image
Login / Sign Up

Hasil Penyidikan Polisi Harus Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Novel

Bayu Primanda

Image

Aktivis anti korupsi memberikan dukungan kepada Penyidik KPK Novel Baswedan saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Novel kembali ke Indonesia usai menjalani operasi mata selama sepuluh bulan di Singapura, akibat dari tragedi penyiraman air keras terhadap dirinya. Mantan perwira Polri ini pun mengajak para aktivis dan penegak hukum untuk tidak gentar menghadapi teror pembungkaman terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak Kepolisian mengumumkan nama pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan pada konferensi pers Rabu (17/7/2019) besok.

Diketahui, pihak kepolisian rencananya akan menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar terkait kasus Novel.

"Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi. Tapi juga sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya karena tim gabungan ini kan juga terdiri dari tim pakar dan juga tim kepolisian. sehingga saya pikir jika besok sudah disebut nama pelakunya," ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Terungkapnya nama pelaku penyerangan, maka bisa jadi langkah yang sangat baik bagi polisi untuk segera menangkap dan mengadili, baik itu pelaku lapangan maupun aktor intelektual. Menurut Yudi, hal inilah yang selama ini dinanti masyarakat.

"Seperti saya sampaikan bahwa terungkapnya pelakunya bang Novel tentu akan menjadi terbukanya Kotak Pandora terhadap pelaku pelaku teror yang lainnya," terang Yudi.

Namun, jika tidak ada satupun nama yang disebut, maka tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah gagal untuk menemukan pelakun penyerang Novel.

Bila ini terjadi, maka Yudi beserta seluruh pegawai KPK dan aktivis antikorupsi lainnya akan menuntut agar Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta independen yang langsung bertanggung jawab kepada presiden.

Terlebih adanya dugaan motif politik yang belakangan mencuat dalam kasus ini, sehingga motif tersebut disinyalir hanya akan mengaburkan fakta dari kasus teror sebenarnya.

"Yang artinya bahwa motif politik ini harus diperjelas. Siapa yang bermain dalam politik ini jangan sampai nanti ada tuduhan-tuduhan terhadap bang novel. Bang novel adalah korban dan sudah 820 hari lebih Kami mencari siapa pelakunya," terangnya.

"Kami meminta agar tidak ada polemik sampai dengan disampaikannya hasil dari tim pencari fakta yang akan disampaikan pada esok hari. Kenapa karena hal ini akan menjadi absurd terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh tim pencari fakta," tutup Yudi.

Untuk diketahui, sebelumnya, Polri berencana akan menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar esok hari (17/7/2019). Pada konferensi pers pertama yang dilakukan tim pakar minggu lalu, mereka mengatakan akan mengungkap temuan minggu ini. 

Dalam kesempatan tersebut, salah satu anggota tim pakar Hendardi menduga kasus penyiraman air keras Novel berkaitan dengan motif politik. Selain itu anggota lainnya, Hermawan, mengatakan jika terdapat beberapa jenderal bintang tiga yang diperiksa. 

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal pun menyatakan terdapat temuan menarik dalam pengusutan kasus tersebut. 

Untuk diketahui, tim gabungan bentukan Kapolri ini beranggotakan 65 orang memiliki masa tugas selama enam bulan dan sudah habis pada 7 Juli 2019.

Tim tersebut bertugas untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap wajah Novel disiram air keras yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi saat Novel usai melaksanakan salat subuh di sebuah masjid di kawasan rumahnya pada 11 April 2017.[]

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

HUT ke-74 RI

KPK: Kemerdekaan Jadi Momen Untuk Prihatin Terhadap Nasib Bangsa

Image

News

Minim Fasilitas, RS Polri Rujuk Aiptu Erwin ke RS Pusat Pertamina 

Image

Ekonomi

Jokowi Serukan Penegakan Hukum, Bagaimana Dengan Enggar?

Image

News

Ombudsman Terima Laporan Keluhan Tahanan KPK

Image

Ekonomi

Ramai Tagar Jemput Paksa Mendag, Fakta-fakta Kisruh di Era Enggar

Image

Ekonomi

Alasan Mendag Enggar Mangkir Terus dari Panggilan KPK

Image

Ekonomi

5 Kebijakan Impor Kontroversial Mendag Enggar, Salah Satunya Memunculkan #KPKJemputPaksaMendag

Image

Ekonomi

5 Fakta Terkait Kasus Korupsi Impor Bawang yang Menyeret Mendag

Image

Ekonomi

Heboh Tagar #KpkJemputPaksaMendag, Berikut ini Kronologinya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menegaskan Jaksa Agung tidak berasal dari representasi partai politik.

Image
News

Setara Institute Sebut Tak Tepat MK Gunakan Living Constitution dalam Putusannya

"Ini tidak elok kalau living constitution bisa berubah setiap tahun atau dua tahun"

Image
News

Cerita Mahasiswi Aceh Rayakan 17 Agustus di Mumbai: Nasionalisme Tumbuh Ketika Jauh dari Indonesia

Apa yang disampaikan mantan direktur pelaksana Bank Dunia ternyata tidak hanya sekedar ungkapan.

Image
News

Tempuh Ujian Berat, 6 Putra Papua Lolos Jadi Prajurit Kopassus

"Dikko-103 awalnya diikuti oleh 177 peserta, namun yang berhasil lulus menyelesaikan pendidikan sejumlah 150 peserta"

Image
News

Ceramah UAS Soal Salib Dipolisikan, Habib Novel Duga Ada yang Ingin Adu Domba

"Saya dan kawan-kawan advokat di Korlabi siap akan mendampingi UAS."

Image
News

Apa Kelebihan Perpustakaan Balecatur Sleman sampai Kalahkan Semua Desa di Indonesia?

"Perpustakaan desa memiliki peran yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat."

Image
News
Haji 2019

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Ritual syariat itu sangat penting, tetapi manasik atau penatalaksanaan hakikat juga tidak kalah pentingngnya.

Image
News

Nyaris 80 Tahun Menghilang, Abdi Dalem Musikan Keraton Yogyakarta Bangkit Lagi

Image
News

Hujan dan Angin Ribut di Kota Medan, Sejumlah Mobil Penyok Kena Pohon Tumbang

"Ini kami masih tunggu mobil derek untuk memindahkan mobil yang tertimpa," kata salj satu petugas, Suhar.

Image
News

Video Viral: Seorang Anak Tunawisma Meninggal di Pinggir Jalan, Diduga Kelaparan

Tangannya masih memegang erat sebuah karung bekas yang diduga dijadikan wadah hasilnya memulung barang bekas.

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. 10 Potret Transformasi Roger Danuarta, dari Rambut Belah Tengah hingga Menikah

  2. Dari MU hingga Juventus Ucapkan Dirgahayu untuk Indonesia

  3. Satpol PP Usir Nelayan di Pulau Reklamasi, Anies: Yang Berani Ngusir Nanti Diusir

  4. Din Syamsuddin Sepakat dengan Surya Paloh Indonesia Anut Paham Kapitalis-Liberal

  5. Apa Kabar Angelina Sondakh di Sel? Dia Banyak Anak Buah dan Bikin Tim Sapu Jagat

  6. Fakta-fakta Menarik Putin, Bikin Rusia Miskin sampai Dijuluki Sultan oleh Media

  7. Empat Pertanyaan Said Didu Kepada Mahfud MD Terkait Kelompok Radikal Arab Saudi

  8. STT Setia: Sebenarnya Pdt Matheus Tidak Bisa Dijerat Hukum

  9. 5 Artis Berambut Gondrong Ini Bikin Penggemar Cewek pada Histeris

  10. Dukung Boikot Israel, Anggota Kongres Perempuan AS Dilarang ke Tebi Barat

fokus

HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?
Kemarau Dahsyat

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Wawancara

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Sosok

Image
News

4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia

Image
News

Diduga Korupsi, 7 Fakta Sepak Terjang Karier Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Image
News

Potret Keren Susi Pudjiastuti dan Srikandi Indonesia Saat Hadiri Sidang Tahunan MPR RI