image
Login / Sign Up

Hina Rakyat Aceh Terkait Poligami, Senator Fachrul Razi Laporkan Denny Siregar ke Bareskrim

Yudi Permana

Image

Pemerhati politik Denny Siregar | Screenshot/instagram/dennysirregar

AKURAT.CO, Anggota DPD RI asal Aceh Fachrul Razi melaporkan pegiat media sosial Denny Siregar ke Bareskrim Mabes Polri, karena tidak terima dengan pernyataanya dalam sebuah video di Youtube yang menghina masyarakat Aceh terkait poligami dan permasalahan lain. 

Fachrul mengatakan bahwa pernyataan Denny sangat merendahkan masyarakat Aceh karena terlalu tendensius. Atas dasar hal tersebut ia melaporkan ke Bareskrim polri untuk meredam ketegangan ditengah masyarakat.         

"Secara umum masyarakat Aceh tidak menerima ya rekaman video yang sangat tendensius. Kemudian sangat merendahkan masyarakat Aceh. Oleh karena itu saya mewakili masyarakat Aceh yang hari ini duduk di DPD RI secara konstitusi punya legal standing untuk melaporkan seorang Denny Siregar," kata Fachrul kepada AKURAT.CO di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (17/7/2019).        

baca juga:

Sebelumnya diketahui, beredar video di media sosial dan youtube pernyataan Denny atas rencana pelegalan poligami di Aceh. Sebagaimana diketahui bahwa dalam beberapa hari terakhir, kolumnis partisan Denny Siregar mengeluarkan video berisi sindiran dan kebencian terhadap pemimpin dan masyarakat Aceh terkait wacana penyusunan qanun (peraturan daerah) yang akan melegalkan lelaki di Aceh beristri lebih dari satu wanita alias poligami.      

Menurut Fachrul, pernyataan Denny tersebut merupakan ujaran kebencian yang dapat mengadu domba antara masyarakat di Aceh, karena terjadi pro dan kontra. Dalam videonya, Denny menyebut Aceh sebagai daerah khilafiah.            

"Kita anggap ini (Denny) sudah mengadu domba, dan melakukan penyebaran di YouTube berupa ujaran kebencian. Kita sedang memperkuat Aceh dengan Indonesia atau pemerintah pusat, kok tiba-tiba dibenturkan seakan-seakan Aceh ini khilafiyah, dan negara gitu. Ini ada apa? Saya anggap sangat tendensius dan merugikan masyarakat Aceh," ujarnya.            

Dengan adanya pernyataan dan tuduhan tendensius yang dilakukan Denny Siregar, maka telah merendahkan harkat dan martabat para ulama di Aceh serta masyarakatnya. Hal tersebut menjadi dasar pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dan memproses secara hukum laporan dirinya.        

"Artinya rekaman video itu jelas mengarahkan kepada ujaran kebencian yang seakan-akan begitu rendahnya masyarakat Aceh. Dan Islam disana itu begitu rendah, hingga ulama-ulama disana seperti tidak ada nilainya. Saya pikir ini menjadi beberapa point yang setidaknya kita sampaikan dan laporkan," ucap Fachrul.        

Dalam membuat laporan ke Bareskrim, senator asal Aceh ini bersama sejumlah pihak telah membawa sejumlah bukti-bukti rekaman video di Youtube yang menuding Aceh telah melegalkan poligami. Padahal qanun (peraturan daerah) terkait dilegalkannya poligami belum disahkan karena masih menjadi pembahasan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan juga belum di sosialisasikan kepada masyarakat. 

"Rekaman dan beberapa videonya juga ada. Bahkan yang perlu saya katakan, ini bukan masalah poligami atau tidak poligami. Karena qanun itu belum disahkan, kenapa dituding? Seakan-akan masyarakat Aceh secara agama seperti tidak memiliki nilai-nilai yang kuat," tegasnya.      

Denny, dikatakan dia, telah melakukan penghinaan terhadap masyarakat Aceh karena tuduhan tidak sesuai fakta yang terjadi sebenarnya. Pasalnya qanun terkait pelegalan poligami belum disahkan pemerintah Aceh bersama DPRA.      

"Masalah qanun itu belum selesai, kita mau bahas, apa saja yang dibahas, jadi belum disahkan. Saat ini masih rancangan yang dibahas yang merupakan usulan dari anggota DPRA," tuturnya.       

Meski demikian, Fachrul belum bisa mengomentari sesuatu yang masih menjadi pembahasan perwakilan daerah rakyat Aceh terkait qanun poligami.     

"Saya juga gak bisa mengomentari qanun ini. Orang qanun ini belum ada pembahasan karena belum menjadi sebuah dasar hukum di daerah. Sebagai qanun (poligami) belum disahkan," sambungnya. 

Putra asal Aceh ini menjelaskan pembahasan qanun poligami itu berdasarkan Undang-undang (UU) Perkawinan yang masih berlaku dan digunakan saat ini menjadi dasar hukum seseorang melakukan poligami dengan syarat-syarat yang ditentukan.  

"Seakan-akan dengan lahirnya qanun ini Aceh itu telah melegalkan poligami dan sebagainya. Loh sekarang kan UU Perkawinan sudah legal artinya Indonesia sekarang sudah memiliki UU perkawinan yang memang melegalkan poligami. Nah Aceh ingin buat qanun. Kenapa Aceh ini disalahkan, dan disebut khilafiah, kaya sepertinya masyarakat Aceh rendah sekali," tandasnya.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Pembatalan Undangan GKR Hemas Dianggap Bentuk Diskriminasi Politisi Perempuan

Image

Ekonomi

HUT Ke-74 RI

Ketua DPD Singgung Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Image

News

Berita Populer Tito Uji Disertasi Boy Rafli hingga Saksi Kunci di RS Cilegon Dapat Penjagaan Maksimal

Image

News

Bareskrim Polri Bakal Usut Kemungkinan Terjadinya Kejahatan Siber Saat Padam Listrik

Image

News

Senjata Api Revolver Milik Umar Key Diuji ke Puslabfor Mabes Polri

Image

News

Anies Dibully Jadi Program TV, Rustam dan Denny Kompak Bandingkan dengan Jokowi

Image

News

Tim Gabungan TNI-Polri Kejar Pelaku Penembakan Briptu Heidar di Papua

Image

News

Farouk Muhammad Optimis MK Kabulkan Permohonannya soal 'Foto Cantik' Evi Apita

Image

News

Satgas Karhutla Akan Fokuskan Penanganan Kebakaran Hutan di Enam Provinsi Ini

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Hari Ini Cuaca di DKI Jakarta Cerah dan di Kota Besar Lainnya

Suhu udara di kawasan DKI Jakarta berkisar pada 23 hingga 33 derajat Celcius.

Image
News

Tiga Pelaku Pembajakan dan Perampokan di KM Mina Sejati Sudah Terungkap

Informasi yang kami terima dari Kantor Koordinator Pos SAR Tual bahwa KM Mina Sejati yang dinakhodai Ko Awi diduga dibajak oleh tiga orang.

Image
News

PKB Akan Kaji Rencana Amandemen UUD 45 dan GBHN Dalam Muktamar

Kami akan mengkaji secara serius dan konprehensif terkait rencana Amandemen terbatas UUD 45 ini.

Image
News

Sebanyak 308 Bangunan Sekolah Rusak Berat di Karawang

Anggaran yang tersedia sangat terbatas, tidak cukup untuk memperbaiki semua sekolah rusak.

Image
News

Kabut Asap Akibat Karhutla, Jarak Pandang di Jambi Sampai 1.200 Meter

Jarak pandang saat ini di bawah 3.000 meter atau tiga KM itu sangat berisiko bagi penerbangan.

Image
News

Ipda Erwin Yudha Masih Dirawat Intensif Akibat Luka Bakar

Ipda Erwin Yudha Wildani masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina untuk memulihkan luka bakar yang dialaminya.

Image
News

Kebakaran Lahan di Bukit Pandanan Lombok Utara, Api Sulit Dipadamkan

Dua unit mobil water canon milik Kepolisian Daerah NTB juga dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman api.

Image
News
HUT Ke-74 RI

Semarakkan HUT RI, Sentul City Gelar Pesta Rakyat

Banyak hadiah lomba menarik.

Image
News

Sebanyak 36 Rumah Warga di Aceh Barat Rusak Akibat Angin Kencang

Dari total 36 unit rumah yang rusak ini, sebanyak 22 unit rumah warga rusak ringan dan sisanya sebanyak 14 unit rumah rusak parah.

Image
News

Suropati Syndicate: Kemerdekaan Digital Syarat Penting Kedaulatan Ekonomi Negara

Namun demikian, ia menilai, sejauh ini regulasi terkait perkembangan industri digital di Indonesia belum optimal.

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lagi Heboh Video UAS Soal Salib, Tengku Zul Beri Dukungan

  2. Paranormal: Kesalahan Kasus Abdul Somad Justru Dipenyebar Kontennya

  3. Hugo Lloris: Saya Pikir Itu Gol

  4. Menang Gugatan, Pimpinan KPK Diperintahkan Kembalikan Posisi Jabatan Pegawainya sebelum Dimutasi

  5. Menahan Diri untuk Berkomentar Soal Ustadz Abdul Somad dan Jin Kafir

  6. Klarifikasi Soal Salib, UAS: Saya Tidak Akan Takut karena Saya Tidak Bersalah

  7. Agar Tak Jadi Fitnah, Mahfud MD Buka Saja Orang Arab yang Mendanai Ajaran Radikal

  8. Jack Boyd Lapian: Ampuni UAS, Dia Tidak Tahu Apa yang Diperbuat

  9. Hal-hal Kecil Ini Mampu ‘Hidupkan’ Pasanganmu

  10. Saidiman Senggol Anies Soal Pulau Reklamasi hingga Din Syamsuddin Sepakat dengan Surya Paloh

fokus

HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?
Kemarau Dahsyat

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Wawancara

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Sosok

Image
News

4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia

Image
News

Diduga Korupsi, 7 Fakta Sepak Terjang Karier Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Image
News

Potret Keren Susi Pudjiastuti dan Srikandi Indonesia Saat Hadiri Sidang Tahunan MPR RI