image
Login / Sign Up
Image

Hasan Aoni

Pendiri Omah Dongeng Marwah Kudus

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Image

Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Sebuah kajian tentang rokok elektronik (RE) digelar oleh lembaga otonom di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum lama ini. Ada rekomendasi yang ditulis dalam laporan itu agar Pemerintah cq Kementerian Keuangan berlaku adil terhadap perlakuan tarif cukai RE.

Sebagai teknologi baru cara menikmati nikotin, RE dipercaya mampu mereduksi risiko tar yang bersifat karsinogenik sampai 95%. Ia dikosumsi tidak lagi melalui pembakaran, tetapi pemanasan dan uap.

Bagaimana dengan efek nikotin? Nikotin murni -- yang dipercaya secara kesehatan tidak mengganggu tubuh, mengutip doktor ahli kesehatan ternama, membuat RE sempurna setara sebagai Nicotin Replacement Therapy (NRT) sesuai program WHO yang disebut Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Bahkan lebih rendah dari nikotin transdermal, permen karet (gum), tablet hisap (lozenge), tablet sublingual, inhaler dan obat semprot nasal alias nasal spray.

baca juga:

Saya merasa ini nasihat yang baik dan menguntungkan untuk produsen RE, tetapi belum tentu untuk masyarakat petani tembakau Indonesia. Flavour tembakau Indonesia, baik dalam bentuk liquid maupun padat, sejauh ini belum favorit mengisi material nikotin RE.

Bahkan RE belum bisa menjadikan cengkeh sebagai filler, karena tingkat melting point yang berbeda, terutama untuk material padat. Cengkeh, itulah rempah utama yang kita miliki, yang bikin Barat, kata Agus Salim, menjajah dunia.

Suatu hari saya pernah diminta membuat analisa munculnya RE di pasar Indonesia oleh sebuah asosiasi dan kelompok petani, dan perlu membaca berbagai data dan menemukan kisah-kisah sedih petani oleh perkembangan teknologi. Paper yang saya bikin itu seperti terpanggil kembali setelah membaca laporan lembaga itu.

Tak semua teknologi meski secara teknik niscaya, bisa menjadi alat penyejahtera masyarakat petani kita. Bahkan teknologi dalam banyak hal adalah tamu yang hadir memergikan yang lama.

Jika kita masih bisa memilih terhadap sesuatu yang bersifat relatif, mengapa harus memilih yang praktis dan modern kalau yang konvensional dan kelihatan ribet buat orang Barat justru paling niscaya dipertahankan demi kesejahteraan para pengikutnya?

Tahlil, manaqib, ziarah, berzanjain, yang menjadi ritual kuat para pengikut lembaga itu, bukankah juga tidak praktis dan tidak modern, tetapi justru niscaya? Hari ini kita masih mempertahankannya meskipun dituduh tahayyul oleh Barat, dan bid'ah menurut aliran tetangga sebelah.

Mempertahankan yang konvensional dan baik untuk orang kebanyakan, dan menolak sesuatu yang berpotensi mendatangkan mafsadah (mudharat), juga bagian dari ibadah. Mari kita berstiqomah menjalaninya, sambil klepas-klepus ngaji kitab kuning di musholla. Wallahu a'lam bishowab.

Salam dongeng!

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Hiburan

Melipir Beli Rokok Saat Transit di Stasiun Cirebon, Penumpang Ditinggal Kereta

Image

Ekonomi

Legislator PDIP Minta Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan Simplifikasi Cukai Rokok

Image

Ekonomi

GAPPRI Berharap Kenaikan Cukai IHT Bisa Dipertimbangkan Lagi

Image

News

Haji 2019

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image

Ekonomi

Simplifikasi Cukai Beratkan Industri, GAPERO Tawarkan Solusi

Image

News

Merdeka atau Mati

Image

News

PDI Perjuangan Pascakongres Bali

Image

News

Idul Adha 1440 H

Makna Kurban dan Totalitas Kepasrahan

Image

Gaya Hidup

Masyarakat Bela Djarum, KPAI Klarifikasi Soal Eksploitasi Anak untuk Rokok

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

5 Kontroversi Aceng Fikri, Mantan Bupati Garut yang Kena Razia Satpol PP

Ia memiliki KTP berbeda alamat dengan istrinya

Image
News

Masyarakat Dayak Minta Jatah Menteri ke Jokowi

"Kami sudah memperhatikan dan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, tidak ada salahnya kalau saat ini minta diperhatikan oleh Pak Jokowi"

Image
News

Ekspedisi Berawak Pertama, Fakta Mengejutkan Ditemukan di Titanic

Penyelaman berawak terakhir untuk melihat Titanic digelar pada 2005 lalu

Image
News

Pesan Kapolda Metro Jaya saat Silaturahmi dengan Mahasiswa dan Tokoh Papua

Papua juga bagian dari Negara kita. Karena itu dalam bahasa Papua Kita Semua Basodara.

Image
News

Dahnil: Saran Saya, Pak Moeldoko Hati-hati Memilih Narasi

"Saran saya Pak Moel berhati-hati memilih narasi. Satu kata bisa berdampak besar."

Image
News

Innalillahi, Seorang Pelajar SMK Tewas Terlindas dan Terseret Truk Minyak di Depok

" (Sebelum kecelakaan) korban terlihat kejar-kejar motor lain di jalan."

Image
News

Polda Metro Kembali Ringkus Mafia Sertifikat Tanah dan Rumah

"Kasus ini dipimpin SD. Mafia tanah dia, modusnya ketika ada orang menawarkan tanah di Jakarta disamperin dan nego dengan korban"

Image
News

Pekan Depan, 20 Capim KPK Bakal Ikut Tes Kesehatan dan Uji Publik

Berdasarkan jadwal tes yang dipublikasikan Pansel, terdapat dua tahap tes yang akan dilalui para peserta.

Image
News

20 Nama Capim KPK yang Lolos Tes Profile Assesment

Keputusan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023 tidak dapat diganggu gugat.

Image
News

Anies Baswedan: Mari Kita Lanjutkan Bersama Persatuan yang Sudah Ada di Jakarta

"Masyarakat Papua di Jakarta juga sudah memberikan kontribusi pembangunan untuk ibu kota."

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lukas Enembe Kritik Jokowi, Faizal: Kepala Daerah Tidak Etis 'Menghujat' Presiden

  2. 2 Jam Besuk Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Cuma Bahas Soal Lagu

  3. Kehadiran Batu Bronjong, Guntur Romli: Selera 'Seni' Anies Makin Sulit Dicerna Selera Umum

  4. Soal Cuitan 'Pabrik Susu', Aura Kasih Belum Tentukan Sikap Ke Jalur Hukum

  5. Jadi Ibu Baru, 10 Potret Memesona Aura Kasih Dua Bulan setelah Melahirkan

  6. Bisnis Ternak Hewan 'Nyeleneh' yang Menghasilkan Banyak Uang

  7. Tunda Bulan Madu, Roger Danuarta-Cut Meyriska Pilih Hadiri Pengajian Gus Anom

  8. Lebih Sering Mager, 5 Zodiak Ini Dikenal Hobi Bermalas-malasan

  9. Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

  10. 5 Potret Keren Frank Ribery dalam Balutan Warna Ungu Fiorentina

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Sosok

Image
News

5 Kontroversi Aceng Fikri, Mantan Bupati Garut yang Kena Razia Satpol PP

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin