image
Login / Sign Up

Akibat Cuaca Ekstrem, Tiga Satwa Koleksi di Taman Wisata Umbul Madiun Mati

Herry Supriyatna

Image

Ilustrasi - Kekeringan | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Sebanyak tiga ekor satwa koleksi Madiun Umbul Square  atau Taman Wisata Umbul Madiun di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur diketahui mati dalam kurun waktu enam bulan terakhir, yakni Januari hingga Juli 2019.

Kapten "keeper" satwa MUS Priyas Sukmana mengatakan tiga satwa yang mati tersebut adalah kucing hutan, ular molu, dan terbaru buaya muara yang mati pada  6 Juli 2019.

Umbul Madiun yang merupakan pengelola lembaga konservasi tersebut berdalih kematian satwa dilindungi koleksinya tersebut bukan karena salah perawatan. Melainkan siklus hidup alami.

"Kematiannya tergolong wajar. Faktor utama dari penyebab kematian satwa itu dinilai karena cuaca yang sangat ekstrem," ujar Priyas kepada wartawan di Madiun, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, hewan tidak sanggup beradaptasi dengan perubahan suhu yang ekstrem. Yakni dari suhu panas saat siang hari dan sebaliknya, sangat dingin di waktu malam. Kematian pun lebih rentan bila satwa dalam kondisi sakit dan dipicu faktor lainnya. Kondisi itu terlepas untuk hewan masih berusia muda atau tua.

"Faktor lain yang memengaruhi kematian, adalah hewan dalam kondisi stres ataupun luka setelah berkelahi dengan satwa lainnya," kata dia.

Priyas mengatakan, sesuai data kucing hutan dan ular molu merupakan koleksi satwa limpahan. Dimana kucing hutan merupakan hasil sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA SKW) I Kediri. Sedangkan ular sanca bodo atau molu hasil tangkapan warga Kare.

Sedangkan buaya muara, tergolong cukup lama menghuni MUS. Buaya yang diberi nama Bagong itu mati pada Sabtu lalu (6/7). Ia menyatakan, rata-rata dalam setahun ada tiga sampai empat satwa yang mati.

Priyas menjelaskan, kondisi stres yang berujung kematian terjadi pada kucing hutan. Mamalia itu tidak sanggup beradaptasi dengan habitat baru dan cuaca. Sedangkan ular molu kondisinya sudah memprihatinkan sejak pertama dilimpahkan. Bagian kepalanya terluka hingga berbelatung. Sedangkan Bagong, reptil jantan dengan panjang lima meter dan berat 200 kilogram tersebut mati karena kondisinya yang tua dan buta.

Direktur MUS Afri Handoko mengatakan, batas usia hidup reptil di rentang 80–90 tahun, namun Bagong mencapai 103 tahun. Sejak dirinya mengurus MUS enam tahun lalu, kondisi Bagong juga sudah tidak sehat. Kedua matanya buta, tidak aktif bergerak, dan mulut tidak bisa terbuka.

"Petugas kalau memberi makan, terpaksa harus mndekatkan dagingnya ke mulut buaya tersebut. Dalam sehari, Bagong bisa memakan 2 kilogram daging ayam," terang dia.

Kematian akibat usia lanjut tersebut juga dibuktikan dari hasil visum dokter hewan setempat. Bagong didiagnosis mengalami stomatitis atau radang mulut. Organ mulutnya terdapat luka dan bernanah. Hidungnya juga terluka dan lapisan tipis di kelopak matanya pucat.

Terkait luka-luka tersebut, Afri menduga luka itu akibat membentur tembok atau benda lain di kandang karena Bagong buta. Adapun, kebutaan itu akibat sudah tua.

Afri menambahkan, selain makan 2 kilogram ayam setiap hari, pihaknya juga memberi nutrisi sesuai standar penangkaran. Bila terserang penyakit, dokter hewan pun sudah disediakan. Namun, untuk urusan kebersihan kandang diakui masih kurang. Petugas membersihkan tiga hari sekali karena keterbatasan tenaga.

Afri mengklaim sebuah prestasi karena sanggup merawat Bagong hingga usia 100 tahun lebih. Bahkan, sempat timbul niat mengawetkan sebagai kenang-kenangan. Namun, rencana itu gagal terealisasi karena sulit mencari formalin.

Buaya itu lalu dikubur di dalam kandang. Rencananya, satu tahun lagi kuburannya dibongkar untuk mengambil tulang sebagai hiasan ikonik. Saat ini jumlah koleksi buaya muara di MUS tersisa 13 ekor, dan yang tertua berusia sekitar 60 tahun.[]

baca juga:

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Hiii, Lagi Babat Rumput, Dua Ular Sanca Nongol

Image

News

Pelaku Penjual Kulit Harimau Mengaku Dapat Warisan dari Kakeknya

Image

News

BBTNGL Ungkap Kasus Jual Beli Kulit Harimau Sumatera oleh Warga Langkat

Image

Hiburan

Ikuti Jejak sang Ayah, 10 Potret Robert Irwin Bercengkrama dengan Satwa

Image

Ekonomi

KKP Tertibkan Alat Tangkap Benih Lobster di Pelabuhan Ratu

Image

News

Pria Tembak Burung Rangkong, KLHK: Kami akan Menindak Tegas Pelaku

Image

News

Lebaran 2019

Cara Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Atasi Masalah Anak yang Terpisah dari Orang Tua saat Berwisata

Image

News

Lebaran 2019

Libur Lebaran, Transjakarta Siapkan Bus Gratis ke Taman Margasatwa Ragunan

Image

Gaya Hidup

Lebaran 2019

Tutup Hari H Lebaran, Jangan ke Ragunan Tanggal 8-9!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

19 Juli 1962: 5 Wanita Pesohor Dihukum Gantung Atas Dakwaan Praktik Sihir

Lima wanita dari 20 terdakwa digantung di Gallows Hill, yakni Sarah Good, Rebecca Nurse, Susannah Martin, Sarah Wildes, dan Elizabeth How

Image
News
Aksi 22 Mei

Jumlah Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Bertambah Sembilan Orang

Tertangkapnya mereka menambah daftar tersangka kerusuhan 21-22 Mei dari 447 menjadi 456 orang.

Image
News

5 Negara dengan Tingkat Bunuh Diri Tertinggi di Dunia, Ada Korea Selatan

Tingkat bunuh diri di setiap negara pun bervariasi

Image
News

Kunjungan Keluar Negeri Dikritik, Anies: Awalnya Pak Pras Juga Mau Ikut

"Justru Ini yang perlu saya garis bawahi, pergi itu jangan dibayangkan sebagai kegiatan studi banding,"

Image
News

India Dilanda Banjir, Harimau Mengungsi ke Tempat Tidur Warga

Para petugas menggiringnya ke arah hutan setelah keluar dari rumah warga

Image
News

Untuk Jadi Destinasi Wisata Dunia, Menpar Arief Yahya Berharap Danau Toba Segera Dapat UGG

Menteri Arief menegaskan bahwa sertifikasi UGG menjadi satu syarat untuk menyelesaikan persoalan yang ada sekarang.

Image
News

Depok Disebut Kota Intoleransi Gegara Parkir Kendaraan Pria dan Wanita Dipisah

"Depok yang dulu enak, bisa ditinggal, multi kultural ternyata punya ciri kota yang intoleran dan ada yang takut masuk Kota Depok."

Image
News

Bupati Tapanuli Tengah: Narkoba Sudah Darurat, Bandar Besar Harus Segera Diungkap!

Bakhtiar menyebut penangkapan gembong narkoba dengan 16 paket sabu-sabu itu membuktikan kian mengkhawatirkannya peredaran barang haram itu.

Image
News

Mahasiswi di Makassar Diculik, Pelaku Minta Tebusan Puluhan Juta

Menurut Indraatmoko, korban sendiri disekap di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Image
News

Trauma Dapat Bintang Satu, Driver Ojek Online Ini Rela Bolak-balik Antar Makanan

@aishakinaaa membuat thread soal pengemudi ojek online yang takut kena suspend.

trending topics

terpopuler

  1. Bikin Merinding, Bocah 4 Tahun Asal Australia Ini Mengaku Reinkarnasi Putri Diana

  2. Soal Bambu Getah Getih Anies, Komut Adhi Karya: Benda Paling Menganggu Akhirnya Dibongkar

  3. Cerita Kakek 94 Tahun Asal Indonesia Diundang Raja Salman ke Tanah Suci

  4. Perobohan Bambu Getah Getih, Tsamara: Setengah Miliar Dikeluarkan dan Kini Hancur

  5. Anyaman Bambu Seharga Rp550 Juta Dibongkar Karena Rusak, PDIP: Dulu Katanya Tahan Lama!

  6. BPBD Jawa Tengah Peringatkan Warga Soal Bahaya Tsunami di Empat Wilayah Ini

  7. 5 Kisah Pembunuhan Kejam Sepanjang Sejarah, Ada Mayat yang Dijadikan Hidangan

  8. 13 Korban Tewas Akibat Bentrokan di Mesuji Akan Dimakamkan oleh Pihak Keluarga

  9. Syamsuddin: Bagaimana Kita Percaya Jenderal Polisi Bisa Pimpin KPK Jika Kasus Novel Saja Gagal Diungkap

  10. Bambu Getah Getih Dibongkar, Begini Respons Sang Seniman

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik