image
Login / Sign Up

Visi Indonesia Jokowi Bertolak Belakangan dengan Visi dan Misi Kampanye Pilpres

Kosim Rahman

Image

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara dalam proses pemakaman Mantan Ibu Negara 2004-2014 Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6/2019). Ani Yudhoyono meninggal dunia di usia 66 tahun pada pukul 11.50 WIB Sabtu (1/6) di Singapura. Ia wafat dikarenakan penyakit kanker darah. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO, Visi Indonesia Presiden terpilih Joko Widodo pada 14 Juli 2019 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat dinilainya bertolak belakang dengan Visi dan Misi saat Pilpres.

Direktur Yayasan Madani Berkelanjutan, Teguh Surya mempertanyakan komitmen Presiden terpilih Jokowi terkait visi dan misi khususnya bidang lingkungan selama lima tahun ke depan.

"Ada statement dari Pak Jokowi yang membuat kita juga hampir jantungan, beliau bilang akan tutup mata atas seluruh proses perizinan dan seterusnya," kata dia, saat diskusi media bertajuk Moratorium Permanen Hutan dan Visi Indonesia, Akan kemana?, di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

baca juga:

Padahal saat Pilpres, kata dia, misi Jokowi di bidang lingkungan dianggap kuat jika dibandingkan Prabowo-Sandi. Dari sembilan misi yang digagas Jokowi-Ma'ruf poin keempat menyatakan ingin mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Seterusnya diterjemahkan ke dalam tiga pendekatan atau misi yaitu, satu melalui pengembangan kebijakan tata ruang terintegrasi, kedua mitigasi perubahan iklim, serta penegakan hukum dan rehabilitasi lingkungan hidup.

Berdasarkan visi dan misi tersebut, ia berpandangan Jokowi membawa harapan memerhatikan isu lingkungan sebanyak 20 persen. Namun, pada 14 Juli 2019 apa yang tertuang dalam visi misi dianggap hilang.

"Jadi 20 persen dari pemilih ini yakin bahwa Jokowi 20 persen programnya akan memperjuangkan lingkungan," katanya.

Melihat kondisi tersebut, ia mempertanyakan masa depan hutan Indonesia. Apalagi, moratorium hutan primer dan lahan gambut yang tertuang dalam Inpres nomor 6 tahun 2017 akan berakhir pada 17 Juli 2019 termasuk restorasi gambut kedaluwarsa pada Desember 2020.

Ia menegaskan jika visi dan misi yang disampaikan Jokowi berbeda dengan saat kampanye seperti isu lingkungan hidup, masyarakat adat, penegakan hukum, pelanggaran HAM dan lain sebagainya maka wajib dipertanyakan.

Sebelumnya, Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo menyampaikan janji berupa pidato yang berisikan lima visi dan misi yang sudah ia petakan dan akan dilakukan sebagai kepala negara lima tahun ke depan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Lima visi dan misi ini ia petakan atas dasar kesadarannya mengenai fenomena perkembangan zaman dunia global yang semakin dinamik, penuh perubahan, kecepatan, risiko, kompleksitas, juga penuh hal-hal tak terduga di luar perhitungan.

Oleh sebab itu, ia mengatakan harus mencari cara-cara dan nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap permasalahan bangsa yang dihadapi.

"Dengan inovasi-inovasi dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau, kita harus meninggalkan cara-cara lama, kita harus meninggalkan pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan," ujarnya.

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Bamsoet: SDM Adalah Aset yang Tak Ternilai Harganya

Image

News

Soal Jatah Menteri, Sekjen PPP: Pokoknya Lebih dari Satu

Image

Ekonomi

Viral Spanduk 'Ibu Kota di Kaltim', Ini Penjelasan Wali Kota Balikpapan

Image

News

AHY Setuju Program SDM Unggul Menjadi Prioritas Jokowi ke Depan

Image

News

Pakai Sepatu Gucci, Tagar Jan Ethes Suka Barang Impor Terpopuler Pertama di Twitter

Image

Ekonomi

Pelindo III Kirim Karyawan Ikuti Pelatihan di Pelabuhan Johor Malaysia

Image

News

Soal Menteri Jokowi, Gerindra Sodorkan Kriteria Ini

Image

News

Diisukan Jadi Calon Menteri Jokowi, Politisi Gerindra Ini Tunggu Perintah Prabowo

Image

News

Wacana Pemindahan Ibu Kota, Gubernur: Kalbar akan Jadi Daerah yang Paling Diuntungkan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Nikah Cepat

Kawin karena Hamil Duluan, Sekolah Nyaris Berantakan: Cerita Komunitas Muda Kampanye Cegah Pernikahan Dini

KPI juga mendesak DPR segera mengubah UU tentang Perkawinan terkait batasan minimal umur.

Image
News

Jenazah Pratu Sirwandi yang Tewas Tertembak KKSB di Papua Tiba di Lombok

Jenazah almarhum Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) menggunakan pesawat Lion Air JT-841.

Image
News

Diburu Dua Tahun, Pembunuh Sadis Paling Dicari di Australia Berhasil Ditangkap

Jonathan Dick membunuh adiknya sendiri, David Dick, dengan pedang di Westfield Doncaster, Melbourne pada tahun 2017.

Image
News

Pesona 8 Menteri 'Srikandi' Kabinet Kerja Jokowi Tampil Cantik Kenakan Kebaya

Siapa favoritmu nih?

Image
News

Kerusuhan di Manokwari, Kapolri: Jangan Terpancing, Jangan Mau Diadu Domba!

"Di trigger kesimpangsiuran informasi, kesalahpahaman dan membuat kata -kata kurang nyaman."

Image
News

Protes Ganjil-genap, Ratusan Sopir Taksi Online Gruduk Kantor Gubernur DKI

Hal tersebut sangat memberatkan kami selaku Pengemudi Transponasi Berbasis Aplikasi.

Image
News
Nikah Cepat

Kebanyakan Usia Perkawinan Anak Cuma Seumur Jagung

Itu sebabnya, pernikahan dini dinilai sangat membahayakan bagi pertumbuhan pasangan anak itu sendiri.

Image
News

LPSK: Perlindungan Saksi Kunci Pembantaian Satu Keluarga di Banten Tergantung Kebutuhan

Karena sifat perlindungan LPSK sukarela, tentu saja kalau memerlukan layanan kita akan memberikan perlindungan

Image
News

Pastikan Kondusifitas Papua, Polri Rangkul Tokoh Masyarkat Adat

Dedi berharap semua elemen termasuk tokoh masyarakat mengambil bagian untuk meredam situasi di sana

Image
News
DPR RI

Fadli Zon Minta Para Tokoh Tak Biarkan Konflik Manokwari Jadi Bola Salju

"Dari sejak dulu kita ingin harus ada penanganan yang cepat dan tepat. Cepat saja kurang kalau tidak tepat"

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lagi Heboh Video UAS Soal Salib, Tengku Zul Beri Dukungan

  2. Paranormal: Kesalahan Kasus Abdul Somad Justru Dipenyebar Kontennya

  3. Jack Boyd Lapian: Ampuni UAS, Dia Tidak Tahu Apa yang Diperbuat

  4. Menang Gugatan, Pimpinan KPK Diperintahkan Kembalikan Posisi Jabatan Pegawainya sebelum Dimutasi

  5. Klarifikasi Soal Salib, UAS: Saya Tidak Akan Takut karena Saya Tidak Bersalah

  6. Menahan Diri untuk Berkomentar Soal Ustadz Abdul Somad dan Jin Kafir

  7. Agar Tak Jadi Fitnah, Mahfud MD Buka Saja Orang Arab yang Mendanai Ajaran Radikal

  8. Alissa Wahid: Menahan Diri Berkomentar Soal Abdul Somad dan Jin Kafir Sungguh Tidak Mudah

  9. MS Kaban: Mempolisikan UAS Membangkitkan Ghirah Keimanan

  10. Sepakat GBHN Dihidupkan, Yusril: Supaya Presiden Bertanggungjawab ke MPR

fokus

Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Sosok

Image
News

Pesona 8 Menteri 'Srikandi' Kabinet Kerja Jokowi Tampil Cantik Kenakan Kebaya

Image
News

4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia

Image
News

Diduga Korupsi, 7 Fakta Sepak Terjang Karier Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita