image
Login / Sign Up

Gubernur Sulsel Nilai Tuduhan Dirinya Terima Mahar Pilkada Rp10 M Tidak Masuk Akal

Muh. Aidil

Image

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah | AKURAT.CO/Muh.Aidil

AKURAT.CO, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan bahwa tuduhan mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras yang menyebut dirinya telah menerima mahar senilai Rp10 miliar dari dua pengusaha berinisial A dan F untuk biaya pilkada Gubernur Sulsel 2018 lalu, tidak masuk akal.

"Yang disebut itu bukan dukung saya. Masuk akal ngak bantu saya," kata Nurdin Abdullah usai mengikuti Sidang Paripurna di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Kamis (11/7/2019).

baca juga:

Nurdin Abdullah menerangkan selama dirinya menjabat sebagai Bupati Bantaeng dua periode dulu. Ia sama sekali tidak tidak pernah dibantu oleh kontraktor mana pun untuk menduduki sebuah jabatan.

"Saya dari periode pertama jadi bupati sampai periode kedua ngak ada kontraktor rekanan yang bantu saya," terangnya.

Munurut Nurdin Abdullah, biasanya orang yang dibantu untuk maju pada Pilkada adalah orang-orang yang berpotensi untuk menang. Sementara, dirinya yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman yang ikut bertarung pada Pilkada Gubernur Sulsel ketika itu merupakan salah satu kontestan yang tidak dijagokan untuk menang.

"Apalagi orang yang dibantu itu orang yang berpeluang menang. Kalau saya kemarin kan, siapa yang percaya saya bisa menang. Itu karena ketetapan Allah saja," terangnya.

Maka dari itu, ia menjelaskan segala tuduhan Jumras yang menyebut dirinya menerima mahar Rp10 miliar tersebut hanya kebohongan besar. "Itu tidak benar," kata dia.

Nah, dari situ itu, Nurdin Abdullah mengaku akan melaporkan Jumras ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Meski begitu, ia sendiri belum mau membeberkan kapan akan melaporkan Jumras terkait persoalan tersebut.

"Saya no koment aja dulu ya. Tunggu saja. Tunggu saja. Insyaallah," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumras menuduh Nurdin Abdullah menerima mahar dari dua pengusaha yakni A dan F senilai Rp10 miliar saat mencalonkan diri menjadi Gubernur Sulawesi Selatan. Tuduhan tersebut diungkapkan Jumras ketika menjalani pemeriksaan sidang hak angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan, Selasa 9 Juli 2019.

Saat proses persidangan, Jumras menerangkan bahwa informasi mengenai uang Rp10 miliar yang diterima mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, ia dapatkan dari dua pengusaha A dan F.

Kala itu, A dan F meminta pembagian proyek kepada Jumras saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Pembangunan Sulawesi Selatan. Sebab, kedua pengusaha ini mengaku sudah membantu Nurdin Abdullah dalam biaya pilkada Gubernur Sulsel.

"Saya katakan kepada pak Gubernur. Pak Gubernur mohon maaf A ini waktu meminta pekerjaan menyebut bapak menerima uang Rp10 miliar. A dan F," kata Jumras diawal proses persidangan ketika itu.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

KPK Siap Sidangkan Tersangka Kasus Suap PT Krakatau Steel

Image

News

Jaksa KPK Tuntut Kepala Kantor Kemenag Gresik 2 Tahun Penjara

Image

News

Jaksa Tuntut Penyuap Eks Ketum PPP Romahurmuziy 3 Tahun Penjara 

Image

News

KPK Garap 3 Saksi dalam Kasus Suap Penanganan Perkara di Kejati DKI

Image

News

Emirsyah Satar Kembali Diminta Keterangannya Terkait Kasus Suap Pengadaan Mesin Pesawat Garuda

Image

News

Jaksa Kejati Bali Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Penanganan Perkara

Image

News

Terbukti Melanggar Saat Jaga di RS MMC, KPK Pecat Pengawal Tahanan Idrus Marham

Image

News

KPK Periksa Ketua Dewan Syuro PKB Lampung Tengah terkait Suap

Image

News

Hak Politik Wakil Ketua DPR Nonaktif Taufik Kurniawan Dicabut Tiga Tahun

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Video Haru Pelepasan Jenazah Arswendo Atmowiloto Diiringi Lagu 'Keluarga Cemara'

Keluarga Cemara menjadi karya fenomenal Arswendo Atmowiloto

Image
News

MPR Sebut Pendidikan Politik bagi Partai Politik Belum Maksimal

Ini terlihat dari pencalonan kepala daerah bukan kader terbaik parpol, bahkan mengambil kader parpol lain,"

Image
News

Cibiran Teddy Gusnaidi ke Anies: Prestasinya ketika Dia Tidak Melakukan Apa-apa

"Apa hal besar yang positif yang sudah dilakukan oleh @aniesbaswedan untuk ibukota negara gue. Sebutkan 1 saja!"

Image
News

Jenderal Polisi Mundur dari Proses Seleksi Capim KPK

Belum ada keterangan dari Jenderal Wiyagus soal pengunduran dirinya.

Image
News

Pengamat: Percepatan Munas Golkar Respon Atas Kegagalan Airlangga

Golkar terhitung gagal mempertahankan perolehan kursi parlemen, itulah yang mengemuka sebagai alasan harus segera Munas

Image
News

Polemik Baru Setelah Anies Bongkar Instalasi Bambu Setengah Miliar Rupiah

Pernyataan Anies itu rupanya memicu perdebatan di media sosial dan sebagian menjurus ke sentimen SARA.

Image
News

Jaga Wibawa Peradilan, Kuasa Hukum Tomy Winata Harus Diproses Hukum

Polisi janji berlaku adil tanpa pandang bulu.

Image
News

21 Juli 1969: 50 Tahun Lalu, untuk Pertama Kalinya Manusia Injakkan Kaki di Bulan

Hari ini, 50 tahun yang lali Neil Amstrong injakkan kakinya di bulan

Image
News

Amien Rais Ajukan Syarat Rekonsiliasi 55:45, Ferdinand: Bukan Bagi-bagi Kekuasaan!

"Yang kalah mengakui kemenangan lawan dan yang menang menghormati yang kalah," tulis @FerdinandHaean2.

Image
News

Penjagaan Ketat Masih Dilakukan Personel TNI-Polri di Wilayah Register 45 Mesuji

Pihaknya juga melakukan patroli gabungan agar masyarakat dapat merasakan rasa nyaman.

trending topics

terpopuler

  1. Mandiri Akan Paksa Nasabah yang Saldonya Bertambah untuk Kembalikan Uang

  2. Gempa Kuat Goncang Athena, Gedung-gedung Roboh

  3. Guntur Romli: Sekarang Prabowo-Sandi Tahu Rasa Berkoalisi dengan Kelompok Radikal

  4. Buwas dan Syafruddin Kabarnya Masuk Bursa Ketum PPP, Suharso: Itu Hanya Isu, sebagai Gadis Cantik yang Jadi Rebutan

  5. Soal Pemulangan Habib Rizieq, Ruhut Sitompul: Enggak Capek Ribut Terus

  6. Nasabah Bank Mandiri Semaput, Tabungan Rp2 Miliar Jadi Rp0

  7. Jika Saldo Tak Kembali, Mandiri Sarankan Nasabah ke Kantor Cabang

  8. Anies Baswedan 'Diserang' Empat Politisi PSI di Twitter

  9. Lukman Beri Sinyal Tolak Dijadikan Menag Lagi: Tidak, Tidak, Saya Sudah Merasa Lebih dari Cukup

  10. Habib Novel: Saya Tidak Ikuti Komando Prabowo, Saya Bukan Orang Gerindra

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude