image
Login / Sign Up

Pepatah untuk Jokowi dan Prabowo: Tak Ada Teman atau Lawan Abadi, yang Tetap Hanya Kepentingan

Siswanto

Image

Presiden Joko Widodo saat makan bersama dengan Prabowo Subianto usai bersama-sama naik kereta MRT di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Presiden Jokowi bersama Prabowo Subianto naik kereta MRT dari stasiun Lebak Bulus hingga stasiun Senayan lalu dilanjutkan dengan makan bersama di Mal FX Senayan. Hadir dalam makan bersama tersebut beberapa tokoh lain, di antaranya mantan Ketua Inasgoc Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Pramono Anung, Budi Gunawan dan beberapa tokoh nasional lainya. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Dalam politik berlaku adagium Hans Morgenthau: "there are no permanent friends or enemies; only permanent interests"; tidak ada teman atau lawan yang abadi, yang tetap hanya kepentingan.

Pepatah itu ditulis oleh pemerhati politik Rustam Ibrahim melalui akun Twitter @RustamIbrahim untuk menggambarkan tentang Partai Gerindra dan koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Menurut Rustam Ibrahim jika Gerindra akhirnya memutuskan bergabung dengan pemerintah sangat mudah dipahami dengan melihat baik dari sisi kepentingan strategis Prabowo Subianto menghadapi pemilju presiden 2024 maupun kepentingan Jokowi untuk lebih memuluskan agenda-agenda politiknya.

baca juga:

Jika bergabung pemerintahan Jokowi, kata Rustam, bisa saja dari awal Prabowo membangun koalisi dengan kekuatan-kekuatan nasionalis (PDIP dan lainnya) atau Islam moderat (NU, PKB) menghadapi pemilu presiden 2024. Pengalaman 2019 membuktikan bahwa didukung kelompok-kelompok Islam garis keras tidak mampu membuatnya menang.

Dari pengalaman pemilu presiden 2019, kata Rustam, kelihatan jelas bahwa didukung oleh kelompok-kelompok Islam garis keras, membuat Prabowo kehilangan dukungan pemilih dari kaum minoritas agama dan etnis (Bali, NTT, Sulawesi Utara, Papua, Kalimantan Tengah), juga basis PDI Perjuangan (Jawa Tengah) dan NU (Jawa Timur).

Prabowo pernah berkoalisi dengan tokoh nasionalis dengan menjadi cawapresnya Megawati Soekarnoputri dalam pemilu 2009 dan berkoalisi dengan tokoh PAN Hatta Rajasa yang menjadi cawapresnya dalam pilpres 2014.

Jika pada pilpres 2024 Prabowo berkoalisi dengan partai nasionalis dan Islam moderat, maka prospek menang pilpres sangat besar.

"Bagaimanapun juga PS sampai hari ini adalah tokoh kuat memenangkan pilpres 2024. Dukungan kaum nasionalis dan Islam moderat akan membuat jauh lebih kuat.

Bagi Jokowi, menurut Rustam, jika menambah koalisi dengan Gerindra akan lebih memperkuat posisi dan memuluskan agenda-agendanya dalam mengembangkan keberagaman dan menghadapi kaum radikal dan intoleran, mempertahan Pancasila dan NKRI.

"Bagi saya, hanya dengan persekutuan (aliansi) strategis antara kekuatan-kekuatan nasionalis dengan Islam moderat atau modernis yang akan mampu menangkal dan menghadapi paham dan gerakan-gerakan radikal, fundamentalis dan ekstremis demi mempertahankan Pancasila dan NKRI," kata dia. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Jokowi Tak Mungkin Intruksikan Bawahannya Cekal Habib Rizieq, Wong FPI Dibela Anies

Image

News

Usul Mobil Dinas Menteri Dibranding Produk UMKM, Dahnil: Keren dan Produktif

Image

News

Kaesang Anak Jokowi: Jujur Saya Pernah Punya Saham Batu Bara

Image

News

Berita Populer Jawaban Tsamara Saat PSI Disebut Genit hingga KPK Periksa Deddy Mizwar

Image

Ekonomi

Rizal Ramli: Pemindahan Ibu Kota Lebihi 500Km Sering Gagal

Image

News

Mobil Dinas Kabinet Baru, Dedi Kurnia: Pemerintah Harus Memaksa Diri Jujur Kalau Kondisi Negara Sedang Tak Berkecukupan

Image

News

Kepada Jokowi, Rustam: Tidak Perlu Berharap Dicintai, Tapi Buatlah Pembenci Itu Takut Sebarkan Hoaks

Image

Ekonomi

Bukan Ibu Kota Baru, Bangun Saja Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Daerah-daerah Tertinggal

Image

Ekonomi

Lebih Baik Reindustrialisasi daripada Pindahkan Ibu Kota?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bamsoet Minta Penyelesaian Konflik Papua Dilakukan Secara Komprehensif

"Karena bagaimanapun juga Papua merupakan bagian dari Indonesia dan Indonesia tidak lengkap tanpa Papua"

Image
News

Basarnas: Jumlah Korban Kapal Santika Sebanyak 277

Jumlah penumpang KM Santika Nusantara yang berhasil dievakuasi akibat terbakar di perairan Masalembu melebihi laporan data awal penumpang.

Image
News

Menkominfo: Akses Internet di Papua Tidak Ditutup tapi Hanya Dibatasi

Akses internet di Papua tidak tidak ditutup, namun hanya dibatasi.

Image
News

Pemerintah Diminta Segera Siapkan RUU Pemindahan Ibu Kota

"Karena di UU 29 tahun 2007 yang paling terakhir mengatakan Jakarta berkedudukan sebagai Ibu Kota Negara"

Image
News

MPR Buka Pekan Konstitusi 2019 Bagi Mahasiswa

MPR RI membuka Pekan Konstitusi Tahun 2019 yang berisi rangkaian kegiatan yang akan membuka ruang gagasan bagi generasi muda.

Image
News

Soal Pin Emas DPRD, PKB: Bukan Disitu Kebanggaan Anggota Legislatif

Zaman Orde Baru bangga pakai pin emas.

Image
News

Kapuspen Kemendagri: BPIP Adalah Lembaga Negara yang Sangat Terbuka Kepada Publik

BPIP juga memiliki fungsi untuk menahan dan melawan faham-faham yang bertolak belakang atau bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Image
News

Hadiri Milad FPI, Lieus Sungkharisma Mengaku Tidak 'Kapok' Bicara Kebenaran

FPI selalu di depan.

Image
News

Realisasikan Sinergitas BUMD, Ini yang Dilakukan Bank DKI

Kemudahan kredit untuk perusahaan yang menjadi mitra proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Image
News

Apresiasi Terhadap Polri Atas Pencopotan Oknum Polisi yang Memberi Miras Pada Mahasiswa Papua

Seperti diketahui, seorang Polisi diduga mengirimkan dua minuman keras kepada mahasiswa Papua di Bandung, Kamis (22/8/2019).

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Uki: Jika UAS Tak Mau Minta Maaf, Maka Ijinkan Saya Minta Maaf kepada Umat Kristiani

  2. Pengakuan Suami yang Kalap: Mereka Sudah Selingkuh Selama Enam Tahun

  3. Innalillahi, Seorang Pelajar SMK Tewas Terlindas dan Terseret Truk Minyak di Depok

  4. Pengamen Bergaya Mirip Shah Rukh Khan Hebohkan Malang, Aksinya Bikin Nagih

  5. Unggah Isi Grup Chat Yan Widjaya, Amarah Aura Kasih Memuncak

  6. Akun IG Doddy Sudrajat Diblokir, Warganet Sebut Vanessa Angel Anak Durhaka

  7. 5 Tradisi Pubertas Lelaki yang Bikin Merinding, Ada yang Kunyah Kulup Sunat

  8. Mahfud MD: Tak Ada Jalan Bagi Papua untuk Referendum dari Indonesia

  9. Fungsionaris Golkar Minta Jokowi Copot Airlangga Hartarto dari Jabatan Menperin

  10. 5 Kejadian Misterius di Ruang Angkasa, Semburan Cahaya hingga Ular Melayang

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Rozi Kurnia

Bagaimana Masa Depan Spider-Man Pasca Keluar MCU?

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Peksi Cahyo, Perekam Visual Olahraga

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Sosok

Image
Gaya Hidup

Awalnya Iseng, Pria ini Bikin Aplikasi yang Sangat Bermanfaat bagi Aktivitas Akademik

Image
News

Jadi Sorotan karena Bela UAS, 5 Fakta Sosok Ustaz Yahya Waloni

Image
News

Dapat Gelar ‘Mama Papua’, 5 Fakta Sepak Terjang Karier Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini