image
Login / Sign Up

Lukman Hakim Bantah Uang yang Ditemukan di Laci Kantornya Terkait Pemilihan Rektor

Herry Supriyatna

Image

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/5/2019) | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO Menteri Agama, Lukman Saifuddin, membantah sejumlah uang yang ditemukan di ruang kerjanya terkait dengan pemilihan rektor di beberapa Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

"Uang ini kami temukan di ruang kerja bapak bersamaan dengan dokumen barang pemilihan rektor IAIN Pontianak, IAIN Aceh dan IAIN Sunan Ampel Surabaya, bagaimana penjelasannya?" tanya jaksa penuntut umum KPK, Abdul Basir, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Kebetulan saja dokumen-dokumen itu saya taruh di laci yang besar, tapi ada lemari kecil di bawah meja dan dokumen-dokumen itu sudah tidak ditindaklanjuti dan ditaruh di situ saja, tidak ada hubungan antara uang dan dokumen," jawab Saifuddin.

KPK sendiri sudah memeriksa sembilan rektor dan calon rektor universitas Islam negeri, yaitu Ali Mudlofir (PNS Kemenag/calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya), Masdar Hilmy (PNS Kemenag/Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya), dan Prof Akh Muzakki (PNS Kemenag/calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya).

Kemudian Syarif (PNS Kemenag/Rektor IAIN Pontianak), Wajidi Sayadi (PNS Kemenag/calon Rektor IAIN Pontianak), Hermansyah (PNS Kemenag/calon rektor IAIN Pontianak), Warul Walidin (PNS Kemenag/Rektor UIN Ar Raniry), Farid Wajdi Ibrahim (mantan rektor UIN Ar Raniry), dan Syahrizal (calon rektor UIN Ar Raniry).

Petugas KPK menggeledah ruang kerja Saifuddin pada 18 Maret 2019 dan menemukan uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing.

"Uang-uang yang ditemukan di laci meja kerja saya adalah akumulasi dari tiga sumber yaitu penerimaan yang resmi saya dapatkan, dana operasional menteri, setiap bulan saya terima tunai dana operasional menteri (DOM) dan itu sisa dari DOM saya simpan di laci meja kerja," kata dia.

Sumber dana kedua, sisa dari honorarium yang didapatkan saat melakukan kegiatan seperti membuka dan meresmikan acara.

"Ketiga sisa dari biaya perjalanan dinas baik dalam negeri maupun luar negeri, dari tiga sumber itu yang saya simpan di meja kerja saya," katanya.

Honor yang dia terima bisa didapat dalam bentuk tunai maupun non tunai. "Saya maunya honor semua non-tunai tapi tidak bisa cepat sebagian, sebagian ada yang bisa non-tunai seperti PTSP tapi ada juga yang tunai karena tergantung satuan kerjanya," kata dia.

"Ini juga ditemukan uang dengan tulisan: Kanwil Kemenag Jakarta dengan uang nempel ini uang apa?" tanya jaksa KPK Abdul Basir.

"Ada uang sebagian di laci, sebagian di pintu di bawah meja, biasanya kalau kaitan dengan honor amplopnya banyak sekali. Biasanya kalau sudah terlalu penuh laci meja kerja, saya buka dan kelompokkan Rp10 juta dan saya ikat dengan karet dan saya satukan dengan amplop tersendiri yang terpisah kecuali uangnya dari DOM yang jumlahnya cukup besar sudah ada kertas pengikat dari bank," kata dia.

Setelah uang dikelompokkan maka ia pun menaruh uang itu dalam amplop.

"Tapi apa amplopnya, ya bisa banyak sekali isinya; ada surat resmi, surat dinas, surat undangan, macam-macam. Sebelum ditemukan KPK belum pernah saya hitung, hanya mengumpulkan per Rp10 juta saja," kata dia.

Artinya, menurut dia, uang itu tidak ada hubungan sama sekali dengan amplop tempat penyimpanannya. "Sama sekali tidak ada hubungan uang dan amplop," kata dia.

Namun dia mengakui, keputusan pengangkatan rektor tetap ada di tangannya sebagai menteri agama.

"Rektor diusulkan senat, lalu diserahkan ke komite seleksi yang terdiri dari guru besar yang lalu menyeleksi seluruh nama calon rektor dan komite seleksi menyeleksi tiga besar nama terbaik lalu menteri memilih satu dari tiga nama itu," kata dia.[] 

baca juga:

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Hasil Penyidikan Polisi Harus Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Novel

Image

News

Dipindah dari Gunung Sindur Kembali ke Sukamiskin, Ini yang Dilakukan Setnov Selama di Lapas

Image

News

Setya Novanto Dipindahkan Kembali ke Lapas Sukamiskin, Kok Bisa?

Image

News

Janji Polri Selesaikan Kasus Teror Novel Baswedan

Image

News

Selain Iriawan, TGP Kasus Novel Juga Periksa Jenderal Polisi dan Beberapa Penyidik di Polda Metro

Image

News

Belum Ada Tersangka, Kasus Novel Baswedan Dinaikan ke Tahap Penyidikan

Image

News

Minim Alat Bukti TGPF Kasus Novel Baswedan Tidak Berhasil Ungkap Pelaku Penyerangan Novel

Image

News

Pencabutan Hak Politik Taufik Kurniawan Diharap Jadi Pembelajaran Politisi Lain

Image

News

Pansel Capim KPK Harus Pastikan Peserta Seleksi Bebas Konflik Kepentingan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Surya Paloh: Jokowi Kader Partai Nasdem

Kalau ada yang tanya Jokowi itu kader partai siapa? Partai nomor 1, NasDem!

Image
News

KIK Solid, PKB Yakin Pimpinan MPR Bakal Aklamasi

Kalau komunikasi dibangun dengan baik, satu paket maka selesai aklamasi.

Image
News

Terdakwa Pemalsuan KTP Berkilah Telah Urus Data Kependudukan dengan Sah

"Saya gunakan untuk pembuatan paspor WNI. Dulu saya lahir di Jakarta juga"

Image
News

KPU Jawab Dalil PDI Perjuangan Dapil Sulawesi Barat

ami sebelumnya ingin menyampaikan eksepsi terkait dengan kewenangan Mahkamah, mengingat dalil-dalil pemohon dengan kewenangan Bawaslu

Image
News

Surya Paloh: Kursi Menteri Hak Prerogratif Presiden Jokowi

Tidak ada target apa-apa, itu semua terserah hak prerogratif presiden. Sama sekali bukan mempertahankan

Image
News

KY Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung dan Hakim ad hoc di MA

Komisi Yudisial (KY) menggelar seleksi kualitas untuk 69 calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA)

Image
News

Diduga Terlibat Politik Uang, Caleg DPRD dari Partai Gerindra Diburu Polisi

Argo menjelaskan, laporan ini dibuat seseorang berinisial YH. Laporan tersebut dibuat setelah Sentra Gakkumdu Bawaslu menyelesaikan berkas

Image
News

Sebut Pemilihan Wagub DKI Beraroma Politik Uang, Politisi PSI Dipolisikan

"Melaporkan perbuatan penghinaan sebagaimana termuat dalam KUHP Pasal 310 s.d 321 KUHP yang dilakukan oleh Saudara Rian Ernest,"

Image
News

Dipolisikan Karena Sebut Ada Politik Uang di Pemilihan Cawagub, Politisi PSI: Ini Sangat Janggal

"Saya pikir temen-teman anggota dewan harusnya berterima kasih sudah ada partai yang mencegah terjadinya politik uang," ujar Rian

Image
News

Butuh Waktu Tiga Bulan untuk Polres Jakbar Ungkap Penyelundupan 30 Kg Sabu di Riau

Penyelidikan ini dilakukan selama 3 bulan dan pengintaian kepada pergerakan tersangka selama satu pekan

trending topics

terpopuler

  1. Perubahan di Diri Salmafina, Sunan Kalijaga Yakin Hasil Doktrin Temannya

  2. KPPU Mengendus Adanya Indikasi Kartel pada Bisnis OVO

  3. Pemkot Bandung Bicara Soal Kondisi Mengenaskan Stadion GBLA

  4. Dua Minggu Minggat, Sunan Kalijaga Temukan Salmafina Dalam Keadaan Sehat

  5. Keluarga Rey Utami-Pablo Benua akan Minta Maaf ke Fairuz A Rafiq

  6. Ketua PA 212 Akan Berjuang Sekuat Tenaga Terlaksananya Ijtima Ulama ke-4 di Jakarta

  7. Menang Telak Atas Persija U-20 Tak Membuat Fakhri Husaini Puas

  8. Sakit Hati Mantan Istri Dipacari Orang Lain, Pria Asal Palembang Lakukan Pembunuhan

  9. Kembali dari Pensiun, Faber Hanya Butuh Satu Ronde untuk Kanvaskan Simon

  10. Kinerja Terminal Peti Kemas Tanjung Emas Merosot Gara-gara Kapal Seruduk Crane

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Image
Hasan Aoni

Puzzle Kehidupan Puisi Tiyo

Image
UJANG KOMARUDIN

Bagi-bagi Jatah Menteri

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik