa Karniwa terkait Suap Meikarta dari Neneng Hasanah

Image

News

Suap Bowo Sidik, Petinggi PT Humpuss Transportas Kimia Divonis 1,5 Tahun Penjara

Image

News

Terkait Kasus Pengurusan IUP, KPK Geledah Rumah Supian Hadi di Tanjungpinang

Image

News

KPK Eksekusi Cipto Wiyono ke Lapas Madiun dan Kamal Pasha ke Porong

Image

News

Kabupaten Tangerang Duduki Peringkat 3 Soal Pencegahan Korupsi

Image

News

KPK Eksekusi Dua Penyuap Ketum PPP Romahurmuziy ke Tangerang dan Surabaya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bupati Nunukan Sambut Baik Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Sebenarnya rencana pemindahan ibu kota negara bukan baru kali ini tetapi telah dihembuskan sejak lama.

Image
News

Buat Kanal Hingga Minta Bantuan PUPR Dilakukan PDAM Tangerang Atasi Kekeringan

Untuk mengatasi kekeringan, PDAM TKR melakukan terobosan yakni membuat parit atau kanal kanal untuk dialiri air bersih

Image
News

YPKKI Dorong Pemerintah Buat Standar Medis Nasional

Belum adanya standar medis nasional membuat kasus-kasus seperti ini bisa terjadi

Image
News

Sesama Suporter Persita Tawuran di Legok

Kedua pendukung tim Persita tersebut saling lempar menggunakan batu dan benda keras

Image
News

Jubir Prabowo: Fadli Zon Tak Tertarik Jadi Menteri di Kabinet Jokowi

Prabowo sebagai Ketua Dewan Pimpinan belum pernah membicarakan terkait kursi kabinet saat pertemuan dengan Jokowi.

Image
News

Kasum TNI: Berikan Penjelasan kepada Masyarakat Agar Tak Mudah Terprovokasi

"Segera cari masukan atau informasi sebanyak mungkin tentang perkembangan yang ada ini"

Image
News

Mensos: 40 Persen Masyarakat Indonesia Merupakan Golongan Tidak Mampu

99 juta jiwa atau 40 persen masyarakat Indonesia merupakan golongan tidak mampu

Image
News

Berhasil Ungkap Kasus Mafia Properti, 37 Anggota Polda Metro Jaya Dapat Penghargaan

Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk anggota Polda Metro Jaya untuk lebih giat lagi dalam menjalankan tugas

Image
News

DPRD DKI Sahkan Perubahan Nama Sejumlah SKPD

"Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan menjadi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah."

Image
News

Mensos dan Mendagri Sepakat Penyaluran Bansos Berdasarkan NIK

Nih yang harus ada percepatan-percepatan, jadi intinya adalah semua program bantuan sosial harus tepat sasaran.

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Ditanya Menyesal Jadi Mualaf, Deddy Corbuzier: Sakit Mendengarnya!

  2. Jaksa Satriawan Masih Ditemui Warga Sedang Ibadah Salat Magrib saat Hari OTT KPK

  3. Pembangunan Stadion di Lahan Sengketa Berlanjut, Gubernur Anies Dinilai Tak Hormati Proses Hukum

  4. Hubungi Wagub Papua Barat, Sandiaga Uno Tawarkan Bantuan

  5. Sindir Kinerja Jokowi, 5 Fakta Menarik Sherly Annavita Rahmi

  6. Setelah Getah Getik, Kini Terpampang Batu Bronjong Senilai Rp150 Juta di Bundaran HI

  7. Perlukah UAS Minta Maaf? Ini Dua Pandangan Berbeda Yunarto dan Budiman Sudjatmiko

  8. Diam-diam Astra Menangi Tender Pengadaan Kendaraan Menteri, Segini Nilainya

  9. Lagu 'Location Unknown' Mendadak Viral, Gading Marten: Gara-Gara Gempi

  10. Bebas 'Jajan', Ini 5 Negara yang Legalkan Prostitusi Secara Penuh

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Andre

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya