image
Login / Sign Up

Lima Visi Jokowi, Syamsuddin: Kita Perlu Dukung, Kawal, dan Tagih Agar Benar-benar Terealisasi

Siswanto

Image

Presiden Joko Widodo | Antara Foto

AKURAT.CO, Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris melalui akun Twitter @sy_haris mengajak publik untuk kembali menagih pernyataan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam pidato semalam.

"Pidato visi Indonesia pak @jokowi tentu bagus semua. Lima isu utama yang dikemukakan adalah kebutuhan obyektif bangsa kita, termasuk prasyarat persatuan dan komitmen kebhinnekaan untuk menjaga Pancasila. Kita perlu dukung, kawal, dan tagih agar benar-benar terealisasi," kata Syamsuddin Haris.

Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily melalui akun Twitter @acehasan76 menilai pidato Jokowi jelas, lugas, dan fokus.

baca juga:

Menurut dia pidato Presiden tidak berbelit-belit serta sesuai dengan kebutuhan obyketif bangsa ini untuk lima tahun ke depan.

Berikut ini isi pidato Presiden Joko Widodo  pada acara Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

Assalamuallaikum wr. Wb

Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 14 Juli 2019
PRESIDEN TERPILIH,
JOKO WIDODO

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Ekonom Dorong Keterlibatan Swasta Lebih Besar Dalam Pembangunan Infrastruktur

Image

Ekonomi

Dear Pak Jokowi, Korpri Masih Berharap PNS Naik Gaji di 2020 Nanti

Image

Ekonomi

Jokowi Rencanakan Buat Kementerian Investasi, Indef: Belum Pasti Efektif

Image

Ekonomi

Kritisi Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Emil Salim: Mending untuk Pendidikan

Image

News

Soal Dana Rp71 M, Gibran Balas Komentar Netizen yang Sindir Dirinya

Image

Ekonomi

Bamsoet: SDM Adalah Aset yang Tak Ternilai Harganya

Image

News

HUT Ke-74 RI

Semarakkan HUT RI, Sentul City Gelar Pesta Rakyat

Image

News

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image

News

Jatah Kursi Menteri, Arsul: Bukan Sikut-sikutan, Tapi Rangkul-rangkulan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Panglima TNI: Saya Nilai Kegiatan Latihan Kartika Yudha 2019 Sukses

"Kita mencoba beberapa Alutsista baru termasuk sistem yang dibangun oleh Angkatan Darat di uji coba di sini adalah Battle Management System"

Image
News

Uni Eropa Siap Brexit Tanpa Kesepakatan, Inggris Bersiap Rugi Besar

“Itu akan jauh lebih besar terasa di Inggris dibandingkan di 27 negara UE.”

Image
News

Mantan Presiden Sudan Mengaku Terima Rp1,3 Triliun dari Arab Saudi

Dia menghadapi berbagai dakwaan

Image
News

Peneliti LIPI: Masalah HAM Belum Selesai Dengan Baik Akibatkan Konflik Papua Tak Kunjung Usai

"Selain itu ada juga persoalan sejarah dan status politik, kegagalan pembangunan, dan marjinalisasi."

Image
News

Tetap Berulah, Polda Riau Pecat Enam Personilnya

Keenam polisi yang dipecat tidak hormat itu adalah PBR, Ha, CTS, YSM, IS, AK.

Image
News

Polda Metro Jamin Keamanan Warga Papua Selama Aktivitas

Pada prinsipnya masyarakat Papua dan warga yang tinggal di Jabodetabek telah sepakat akan membuat kondusif.

Image
News

Mahasiswa Papua di Cengkareng Deklarasi NKRI Harga Mati

"Saya sangat senang tinggal di Jakarta khususnya di Cengkareng karena kita merasa aman dan nyaman karena kita tidak dibeda-bedakan."

Image
News

Bentrok di Asrama Mahasiswa Papua, Gubernur Sulsel: Ini Bukan Sesuatu yang Besar, Ini Murni Kesalahpahaman

"Tidak ada korban," Nurdin Abdullah menambahkan.

Image
News

Terkesan Tergesa-gesa, CBA Tolak RUU KKS

"RUU tidak menjelaskan apa itu siber? definisinya juga tidak dijelaskan."

Image
News

Soal Manokwari, OSO: Saya Imbau Agar Masyarakat Menahan Diri, Karena Kita Satu Anak Bangsa

"Masing-masing harus memahami kesadaran itu secara bijak agar kita bersatu kembali tidak ada saling menyakiti perasaan masing-masing pihak."

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Video Viral: Seorang Anak Tunawisma Meninggal di Pinggir Jalan, Diduga Kelaparan

  2. Dikawal Ketat, Salmafina Tertunduk Malu Sambangi Polres Jakarta Barat

  3. Manokwari Mencekam, Perekonomian Lumpuh Total

  4. Soal Kontroversi Ceramah 'Salib' UAS, Pengamat Pajak: Menabrak Toleransi

  5. PSG Tersungkur di Kandang Rennes

  6. 6 Fakta Perceraian Ahn Jae-Hyun dan Goo Hye-Sun

  7. Ceramah UAS Soal Salib Dipolisikan, Habib Novel Duga Ada yang Ingin Adu Domba

  8. Banyak Kiriman Video Pendeta Hina Islam dan Minta Bantu Sebarkan, Haikal Hassan: Lapor ke Polri Bukan Sosmed!

  9. Kapolda Metro: Jika Indonesia Jadi Negara Besar, Apakah Negara Lain Senang?

  10. Tokoh Adat Papua: Tak Perlu Khawatir, Saya Sudah Pesan pada Masyarakat Se-Indonesia, Tolong Dijaga Anak-anak Saya

fokus

Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Sosok

Image
News

Pesona 8 Menteri 'Srikandi' Kabinet Kerja Jokowi Tampil Cantik Kenakan Kebaya

Image
News

4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia

Image
News

Diduga Korupsi, 7 Fakta Sepak Terjang Karier Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita